Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Alami Kurangi Lembap dan Bau Apek Plus Bikin Rumah Estetik

Cara Alami Kurangi Lembap dan Bau Apek Plus Bikin Rumah Estetik
ilustrasi rumah estetik (unsplash.com/Véronique Trudel)
Intinya Sih
  • Rumah lembap bisa disebabkan sirkulasi udara buruk, rembesan air, dan pengembunan yang memicu jamur serta bau apek di dalam ruangan.
  • Garam batu, arang aktif, atau baking soda dapat digunakan sebagai penyerap kelembapan alami sekaligus mengurangi bau tidak sedap di area tertutup.
  • Tanaman hias seperti lidah mertua dan lidah buaya membantu menjaga kualitas udara, menyerap polutan, serta mempercantik tampilan ruangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Rumah yang lembap dapat disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, terjadi rembesan air, dan terjadi pengembunan karena tingginya uap air di dalam ruangan. Kondisi ini bisa merusak bangunan atau interior rumah sebab menimbulkan pertumbuhan jamur. Tak sampai di situ, masalah seperti ini juga bisa menimbulkan bau apek yang mengganggu kenyamanan.

Untungnya, ada cara alami yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi kelembapan sekaligus mengatasi bau apek di dalam rumah. Berikut beberapa cara alami yang bisa dicoba untuk membuat rumah terasa lebih fresh tanpa mengurangi keindahan ruangan.

1. Rock salt bisa bantu kurangi kelembapan

ilustrasi garam kristal merah muda atau pink (pexels.com/monicore)
ilustrasi garam kristal merah muda atau pink (pexels.com/monicore)

Rock salt atau garam batu memiliki bentuk yang lebih kasar daripada garam yang digunakan untuk memasak. Jenis ini diperoleh dari penguapan garam laut yang membentuk kristal karena prosesnya terjadi selama jutaan tahun. Oleh karenanya, ia memiliki mineral kompleks dengan beragam manfaat, salah satunya sebagai penyerap kelembapan alami.

Mengutip Architectural Digest, rock salt menjadi bahan alami yang telah lama dimanfaatkan untuk menyerap kelembapan udara karena sifatnya yang mampu menarik uap air. Caranya adalah dengan meletakkan garam batu di dalam mangkuk dekoratif, lalu tempatkan di area yang terasa lembap. Cara ini efektif untuk digunakan pada area yang terbatas atau ruang kecil.

2. Menggunakan arang atau baking soda

ilustrasi baking soda (freepik.com/jcomp)
ilustrasi baking soda (freepik.com/jcomp)

Jika rock salt sulit untuk didapatkan, menggunakan baking soda atau activated charcoal akan menjadi opsi lain. Activated charcoal sendiri merupakan karbon yang dipanaskan dengan suhu ekstrem bersama gas tertentu sehingga prosesnya berbeda dengan arang biasa yang tujuannya untuk bahan bakar.

Arang aktif dan baking soda bisa ditempatkan dalam sebuah mangkuk atau tempat yang estetik, lalu diletakkan pada sumber lembap. Melansir Architectural Digest, benda ini bisa mengurangi bau apek di ruangan tertutup yang rentan mengalami sirkulasi udara buruk dan penumpukan kelembapan. Dalam sumber serupa juga dikatakan, baking soda cenderung memberi efek yang lebih kecil daripada activated charcoal, namun ketersediaannya lebih mudah didapatkan.

3. Tanaman hias bisa bantu jaga kualitas udara dan sebagai dekorasi

ilustrasi tanaman hias penyebab kamar lembab (pexels.com/Andrea Davis)
ilustrasi tanaman hias penyebab kamar lembab (pexels.com/Andrea Davis)

Langkah terakhir untuk mengurangi kelembapan adalah memanfaatkan tanaman hias. Sejumlah tanaman dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman karena membantu meningkatkan kualitas udara dan menyerap polutan.

Tanaman yang berpotensi mengurangi kelembapan udara seperti lidah mertua, lidah buaya atau aloe vera, dan berbagai jenis tanaman lain. Sebagai tips, tanaman hias bisa diletakkan pada pot yang estetik sebagai dekorasi ruangan. Selain itu, pilihlah jenis tanaman dengan perawatan mudah yang cocok untuk pemula.

Beberapa langkah di atas bisa diikuti sebagai upaya mengurangi kelembapan di dalam ruangan. Cobalah dari tahap yang paling terjangkau untukmu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More