“Botol air itu sendiri merupakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak. Ini seperti inkubator kecil,” katanya kepada The Guardian.
Botol Minum Sudah Dicuci kok Masih Bau? Mungkin Ini yang Kamu Lewatkan

Bau pada botol minum dapat muncul karena bakteri berkembang biak, termasuk akibat kontaminasi dari tangan, air liur, dan handphone yang tidak dibersihkan.
Membilas dengan air saja tidak cukup menghilangkan biofilm; botol perlu dicuci memakai sabun, cuka, atau soda kue serta digosok hingga area sulit dijangkau.
Botol sebaiknya dicuci setiap hari, dibersihkan mendalam tiap minggu, dikeringkan sepenuhnya dengan tutup dilepas, dan dirawat sesuai materialnya.
Pagi-pagi, kamu mengisi botol minum dengan air sebelum berangkat kerja atau kuliah. Begitu tutupnya dibuka untuk minum, tiba-tiba tercium bau apek yang bikin kurang nyaman. Padahal, botol itu sudah dibilas dan dicuci berkali-kali. Kamu pun mulai bertanya-tanya, kok bisa botol minum masih bau meski sudah rutin dibersihkan? Ternyata, masalahnya mungkin bukan soal seberapa sering kamu mencuci botol, melainkan cara membersihkannya yang belum tepat.
Botol minum adalah 'lingkungan' yang sempurna untuk bakteri berkembang biak, lho. Masalahnya, terkadang, masih ada saja orang yang hanya membilas botol dengan air tanpa benar-benar dibersihkan secaa mendalam atau bahkan langsung mengisi ulang air tanpa mencucinya. Dilansir The Guardians, ada riset yang dilakukan oleh Reynolds (2022) yang menjelaskan bahwa kadar E. coli lebih rendah pada botol yang dibersihkan dengan sabun daripada air saja. Kalau botol minum masih bau meskipun sudah dicuci, mungkin ada beberapa hal yang kamu lewatkan.
1. Tangan dan handphone adalah sumber kontaminasi

Ilustrasi mencuci botol (pexels.com/Sasha Kim) Sering membilas botol dengan air bukan berarti mengenyahkan semua bakteri. Seorang peneliti bernama Kelly Reynolds dari University of Arizona kepada The Guardian menjelaskan bahwa bakteri dan virus bisa masuk ke dalam botol melalui tangan dan air liur.
Yang orang tidak tahu, sumber kontaminasi bisa berasal dari tangan dan handphone. Menurut Reynolds, percuma sering mencuci tangan tapi handphone tidak pernah dibersihkan. Justru, gadget itulah yang bisa menjadi sumber virus dan bakteri sehingga Reynolds menyarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengambil botol air.
2. Gak cukup dengan air, cuci dengan soda kue atau cuka

ilustrasi mencuci botol bayi (unsplash.com/Andrew Carr) Jangan pernah membilas botol dengan air saja. Menurut Reynolds, bilasan air tidak cukup untuk memecahkan biofilm atau komunitas sel mikroorganisme yang menempel di suatu permukaan. Reynolds menyarankan untuk mencuci botol dengan larutan sabun atau cuka.
Dinding botol juga harus digosok dengan detail karena semakin banyak celah, maka semakin besar kemungkinan bakteri bersarang dan berkembang biak.
Menurut Kellogg Schwab,seorang profesor kesehatan lingkungan dan teknik di sekolah kesehatan masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, membersihkan botol dengan cuka juga bisa mengurangi biofilm. Cuci dengan air panas jauh lebih baik daripada air dingin.
3. Botol minum harus kering sepenuhnya sebelum dipakai lagi

ilustrasi botol minum (pexels.com/Allan Mas) Ada banyak hal yang mungkin kamu lewatkan saat mencuci botol. Schwab menekankan untuk mencuci area-area kecil di botol minum seperti tutup, corong, dan sedotan. Bagian-bagian inilah yang lebih mudah terkontaminasi mikroorganisme .
Yang tak kalah penting adalah membiarkan botol air mengering sepenuhnya sebelum kamu gunakan lagi. Bakteri justru lebih mudah berkembang biak di lingkungan yang lembap.
Jadi, kamu bisa mencucinya dengan air sabun hangat, bilas, lalu biarkan mengering dengan tutup yang dilepas setiap hari. Seminggu sekali, kamu bisa menggosok bagian karet, corong, dan sedotan.
4. Cuci setiap hari dan deep cleaning setiap minggu

Ilustrasi mencuci botol minuman (unsplash.com/bluewaterglobe) Dilansir Taicnoble, ada baiknya mencuci botol dilakukan setiap hari. Sementara deep cleaning, harus dilakukan setiap minggu atau kapan pun kamu mencium bau yang tidak sedap. Kamu butuh sikat kecil untuk mencuci area-area botol yang susah diraih.
Pertama, lepaskan karet silikon, keluarkan sedotan, buka semua penutupnya. Siapkan air hangat dan satu sendok teh soda kue untuk meruntuhkan semua kotoran dan menghilangkan bau. Kamu bisa juga menggunakan campuran cuka putih dan air untuk lapisan mineral seperti kabur.
Gosok bagian dinding botol, leher botol, lubang corong, sedotan, hingga bawah tutup botol. Lalu, keringkan setiap bagiannya secara terpisah. Nah, tapi jangan mencampurkan soda kue dan cuka secara bersamaan dalam botol yang tertutup, ya!
5. Cara membersihkan botol tergantung materialnya

ilustrasi botol minum (pexels.com/Klaus Nielsen) Dalam laman Taicnobel, dijelaskan beberapa cara membersihkan botol sesuai dengan materialnya. Ternyata, gak semua botol bisa dibersihkan dengan cara yang sama.
Botol plastik bisa dicuci dengan air sabun hangat dan direndam menggunakan soda kue. Botol kaca juga dibersihkan dengan air sabun hangat atau mesin pencuci piring tapi kamu bisa menambahkan pasta soda kue untuk noda membantel. Botol dengan baja tahan karat juga bisa dicuci dengan cara yang sama tapi gak boleh menggunakan pemutih klorin.
Botol berinsulasi vakum dengan logam apa pun harusnya dicuci dengan tangan, rendam dalam soda kue atau cuka, dan jauhkan dari air mendidih. Lalu, botol berbahan titanium juga bisa direndam dalam air mendidih untuk deep cleaning. Sementara yang berbahan silikon yang bisa dilipat harus dibersihkan dengan cara dibuka sepenuhnya.
Kalau sampai sekarang botolmu masih mau meskipun sudah dicuci, cek lagi, deh. Mungkin masih ada step-step pembersihanmu yang terlewat atau kurang benar.





















