"Kamu perlu mencabut gulma sebanyak mungkin, termasuk hingga ke bagian akarnya, agar tidak tumbuh kembali. Agar proses pencabutannya lebih mudah, cabut gulma secara manual menggunakan pisau penyiang (weeding knife) untuk memastikan seluruh akar ikut terangkat dan tidak tertinggal di dalam tanah," ujar Andy McLaughlin, Direktur Penjualan dan Operasional RF Paving, dikutip dari Martha Stewart.
5 Cara Alami Basmi Gulma di Celah Paving, Gak Perlu Pakai Bahan Kimia!

- Artikel membahas lima cara alami menghilangkan gulma di celah paving tanpa bahan kimia, menggunakan metode sederhana yang ramah lingkungan dan mudah dilakukan di rumah.
- Beberapa bahan alami seperti air mendidih, baking soda, dan cuka putih dijelaskan efektif membasmi gulma dengan prinsip merusak jaringan tanaman hingga akar.
- Menanam tanaman penutup tanah disarankan sebagai langkah pencegahan agar gulma sulit tumbuh kembali sekaligus mempercantik tampilan area paving.
Gulma yang tumbuh di sela-sela paving memang terlihat sepele. Akan tetapi, jika itu dibiarkan bisa membuat halaman, teras, atau jalan setapak tampak kurang terawat. Selain mengganggu penampilan, akar gulma juga berpotensi memperlebar celah antar paving seiring waktu. Kabar baiknya, kamu gak harus selalu mengandalkan herbisida berbahan kimia untuk mengatasinya.
Ada banyak cara alami yang bisa membantu membasmi sekaligus mencegah gulma tumbuh kembali. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahannya juga mudah ditemukan di rumah. Yuk, simak beberapa cara alami mengatasi gulma di sela paving berikut ini!
1. Cabut gulma hingga ke akarnya

Langkah pertama yang paling efektif adalah mencabut gulma secara manual sebelum jumlahnya semakin banyak. Cara ini membantu mengurangi peluang gulma tumbuh kembali karena akarnya ikut terangkat dari dalam tanah. Kamu bisa menggunakan pisau penyiang gulma atau obeng pipih untuk memudahkan proses mencabutnya di sela paving yang sempit.
Semakin muda gulma, semakin mudah pula mencabutnya. Karena itu, biasakan memeriksa area paving secara rutin agar gulma tidak telanjur berbunga dan menyebarkan biji. Perawatan sederhana yang dilakukan secara berkala juga jauh lebih mudah dibanding membersihkan gulma yang sudah telanjur menyebar.
2. Siram menggunakan air mendidih

Air mendidih menjadi salah satu solusi alami yang paling praktis untuk membasmi gulma kecil di sela paving. Suhu panas akan merusak jaringan tanaman sehingga gulma cepat layu hanya dalam waktu singkat. Cara ini cocok digunakan jika jumlah gulma belum terlalu banyak.
Meski demikian, air mendidih umumnya hanya membunuh bagian tanaman yang terlihat di permukaan. Jika akar masih hidup, gulma berpotensi tumbuh kembali dalam beberapa waktu. Oleh karena itu, metode ini akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan mencabut akar gulma terlebih dahulu.
"Cukup tuangkan air mendidih langsung ke gulma. Pastikan kamu berhati-hati dengan menggunakan sarung tangan atau perlengkapan pelindung lainnya jika diperlukan," ujar Andy McLaughlin.
3. Gunakan baking soda sebagai alternatif alami

Baking soda juga bisa dimanfaatkan untuk membasmi gulma yang tumbuh di celah paving. Kandungan garam di dalamnya membantu mengurangi kadar air pada jaringan tanaman sehingga gulma perlahan mengering dan mati. Cara ini paling efektif digunakan pada gulma kecil yang baru mulai tumbuh.
Kamu bisa menaburkan baking soda langsung ke gulma atau mencampurkannya dengan sedikit air menjadi larutan semprot. Sebaiknya aplikasikan saat cuaca cerah dan tidak berangin agar hasilnya lebih maksimal. Hindari mengenai tanaman hias di sekitarnya karena baking soda juga dapat memengaruhi tanaman lain.
"Baking soda bekerja membunuh tanaman karena kandungan garam yang terdapat di dalamnya. Garam tersebut membuat tanaman kehilangan kelembapan, sehingga sulit menyerap air yang pada akhirnya menyebabkan tanaman mati," ujar Ryan Walts, Training Manager dan Business Coach di Lawn Squad, dikutip dari Martha Stewart.
4. Semprotkan larutan cuka secukupnya

Cuka putih mengandung asam asetat yang dapat merusak dinding sel tanaman sehingga gulma kehilangan cairan dan akhirnya mati. Agar lebih efektif, kamu bisa menambahkan beberapa tetes sabun cuci piring supaya larutan lebih mudah menempel pada daun gulma. Cara ini praktis karena bahan-bahannya mudah ditemukan di rumah.
Meski begitu, cuka termasuk herbisida yang tidak selektif sehingga juga bisa merusak tanaman lain jika terkena semprotan. Karena itu, semprotkan hanya pada gulma dan hindari mengenai bunga atau tanaman hias di sekitarnya. Gunakan secukupnya dan secara berkala agar hasilnya lebih optimal.
5. Tanam tanaman penutup tanah di sela paving

Setelah gulma dibersihkan, kamu bisa mencegahnya tumbuh kembali dengan menanam tanaman penutup tanah (ground cover). Tanaman ini mengisi celah paving sehingga gulma kesulitan memperoleh cahaya, air, dan nutrisi untuk berkembang. Bonusnya, area taman juga akan terlihat lebih hijau dan rapi.
Di Indonesia, kamu bisa memilih tanaman penutup tanah yang lebih sesuai dengan iklim tropis, seperti sedum jenis yang tahan panas atau rumput gajah mini. Kehadiran tanaman ini membuat ruang tumbuh gulma semakin terbatas sehingga kemunculannya dapat ditekan. Cara ini menjadi solusi alami yang minim perawatan sekaligus mempercantik lanskap rumah.
Membersihkan gulma di sela paving sebenarnya tidak harus selalu menggunakan herbisida berbahan kimia. Dengan perawatan rutin dan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tepat, area paving di rumah bisa tetap bersih, rapi, sekaligus lebih ramah bagi lingkungan.





















