"Mulailah dengan satu elemen; bantal, karpet, atau bahkan nampan, lalu seimbangkan pola yang terstruktur itu dengan sesuatu yang lebih lembut dan bernuansa organik, seperti motif bunga atau tekstur alami. Kontras tersebut menciptakan kesan yang tertata apik dan berlapis, tanpa terlihat seperti dipaksakan mengikuti tema tertentu," ujar desainer interior Mary Patton dalam House Beautiful.
Checkered Lagi Tren, Begini Cara Pakainya di Rumah biar Gak Norak

Pola kotak-kotak atau checkered kembali mencuri perhatian dalam dunia dekorasi rumah. Motif yang identik dengan perpaduan kotak hitam dan putih ini sekarang hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari karpet, sarung bantal, taplak meja, hingga aksesori dapur. Selain memberikan kesan retro yang unik, pola ini juga bisa membuat ruangan terlihat lebih playful tanpa harus mengganti seluruh furnitur.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: motif checkered punya karakter visual yang cukup kuat. Jika terlalu banyak digunakan dalam satu ruangan, tampilannya bisa terasa ramai dan membuat dekorasi kehilangan keseimbangan. Untuk itu, berikut beberapa trik yang bisa kamu coba.
1. Mulai dari aksesori kecil agar tidak terlalu ramai

Kamar tidur kotak-kotak (Unsplash.com/Jelena Mirkovic) Kalau baru ingin mencoba tren checkered, jangan langsung mengaplikasikannya pada seluruh lantai atau dinding. Mulailah dari aksesori kecil seperti sarung bantal, tatakan gelas, nampan, vas, atau tempat tisu. Barang-barang ini relatif mudah dipindahkan dan diganti jika kamu merasa motifnya kurang cocok dengan suasana ruangan.
Sebagai contoh, letakkan satu bantal checkered hitam-putih di sofa berwarna krem atau tambahkan nampan bermotif kotak-kotak di atas meja kopi kayu. Kontras antara motif geometris dan warna netral membuat dekorasi terlihat menonjol tanpa mendominasi seluruh ruangan. Kamu juga bisa membuat sendiri sarung bantal bermotif checkered menggunakan kain dengan dua warna yang senada.
2. Pilih warna yang selaras dengan interior rumah

Ilustrasi dekorasi checkered (generated image by ChatGPT/Robertus Ari) Motif checkered tidak harus selalu hitam-putih. Kalau kamu menyukai interior yang hangat dan kalem, coba perpaduan krem dan cokelat, putih dan hijau sage, atau merah muda pastel dan putih. Warna-warna ini bisa memberikan kesan lebih lembut sehingga motif kotak-kotak tetap terlihat menarik tanpa terlalu mencolok.
Sebelum membeli dekorasi, perhatikan warna dominan ruangan. Jika dinding, sofa, dan furnitur sudah memiliki banyak warna, pilih checkered dengan kombinasi yang lebih sederhana. Sebaliknya, jika interior didominasi warna netral, kamu bisa menggunakan motif kotak-kotak dengan warna yang sedikit lebih berani sebagai aksen utama.
"Hal yang sama berlaku untuk warna, pilihlah nuansa yang lebih lembut atau netral jika motif papan catur dengan kontras tajam terasa terlalu mencolok," saran desainer interior Emma Ainscough, dalam wawancaranya dengan Homes & Gardens.
3. Padukan dengan furnitur polos dan material natural

