Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 DIY Rumah yang Justru Bikin Hunian Terlihat Murahan, Hindari!
ilustrasi mengecat dinding (pexels.com/ivansamkov)
  • Proyek DIY berisiko membuat hunian tampak murahan bila material, teknik, atau pemasangannya kurang tepat, meski tujuannya menghemat biaya dan mempercantik rumah.
  • Meja dapur motif marmer, backsplash tempel, panel imitasi bata atau batu, serta veneer plastik dinilai sulit meniru material asli dan rentan terlihat kurang rapi.
  • Penggunaan panel kayu berlebihan dan dekorasi bertema terlalu ramai dapat membuat ruang sesak; pilih aksen seperlunya, finishing rapi, serta material yang selaras dengan konsep rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melakukan proyek Do It Yourself (DIY) bisa menjadi cara untuk menghemat biaya sekaligus mempercantik hunian. Namun, pemilihan material dan pengerjaan yang kurang tepat, justru bisa membuat rumah terlihat murahan, berantakan, atau ketinggalan zaman.

Sebelum mulai merenovasi, ada baiknya kamu mengenali beberapa proyek DIY yang perlu dipertimbangkan kembali. Dengan begitu, hunian tetap terlihat menarik, rapi, dan nyaman dipandang tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan. Berikut proyek DIY yang berpotensi membuat hunian terlihat kurang menarik.

1. Mengecat meja dapur agar terlihat seperti marmer

ilustrasi dapur (pexels.com/curtisadams)

Mengecat permukaan meja dapur agar menyerupai marmer kerap dipilih untuk menghadirkan kesan mewah dengan biaya lebih hemat. Namun, membuat pola urat marmer yang terlihat alami, membutuhkan teknik khusus. Jika hasilnya kurang rapi, meja justru akan tampak seperti imitasi murahan.

Mengutip The Spruce, Dustin Wince, Direktur Estimasi dan Prakonstruksi di BOLT Builders, mengingatkan bahwa cara ini belum tentu memberikan hasil memuaskan. Sebagai alternatif, kamu bisa melakukan refinishing untuk memperbarui tampilan meja atau menggantinya dengan material berkualitas jika anggaran memungkinkan.

“Mengecat permukaan meja dapur agar terlihat seperti marmer, jarang sekali mampu menghasilkan kembali pola urat alami dan daya tarik marmer asli secara meyakinkan. Dan jika kamu bukan seorang seniman, hasilnya bisa dengan mudah terlihat murahan,” ujar Dustin Wince, Direktur Estimasi dan Prakonstruksi BOLT Builders, dikutip dari The Spruce.

2. Menggunakan pelapis dinding kayu secara berlebihan

ilustrasi wood paneling (pexels.com/pacific-business-park)

Pelapis dinding kayu atau wood paneling pernah populer untuk menghadirkan kesan hangat dan klasik pada hunian. Namun, penggunaan berlebihan, terutama di ruang utama dan ruang bawah tanah, bisa membuat ruangan terasa sesak dan mengalihkan perhatian dari elemen arsitektur lainnya.

Menurut Dustin Wince, penggunaan panel kayu yang kurang tepat justru dapat mengurangi daya tarik rumah. Sebagai alternatif, gunakan papan gipsum (drywall) dengan hasil akhir rapi dan warna cat yang sesuai agar ruangan terlihat lebih bersih, seimbang, dan tak lekang oleh waktu.

“Hal itu membuat rumah terlihat buruk karena tampilannya bisa terasa terlalu ramai atau justru mengalihkan perhatian dari elemen arsitektur lainnya. Dan jika pemasangannya tidak dilakukan dengan benar, hasilnya akan menjadi pemandangan yang merusak estetika rumahmu,” ujar Dustin Wince.

3. Memasang backsplash tempel di dapur

ilustrasi agen properti memeriksa ubin di dapur (pexels.com/rdne)

Ubin tempel atau peel-and-stick backsplash sering dipilih untuk memperbarui tampilan dapur tanpa renovasi besar. Meski praktis dan mudah dipasang, material ini sulit menyamai tekstur ubin asli. Motif atau sambungan yang kurang rapi juga bisa membuat dapur terkesan seperti hasil renovasi murahan.

Menurut Dustin Wince, ubin tempel lebih cocok digunakan sebagai solusi sementara untuk menutupi kerusakan ringan pada dinding. Untuk hasil yang lebih tahan lama, kamu bisa memilih ubin asli dengan motif dan warna yang sesuai dengan konsep dapur agar tampilannya lebih rapi dan harmonis.

“Akan terlihat buruk karena desainnya yang norak akan menarik perhatianmu karena alasan yang salah, serta membuat rumah terkesan seperti hasil renovasi murah yang dikerjakan oleh seseorang tanpa keahlian profesional,” ujar Dustin Wince.

4. Memasang panel dinding imitasi bata atau batu

ilustrasi pria memasang hiasan dinding tumbuhan imitasi (pexels.com/arina-krasnikova)

Panel imitasi bata atau batu kerap digunakan untuk menghadirkan kesan industrial, rustic, atau klasik tanpa biaya besar. Namun, pola yang berulang dan permukaan yang datar membuatnya mudah dikenali sebagai imitasi. Lapisan catnya juga rentan terkelupas, tergores, atau memudar sehingga dinding terlihat kurang terawat.

Jika ingin menghadirkan aksen bata atau batu, pertimbangkan penggunaan material asli pada satu bidang dinding sebagai titik fokus ruangan. Cara ini bisa memperkuat karakter interior tanpa perlu melapisi seluruh dinding. Dengan begitu, hunian tetap terlihat natural dan menarik tanpa dekorasi berlebihan.

5. Membuat ruangan dengan tema dekorasi yang terlalu ramai

ilustrasi kamar dengan wallpaper unik (pexels.com/cottonbro)

Kamar bertema hutan, bajak laut, atau karakter favorit bisa menjadi cara untuk mengekspresikan kepribadian penghuni rumah. Namun, jika tema diterapkan pada hampir semua elemen, mulai dari furnitur hingga mural dinding, ruangan justru bisa terlihat ramai, kurang harmonis, dan membosankan.

Wince menyarankan agar dekorasi bertema tetap selaras dengan konsep interior rumah. Cukup tambahkan aksesori, karya seni, atau ornamen kecil yang mencerminkan tema favorit agar ruangan tetap memiliki karakter tanpa terkesan berlebihan.

6. Menggunakan furnitur berlapis veneer plastik

ilustrasi ruangan berisikan furniture (pexels.com/emrecan)

Furnitur berlapis veneer plastik atau laminasi kerap dipilih untuk memperbarui tampilan interior dengan biaya terjangkau. Namun, pemasangan yang kurang rapi bisa membuat furnitur terlihat belum selesai, sementara lapisannya rentan mengelupas, tergores, atau memudar seiring waktu.

Jika anggaran belum cukup untuk membeli furnitur baru, kamu bisa mengecat ulang atau memberi pewarna pada perabot yang masih layak pakai. Furnitur berangka logam juga bisa menjadi alternatif karena relatif mudah diperbarui. Dengan begitu, tampilan rumah tetap menarik tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk mengganti seluruh perabot.

Mempercantik rumah gak harus selalu mahal, asalkan kamu cermat memilih material dan menyesuaikannya dengan konsep hunian. Jadi, sebelum mulai DIY, pastikan hasilnya bukan cuma hemat biaya, tetapi juga bikin rumah makin estetik dan nyaman dipandang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article