Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Saat Musim Hujan

Dinding berjamur
ilustrasi dinding berjamur (freepik.com/ilovehz)
Intinya sih...
  • Lap jamur dengan cuka atau air lemon untuk menghambat pertumbuhan jamur dan mengurangi bau apek.
  • Gunakan baking soda untuk jamur membandel, oleskan pasta baking soda pada area yang berjamur dan lap hingga bersih.
  • Pakai cairan pemutih dengan hati-hati, pastikan sirkulasi udara lancar saat penggunaan untuk menghindari gangguan pernapasan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering bikin rumah terasa lebih lembap. Dinding rumah yang lembap di musim hujan sering jadi tempat tumbuhnya jamur. Mula-mula akan muncul noda hitam kehijauan, bau apek, lalu cat mulai mengelupas tanpa sadar.

Tapi tidak perlu panik, kamu tidak harus melakukan perbaikan besar untuk mengatasinya. Ada langkah-langkah tanggap yang bisa kamu lakukan untuk membasmi jamur yang tentunya juga ramah di kantong. Yuk, kita bahas caranya satu per satu!

1. Lap jamur dengan cuka atau air lemon

Cuka dan air lemon
ilustrasi cuka dan air lemon (freepik.com/freepik)

Cuka dan air lemon bisa jadi langkah awal untuk mengatasi jamur ringan atau belum terlalu menyebar. Efeknya bikin pertumbuhan jamur terhambat akibat kandungan asamnya. Selain itu, cara ini juga bisa mengurangi bau apek pada dinding.

Caranya adalah campurkan cuka atau air lemon dengan sedikit air agar asamnya tidak terlalu kuat. Setelah itu, basahi kain bersih dan lap area dinding yang berjamur sampai nodanya berkurang. Lalu biarkan dindingnya mengering alami. Cara ini cocok untuk perawatan rutin pada area yang sering lembap, seperti dinding di sudut ruangan atau dekat jendela.

2. Gunakan baking soda untuk jamur membandel

ilustrasi baking soda (freepik.com/freepik)
ilustrasi baking soda (freepik.com/freepik)

Kalau jamur sudah agak tebal dan menempel kuat, kamu bisa beralih ke baking soda. Coba campurkan baking soda dengan air sampai membentuk pasta, lalu oleskan tipis pada area yang berjamur. Diamkan sebentar lalu gosok perlahan dengan spons atau sikat lembut agar noda jamur berkurang. Setelah itu, lap tembok sampai bersih lalu keringkan.

Hindari menggosok terlalu kuat agar dinding tidak rusak, apalagi kalau cat dindingmu sudah tua atau mulai rapuh. Untuk jamur yang membandul, kamu bisa mengulang prosesnya dua kali. Pastikan dinding benar-benar kering setelahnya agar jamur tidak tumbuh lagi.

3. Pakai cairan pemutih dengan hati-hati

Membuka botol cairan pemutih
ilustrasi membuka botol cairan pemutih (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Cairan pemutih memang terkenal sebagai pembersih yang efektif untuk jamur. Namun, penggunaannya perlu lebih hati-hati. Cara kerja pemutih adalah dengan mematikan jamur di permukaan dan membantu memudarkan noda. Akan lebih baik kalau kamu mengeceknya dulu di area kecil untuk memastikan tidak terjadi perubahan warna pada dinding.

Cara penggunaannya adalah campur pemutih dengan air, lalu aplikasikan pada dinding menggunakan spons atau kain. Diamkan selama beberapa menit, lap dan bersihkan, lalu biarkan dinding mengering. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan sirkulasi udara lancar saat proses pembersihan. Hal ini karena bau larutan pemutih cenderung menyengat dan bisa mengganggu pernapasan.

4. Segera keringkan dinding yang basah

Mengelap dinding dengan kain kering
ilustrasi mengelap dinding dengan kain kering (freepik.com/freepik)

Dinding lembap yang dibiarkan lama adalah surga bagi jamur, apalagi kalau ada rembesan atau cipratan air hujan yang sering diabaikan. Keringkan sesegera mungkin saat kamu melihat dinding basah agar jamur tidak berkembang. Lap pakai kain kering untuk menyerap air di permukaan atau gunakan kipas angin agar area cepat kering.

Setelah hujan deras, cek area dekat jendela, sudut plafon, atau dinding yang menghadap luar. Semakin cepat kamu bergerak, semakin kecil kemungkinan noda jamur muncul. Mengeringkann dinding jadi langkah pertahanan pertama yang sederhana tapi sangat menentukan dalam mencegah pertumbuhan jamur semakin luas.

5. Kurangi kelembapan ruangan

Membuka jendela rumah
ilustrasi membuka jendela rumah (unsplash.com/Nathaniel Yeo)

Melakukan pembersihan jamur akan terasa kurang maksimal kalau area tetap lembap. Kelembapan yang tinggi biasanya disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, ruangan jarang kena sinar matahari, atau kebiasaan menutup rapat semua jendela saat musim hujan. Cobalah untuk membuka jendela saat hujan reda agar kelembapan berkurang.

Kamu juga bisa menggunakan kipas angin untuk mengeringkan dinding. Fokuskan perhatian pada area yang pengang karena di sanalah spot favorit jamur. Jangan biarkan furnitur menempel rapat ke dinding karena bakal bikin kelembapan tertahan dan bikin jamur muncul.

Penanganan jamur akan lebih efektif kalau kamu menggabungkan langkah pencegahan dan pembersihan. Mulailah dari cara yang paling ringan seperti mengeringkan dinding serta mengurangi kelembapan ruangan. Kalau kamu konsisten, rumah jadi terasa lebih bersih, sehat, dan bebas jamur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Dari Genre Buku Ini, Kami Bisa Tebak Kamu Logis atau Intuitif

18 Jan 2026, 16:05 WIBLife