Menyiram tanaman hias bukan sekadar menuangkan air ke media tanam sampai terasa basah. Cara penyiraman yang kurang tepat justru bisa membuat media terlalu lembap dan meningkatkan risiko masalah pada akar. Salah satu teknik yang bisa dicoba adalah bottom watering, yakni menyiram tanaman melalui bagian bawah pot.
Cara Bottom Watering, Metode Menyiram Tanaman dari Bawah

Metode ini memungkinkan akar menyerap air melalui lubang drainase sehingga kelembapan dapat tersebar ke media tanam. Selain membantu memberikan air secara lebih merata, teknik ini juga bisa menjadi pilihan bagi tanaman dengan akar yang cukup padat. Lantas, bagaimana cara melakukan bottom watering yang tepat? Yuk, simak caranya lewat artikel berikut!
1. Siapkan pot dengan lubang drainase

ilustrasi menanam di pot (pexels.com/timamiroshnichenko) Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan bottom watering adalah memastikan pot memiliki lubang drainase. Lubang tersebut menjadi jalur bagi air untuk masuk ke media tanam dan diserap oleh akar. Kamu juga bisa menggunakan pot pembibitan atau nursery pot berlubang yang ditempatkan di dalam pot dekoratif.
“Menyiram dari bagian bawah merupakan cara yang baik untuk memastikan tanaman menyerap jumlah air yang sesuai sekaligus memungkinkan air terdistribusi secara merata ke seluruh tanaman,” ujar Kate Ferguson, co-founder Flourish, dikutip dari Martha Stewart.
Kate Ferguson juga menyarankan agar tanaman hias ditempatkan dalam pot yang memiliki lubang drainase. Jadi, kalau pot dekoratifmu tidak berlubang, tanaman bisa tetap berada di nursery pot yang memiliki lubang dan kemudian dimasukkan ke dalamnya.
2. Letakkan pot di dalam wadah berisi air

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/cottonbro) Setelah pot siap, masukkan ke dalam wastafel, baskom, atau wadah lain yang cukup besar. Kemudian, isi wadah dengan air hangat suam-suam kuku hingga permukaan air hampir mencapai bagian atas pot. Dari sini, air akan masuk melalui lubang drainase dan perlahan diserap oleh media tanam serta akar.
Chris Satch plant doctor di Horti, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan tanaman direndam selama sekitar 10 menit hingga satu jam. Selama proses tersebut, kamu mungkin melihat gelembung udara keluar dari media tanam dan kondisi ini masih tergolong normal. Setelah selesai, keluarkan pot, tiriskan airnya, lalu kembalikan tanaman ke tatakannya.
“Sebagian air akan terserap dari tatakan jika tanaman memang sedang sangat membutuhkan air,” ujar Chris Satch.
3. Pilih tanaman yang cocok untuk bottom watering

ilustrasi memeriksa akar tanaman (pexels.com/cottonbro) Tidak semua tanaman hias cocok disiram menggunakan metode ini. Kate Ferguson merekomendasikan bottom watering untuk tanaman yang memiliki kumpulan akar padat dan kuat sehingga mampu menyerap air dengan baik. Beberapa contohnya adalah pakis, philodendron, dan pothos.
“Kami menyukai metode ini untuk tanaman pakis, philodendron, dan pothos karena tanaman-tanaman tersebut memiliki kumpulan akar yang padat dan kuat sehingga dapat menyerap air secara efektif,” ujar Kate Ferguson.
Sebaliknya, metode ini tidak direkomendasikan untuk tanaman berumbi seperti alocasia. Satch juga menyebut bottom watering lebih cocok untuk tanaman berukuran kecil atau yang berada dalam pot dengan diameter kurang dari sekitar 15 sentimeter.
4. Jangan tinggalkan tanaman di dalam air terlalu lama

ilustrasi akar tumbuhan (pexels.com/karolinagabrowska) Meski tanaman menyerap air melalui bagian bawah, bukan berarti pot harus terus dibiarkan terendam. Setelah media tanam cukup menyerap air, angkat pot dan biarkan kelebihan air menetes melalui lubang drainase. Cara ini penting agar tanaman tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.
Kelebihan air yang dibiarkan menggenang dapat meningkatkan risiko media tanam terlalu jenuh dan membuat akar bermasalah. Selain itu, penting juga untuk membuang sisa air yang tidak diserap tanaman agar pot tidak terus berada di dalam genangan.
5. Tetap lakukan penyiraman dari atas sesekali

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/rocketmannprod) Bottom watering memang membantu mendistribusikan air secara merata, tetapi bukan berarti penyiraman dari atas harus sepenuhnya ditinggalkan. Ferguson menyarankan tanaman tetap disiram dari atas setiap beberapa bulan agar air dapat mengalir melewati media tanam dan membantu membersihkan penumpukan garam serta mineral.
Kalau ingin mencoba cara lain, Satch juga menyarankan metode kombinasi dengan menyiram tanaman dari atas sekaligus bawah. Tuangkan air ke bagian atas media tanam sampai tatakan terisi, diamkan sekitar 10 menit, lalu ulangi sampai air di tatakan tidak lagi terserap dan akhirnya buang sisa air setelah satu hari.
Dengan teknik yang tepat, bottom watering bisa menjadi alternatif untuk membantu tanaman mendapatkan air secara lebih merata. Pastikan pot memiliki drainase yang baik, pilih tanaman yang sesuai, dan jangan biarkan tanaman terus berada dalam genangan air. Dengan begitu, tanaman hias bisa tetap terhidrasi tanpa mengabaikan kondisi media tanam dan akarnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















