Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengetahui Tanaman Kekurangan Air Tanpa Menyentuh Tanah

5 min read
5 Cara Mengetahui Tanaman Kekurangan Air Tanpa Menyentuh Tanah
ilustrasi tanaman layu (freepik.com/freepik)

Merawat tanaman hias di rumah atau kamar kos memang terlihat sederhana, tetapi menentukan kapan tanaman harus disiram terkadang membingungkan. Ada kalanya daun terlihat mulai layu, padahal kamu merasa baru saja menyiramnya beberapa hari lalu. Sebaliknya, tanaman yang masih tampak hijau belum tentu memiliki persediaan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.

Kalau kamu gak suka mengotori tangan dengan menyentuh tanah atau ingin memeriksa tanaman dengan cara yang lebih praktis, ada beberapa tanda visual yang bisa diamati. Tapi meski begitu, tanda-tanda tersebut perlu dibaca dengan cermat karena tanaman yang terlalu banyak air juga bisa menunjukkan gejala serupa.

  1. 1. Perhatikan daun yang mulai layu atau menggantung

    ilustrasi daun layu (pexels.com/El Capra)
    ilustrasi daun layu (pexels.com/El Capra)

    Cara paling mudah untuk mengetahui tanaman mungkin kekurangan air adalah mengamati posisi daunnya. Tanaman yang sehat umumnya memiliki daun dan batang yang terlihat kokoh sesuai karakter jenisnya. Ketika persediaan air tidak mencukupi, daun bisa kehilangan kekakuan, tampak lemas, dan menggantung ke bawah.

    Perubahan ini lebih mudah terlihat jika kamu membandingkan kondisi tanaman hari ini dengan penampilannya beberapa hari sebelumnya. Ahli hortikultura dari Virginia Cooperative Extension menjelaskan bahwa gejala awal tanaman yang mengalami kekurangan air adalah daun yang layu.

    "Gejala pertama tanaman yang kekurangan air adalah layunya dedaunan," tulis ahli hortikultura dalam panduan mereka Properly Watering Container Houseplants.

    Namun, jangan langsung menyiram tanaman hanya karena daunnya terlihat layu. University of Maryland Extension mengingatkan bahwa tanaman yang terlalu banyak air juga bisa layu akibat akar yang rusak atau membusuk. Karena itu, perhatikan tanda lainnya, seperti daun yang menguning, batang yang melembek, atau kondisi tanaman yang terus memburuk meskipun sudah disiram.

  2. 2. Cek apakah daun menggulung atau mengerut

    ilustrasi daun layu (pexels.com/chris-f-38966)
    ilustrasi daun layu (pexels.com/chris-f-38966)

    Selain layu, daun yang mulai menggulung juga bisa menjadi tanda tanaman sedang berusaha mengurangi kehilangan air. Bentuknya dapat berbeda-beda tergantung jenis tanaman. Ada daun yang menggulung ke dalam, ada yang melengkung ke bawah, dan ada pula yang terlihat mengerut sehingga permukaannya tidak lagi rata seperti biasanya.

    Virginia Cooperative Extension menjelaskan bahwa daun tanaman yang kekurangan air dapat menggulung ke atas atau ke bawah. Perubahan ini berkaitan dengan respons tanaman terhadap berkurangnya ketersediaan air.

    Sebagai langkah sederhana, kamu bisa membuat dokumentasi sederhana menggunakan kamera ponsel. Foto tanaman dari sudut yang sama setiap pagi atau beberapa hari sekali, lalu bandingkan bentuk daunnya. Cara ini membantu kamu mengenali perubahan yang mungkin luput dari perhatian.

    Namun, ingat bahwa daun menggulung juga dapat disebabkan oleh faktor lain. Misalnya seperti panas berlebih, gangguan hama, atau kondisi lingkungan lainnya, sehingga kamu tetap perlu memeriksa faktor-faktor tersebut.