Kasur dengan Sprei Kotak-kotak (Unsplash.com/Annie Spratt) Salah satu trik paling aman agar dekorasi checkered tidak terlihat norak adalah memasangkannya dengan furnitur yang sederhana. Misalnya, karpet kotak-kotak bisa menjadi pusat perhatian di ruang tamu dengan sofa polos, meja kayu, dan dinding berwarna netral. Jika karpet sudah memiliki pola yang kuat, kamu tidak perlu menambahkan banyak dekorasi bermotif serupa di sekitarnya.
Material natural seperti kayu, rotan, linen, dan keramik juga bisa membantu menciptakan keseimbangan visual. Pola checkered yang tegas akan terlihat lebih hangat ketika dipadukan dengan tekstur alami. Kamu bisa mencoba taplak meja checkered dengan kursi kayu, atau sarung bantal bermotif kotak-kotak di atas kursi rotan.
"Cobalah menerapkan motif tersebut melalui variasi tekstur, nuansa warna, atau material yang halus. Di kantor saya, saya menghadirkan efek papan catur menggunakan perabot kayu-sebagian berupa lemari berpintu dan sebagian lagi berupa rak terbuka. Pendekatan ini menyeimbangkan fungsi dan estetika sekaligus menciptakan ritme visual yang lembut tanpa membuat ruangan terasa penuh sesak," kata desainer Olga Doykhen, kepada House Beautiful.
4. Perhatikan ukuran kotak agar proporsional dengan ruangan

ilustrasi bedcover motif kotak-kotak (pexels.com/Anastasia Prideina) Ukuran kotak-kotak ternyata bisa memengaruhi kesan keseluruhan dekorasi. Motif dengan kotak besar cenderung terlihat tegas dan menjadi pusat perhatian, sedangkan kotak yang lebih kecil dapat memberikan kesan lebih detail. Karena itu, sesuaikan ukuran pola dengan luas area yang ingin kamu dekorasi.
Untuk kamar kos atau apartemen mungil, misalnya, kamu bisa memilih bantal kecil, alas meja, atau karpet dengan pola yang tidak terlalu mendominasi. Hindari menempatkan karpet checkered berukuran besar bersamaan dengan banyak aksesori bermotif serupa jika ruangan sudah memiliki banyak elemen visual. Sebaliknya, pada ruang yang cukup luas dan minim dekorasi, motif berukuran besar bisa menjadi aksen yang menarik.
"Motif papan catur tidak harus berupa ubin berukuran besar agar terlihat pas, ada banyak jenis kain yang mengadaptasi prinsip motif ini dalam skala yang jauh lebih kecil daripada yang mungkin kamu bayangkan," kata Emma Ainscough.
"Menurut saya, penentuan skala motif papan catur sangatlah penting agar tidak mendominasi motif lain; namun jika diterapkan dengan tepat, motif ini benar-benar dapat menyempurnakan interior yang berkarakter kuat," tambah Emma yang menekankan bahwa skala pola perlu disesuaikan agar checkered tidak mengalahkan elemen dekorasi lain.
5. Coba DIY checkered dengan cara yang mudah diubah

Ilustrasi dekorasi checkered (generated image by ChatGPT/Robertus Ari) Kalau ingin mengikuti tren tanpa banyak belanja, kamu bisa membuat dekorasi checkered sendiri. Salah satu idenya adalah mengecat nampan kayu polos dengan dua warna yang senada. Buat pola kotak-kotak menggunakan penggaris dan selotip kertas, lalu cat secara bergantian.
Setelah kering, gunakan lapisan pelindung yang sesuai dengan bahan dan tujuan pemakaian agar hasilnya lebih awet. Pilihan lainnya adalah membuat sarung bantal dari kain bermotif kotak-kotak atau menghias pot tanaman dengan pola serupa.
Jika tidak ingin mengecat barang secara permanen, gunakan kain, kertas dekoratif, atau aksesori yang bisa dilepas dan diganti. Cara ini sangat cocok untuk penghuni kos yang perlu mempertimbangkan aturan tempat tinggal dan ingin menghindari perubahan permanen pada furnitur.
Dekorasi checkered tidak harus terlihat berlebihan untuk bisa menarik perhatian. Kamu bisa memulainya dari satu aksesori, memilih warna yang cocok dengan interior, lalu menyeimbangkannya dengan furnitur polos dan material natural.





















