Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Area Rumah yang Sering Jadi Sarang Lembap Tanpa Disadari

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/La-Belle-Galerie)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/La-Belle-Galerie)
Intinya sih...
  • Lemari yang menempel ke dinding sering jadi sarang lembap dan jamur, terutama saat musim hujan.
  • Sudut kamar mandi dan area dekat plafon kerap luput dari perhatian, bisa membuat area ini lembap dalam waktu lama.
  • Lemari pakaian, rak sepatu, dapur bawah wastafel, dan sudut ruangan minim cahaya rentan menjadi sarang lembap dan jamur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah terlihat bersih belum tentu bebas dari lembap. Ada beberapa area yang jarang diperhatikan, padahal justru jadi tempat favorit kelembapan dan jamur berkembang. Kalau dibiarkan, bukan cuma bikin bau apek, tapi juga bisa merusak barang dan mengganggu kenyamanan. Ini lima area rumah yang paling sering jadi sarang lembap tanpa disadari.

1. Belakang lemari yang menempel ke dinding

ilustrasi lemari pixabay.com/u_jup1hbno-8566532/)
ilustrasi lemari pixabay.com/u_jup1hbno-8566532/)

Lemari yang terlalu rapat dengan dinding sering menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, area di belakangnya jadi lembap dan rawan jamur, terutama saat musim hujan. Tanda paling umum biasanya bau apek atau bercak hitam di dinding yang semakin lama akan semakin terlihat melebar jika tidak segera ditangani.

2. Kamar mandi bagian sudut dan plafon

ilustrasi kamar mandi (pixabay.com/Tama66)
ilustrasi kamar mandi (pixabay.com/Tama66)

Meski sering dibersihkan, sudut kamar mandi dan area dekat plafon kerap luput dari perhatian. Uap air yang terus naik bisa membuat area ini lembap dalam waktu lama, apalagi kalau ventilasi kurang optimal. Pastikan untuk selalu menjaga kamar mandi agar kering setelah digunakan untuk mandi. Gunakan lap untuk membersihkan uap air yang menempel di kaca agar tidak lembap.

3. Lemari pakaian dan rak sepatu

ilustrasi lemari baju (pixabay.com/congerdesign)
ilustrasi lemari baju (pixabay.com/congerdesign)

Area tertutup seperti lemari pakaian dan rak sepatu sangat rentan lembap, terutama kalau sering menyimpan barang dalam kondisi belum benar-benar kering. Tanpa disadari, ini jadi penyebab pakaian bau apek dan sepatu cepat berjamur serta muncul bercak-bercak hitam.

4. Dapur, khususnya bawah wastafel

ilustrasi wastafel dapur (pixabay.com/fede13)
ilustrasi wastafel dapur (pixabay.com/fede13)

Kebocoran kecil atau cipratan air yang jarang dibersihkan membuat area bawah wastafel jadi lembap terus-menerus. Karena jarang dibuka, kelembapannya sering baru terasa saat bau tidak sedap mulai muncul dan kadang akan muncul berbagai serangga seperti kecoak atau kelabang dari dalam saluran air.

5. Sudut ruangan yang jarang terkena cahaya matahari

ilustrasi sudut rumah (pixabay.com/Antonio_Cansino)
ilustrasi sudut rumah (pixabay.com/Antonio_Cansino)

Sudut rumah yang minim cahaya dan jarang dilewati orang cenderung menyimpan udara lembap lebih lama. Area ini sering terlihat “aman”, padahal justru jadi titik awal munculnya jamur di dinding atau lantai. Pastikan untuk sering membuka ventilasi rumah dan jendela agar udara bisa bebas keluar masuk.

Mengenali area-area rawan lembap adalah langkah awal menjaga rumah tetap sehat. Dengan sirkulasi udara yang baik dan kebiasaan rutin mengecek sudut-sudut tersembunyi, risiko lembap dan jamur bisa ditekan sebelum jadi masalah besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Rekomendasi Tas Lokal Termahal 2025, Mewahnya Berkelas Dunia!

21 Jan 2026, 19:02 WIBLife