  3. 3. Amati ujung dan tepi daun yang berubah menjadi cokelat

    ilustrasi daun kering (pexels.com/Markus Spiske)
    ilustrasi daun kering (pexels.com/Markus Spiske)

    Coba perhatikan bagian ujung dan tepi daun, terutama pada tanaman yang sebelumnya terlihat sehat. Jika bagian tersebut mulai berubah menjadi cokelat, tampak kering, atau terlihat rapuh, tanaman mungkin mengalami kekurangan air. Gejala ini bisa muncul secara bertahap, dimulai dari ujung daun sebelum meluas ke bagian tepinya.

    Virginia Cooperative Extension menerangkan bahwa daun yang mengalami kekeringan dapat menunjukkan kerusakan pada tepinya. Dalam panduan mereka, gejala tersebut dijelaskan sebagai leaf scorch, yaitu bagian tepi daun yang mengering dan berubah kecokelatan akibat stres.

    Untuk memantau kondisi tanaman, kamu bisa menandai tanggal ketika perubahan pertama kali terlihat dan mengambil foto bagian daun yang terdampak. Jangan langsung memangkas semua daun yang berubah warna karena bagian yang masih hijau mungkin tetap berfungsi.

    Perlu diketahui juga, ujung daun cokelat bukan tanda pasti kekurangan air. Kelembapan udara yang rendah, penumpukan mineral dari air, pemupukan berlebihan, dan gangguan hama juga dapat menimbulkan gejala serupa.

     

  4. 4. Perhatikan tanah yang menyusut dan menjauh dari tepi pot

    Ilustrasi media tanam tanaman hias (freepik.com/rawpixel.com)
    Ilustrasi media tanam tanaman hias (freepik.com/rawpixel.com)

    Tanpa menyentuh tanah, kamu juga bisa mengamati jarak antara permukaan media tanam dan dinding bagian dalam pot. Pada kondisi sangat kering, media tanam tertentu dapat menyusut sehingga terlihat celah di antara tanah dan tepi wadah. Jika celah ini muncul bersamaan dengan daun yang layu atau mengering, tanaman mungkin membutuhkan air.

    Virginia Cooperative Extension memasukkan kondisi media tanam yang menyusut dan menjauh dari tepi wadah sebagai salah satu tanda tanaman dalam pot mengalami kekurangan air. Mereka juga menyebutkan bahwa pot dan tanaman dapat terasa jauh lebih ringan ketika media tanam mengering.

  5. 5. Amati perubahan warna daun dan pertumbuhan tanaman

    ilustrasi media tanam yang tepat (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi media tanam yang tepat (freepik.com/jcomp)

    Perubahan warna juga bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi tanaman. Daun yang sebelumnya hijau segar mungkin terlihat lebih kusam atau berubah menjadi hijau keabu-abuan ketika tanaman mengalami kekurangan air. Pada kondisi yang berlangsung lebih lama, pertumbuhan daun baru dapat melambat, ukurannya menjadi lebih kecil, atau beberapa daun mulai mengering dan gugur.

    "Jika kondisi terlalu kering, tanaman akan layu dan berubah warna menjadi hijau keabu-abuan; sebaliknya, jika terlalu basah, tanaman akan menggugurkan daun atau daunnya menguning," dikutip dalam panduan Watering Indoor Plants  University of Maryland Extension.

    Agar lebih mudah mengenali perubahan tersebut, buat jurnal perawatan tanaman sederhana menggunakan buku catatan atau aplikasi ponsel. Catat tanggal penyiraman, kondisi daun, paparan sinar matahari, dan perubahan pertumbuhan. Jika daun menguning atau gugur, jangan langsung menambah air karena gejala tersebut juga dapat berkaitan dengan penyiraman berlebihan, pencahayaan yang kurang sesuai, atau gangguan akar.

    Mengetahui tanaman kekurangan air tanpa menyentuh tanah bisa dilakukan dengan mengamati beberapa tanda. Agar lebih akurat, gunakan foto berkala dan catatan penyiraman untuk membandingkan kondisi tanaman dari waktu ke waktu. Tapi ingat, tidak ada satu gejala yang selalu menjadi bukti pasti kekurangan air. Kenali kebutuhan setiap jenis tanaman dan periksa tanda-tandanya secara menyeluruh sebelum menyiram.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More