Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Menanam Microgreens, Sayuran Mungil Kaya Nutrisi

7 Cara Menanam Microgreens, Sayuran Mungil Kaya Nutrisi
Ilustrasi microgreens (unsplash.com/artellecreative)

Microgreens adalah tunas dari berbagai jenis sayuran yang dapat dipanen saat berusia 14-21 hari setelah semai. Membudidayakan microgreens tidaklah sulit. Kamu bisa melakukannya dari rumah dan tidak perlu lahan yang luas. Ikuti kiat-kiat menanam microgreens berikut ini agar kamu mendapat hasil panen maksimal.

1. Media tanam

Ilustrasi media tanam (pexels.com/greta-hoffman)
Ilustrasi media tanam (pexels.com/greta-hoffman)

Bahan utama dalam menanam microgreens adalah media tanam. Kamu bebas memilih media tanam sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan di rumah. Biasanya media tanam yang paling cocok untuk microgreens adalah rockwool, cocopeat, atau sekam bakar.

Jangan lupa untuk mencampur media tanam dengan pupuk. Perbandingan media tanam dan pupuk adalah 1:1, yang berarti satu sekop media tanam dan satu sekop pupuk. Jika kamu memilih rockwool, maka kamu perlu mencampur media tanam seperti tanah dan sekam bakar dengan pupuk.

2. Siapkan peralatan

Ilustrasi peralatan berkebun (pexels.com/gary-barnes)
Ilustrasi peralatan berkebun (pexels.com/gary-barnes)

Alat yang utama untuk menampung media tanam adalah wadah. Siapkan wadah dengan ukuran yang agak besar seperti Loyang, nampan, atau tray semai khusus. Lubangi bawah nampan semai untuk saluran drainase air. Alat lainnya yang digunakan adalah gunting untuk proses memanen.

Siapkan juga sprayer atau alat semprot untuk menyiram air. Kamu tidak bisa menyiram air langsung pada wadah, karena menyebabkan tanaman bisa tumbang karena microgreens punya struktur batang yang lunak. 

3. Siapkan benih

Ilustrasi semai benih (pexels.com/greta-hoffman)
Ilustrasi semai benih (pexels.com/greta-hoffman)

Benih untuk menanam microgreens sama dengan benih sayuran pada umumnya. Kamu bisa memilih benih sayuran sesuai dengan keinginanmu mulai dari bayam, kangkung, hingga brokoli.

Setiap benih punya ukuran yang berbeda. Ukuran benih bayam dan brokoli lebih kecil, jadi kamu bisa langsung menyemainya dalam tray. Untuk benih berukuran besar, seperti kacang kamu perlu merendamnya dulu selama 6-12 jam untuk mendapatkan benih yang berkualitas.

4. Proses semai

Ilustrasi tanaman (unsplash.com/verstappen_photography)
Ilustrasi tanaman (unsplash.com/verstappen_photography)

Masukkan media tanaman dalam tray atau nampan. Jika kamu menggunakan nampan, kamu bisa langsung menyebarkan benih sayuran di atas media tanam dengan rata. Kemudian, tutup kembali benih sayuran tersebut dengan media tanam.  

Jika kamu menggunakan tray semai, buatlah lubang yang tidak terlalu dalam di setiap kotak dengan menggunakan jarimu. Isi setiap lubang dengan satu benih sayuran, jika ukuran benih besar. Isi dua atau tiga benih jika benih sayuran berukuran kecil.

usahakan untuk tidak menanam dua jenis sayuran microgreens dalam satu nampan atau tray. Ini untuk memudahkan kamu saat proses perawatan dan panen. 

5. Setelah semai

Ilustrasi microgreens bayam (unsplash.com/deviyahya)
Ilustrasi microgreens bayam (unsplash.com/deviyahya)

Setelah benih tersimpan rapi dalam wadah, semprotkan air pada media tanam hingga basah. Jaga selalu kelembapan media tanam. Selama tiga hari pertama tutuplah wadah dengan plastik atau penutup, ini bertujuan untuk mempercepat benih microgreens berkecambah.

Letakkan wadah di tempat teduh. Jangan lupa untuk membuka penutup wadah untuk menyiramnya dengan air. Pastikan kapasitas air tidak terlalu banyak yang bisa menyebabkan benih membusuk di dalam tanah.

6. Perawatan microgreens

Ilustrasi merawat microgreens (pexels.com/mikhail-nilov)
Ilustrasi merawat microgreens (pexels.com/mikhail-nilov)

Setelah benih berkecambah dan memunculkan daun, kamu boleh membuka penutup wadah. Tempatkan tanaman di lokasi yang terbuka. Kenalkan tanaman pada matahari selama 3-4 jam sehari. Sebaiknya letakkan tanaman yang punya akses matahari cukup seperti jendela atau teras rumah.

Untuk menyiram tanaman, kamu bisa menggunakan sprayer atau semprotan air. Atau kamu bisa memercikkan air menggunakan tangan. Microgreens tidak terlalu membutuhkan banyak air. Tunggu sampai microgreens tumbuh dan dapat dipanen.

7. Panen microgreens

Ilustrasi memanen microgreens (unsplash.com/artellecreative)
Ilustrasi memanen microgreens (unsplash.com/artellecreative)

Kamu bisa memanen microgreens saat berusia 14-21 hari atau saat tanaman sudah mencapai 5-10 cm dan memiliki daun cukup lebar. Meskipun dipanen di usia relatif muda, microgreens mengandung nutrisi yang sama dengan sayuran dewasa. Kandungan gizi tergantung dengan jenis sayuran.

Untuk memanennya genggam microgreen lalu gunting bagian batang microgreens. Hindari memanen microgreens dengan mencabut langsung dari akarnya. Microgreens dapat bertahan satu minggu dalam lemari es. Dan paling enak jika langsung diolah setelah panen. 

Ikuti langkah di atas jika kamu berminat untuk menanam microgreens dari rumah. Microgreens bisa jadi bahan tambahan untuk membuat salad, sandwich, sup, atau makanan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us