ilustrasi kulit pisang (pexels.com/shvetsproduction)
Kulit pisang memang mengandung kalium, tetapi bukan berarti bisa memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman. Tanaman tetap memerlukan unsur hara lain, seperti nitrogen dan fosfor, agar dapat tumbuh optimal.
Selain itu, kulit pisang yang membusuk dapat mengundang lalat, tikus, hingga hama lainnya. Proses penguraiannya juga cukup lambat sehingga nutrisi tidak langsung tersedia bagi tanaman. Sebagai alternatif, gunakan kompos atau pupuk organik yang kandungan nutrisinya lebih seimbang.
"Tanaman mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup karena ketidakseimbangan ini. Berbeda dengan pupuk sintetis, bahan alami terurai secara perlahan sehingga unsur hara juga dilepaskan secara bertahap. Jika tanaman membutuhkan nutrisi dengan segera, proses ini justru dapat memperlambat pertumbuhannya," ujar Jane Dobbs, ahli berkebun sekaligus gardening team lead di Allan's Gardeners, dikutip dari Real Simple.