Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Tangkai Bunga Anggrek Perlu Dipangkas? Periksa Kondisinya!
ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)

Punya anggrek yang bunganya mulai layu bukan berarti tangkainya harus langsung dipotong. Waktu dan cara memangkas perlu disesuaikan dengan kondisi tangkai serta jenis anggrek karena setiap tanaman bisa memiliki respons yang berbeda. Kalau dilakukan sembarangan, pemangkasan justru dapat mengganggu pertumbuhan atau peluang tanaman untuk kembali berbunga.

Sebelum mengambil gunting, perhatikan warna tangkai, kondisi bunga, dan tanda-tanda pertumbuhan baru pada tanaman. Tangkai yang masih hijau terkadang masih bisa menghasilkan bunga, sedangkan tangkai yang sudah cokelat dan kering umumnya dapat dipangkas. Supaya anggrek bisa berpeluang untuk kembali berbunga, ketahui kapan tangkai bunga perlu dipangkas lewat artikel berikut ini!

1. Pangkas ketika tangkai sudah cokelat dan kering

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/aliefbaldwin)

Tangkai anggrek yang sudah cokelat, kering, dan gak menunjukkan tanda pertumbuhan umumnya dapat dipangkas. Bagian yang mati tidak lagi mendukung pembungaan, tetapi jangan langsung memotong semua tangkai setelah bunga layu karena sebagian anggrek masih bisa berbunga kembali dari tangkai yang sama.

“Sebagai aturan umum, jika bunganya masih hijau, biarkan. Jika berubah cokelat dan kering, potong,” ujar Valeria Valkova, head of nursery di McBean’s Orchids, dikutip dari Homes & Gardens.

Karena itu, perhatikan warna dan kondisi tangkai sebelum memangkasnya. Jika masih hijau dan sehat, periksa node atau titik tumbuh yang mungkin masih aktif, sedangkan tangkai yang benar-benar kering dan mati umumnya dapat dipotong hingga mendekati pangkal sesuai karakter tanaman.

2. Tangkai hijau bisa dipangkas pada bagian tertentu

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/magdaehlerspexels)

Kalau tangkai masih hijau setelah bunga terakhir layu, jangan buru-buru memotongnya sampai pangkal. Pada beberapa anggrek, tangkai sehat masih memiliki node atau tonjolan kecil yang dapat menjadi titik tumbuh bunga baru. Karena itu, sebagian tangkai bisa dipangkas untuk mempertahankan peluang tanaman berbunga kembali.

“Hitung tiga node tonjolan pada tangkai tempat bunga individual muncul lalu gunakan gunting yang sudah disterilkan untuk memotong ujung tangkai bunga sepenuhnya,” ujar Bruce Rogers, ahli anggrek dan penulis The Orchid Whisperer, Expert Secrets for Growing Beautiful Orchids, dikutip dari Martha Stewart.

Pemangkasan pada bagian tertentu dapat mendorong cabang bunga baru dari node yang masih aktif. Namun, gak semua anggrek akan berbunga kembali pada tangkai yang sama sehingga hasilnya bisa berbeda. Jika tanaman sedang lemah atau gak sehat, sebaiknya prioritaskan pemulihannya sebelum memangkas.

3. Hindari memangkas saat anggrek sedang berbunga

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui)

Waktu pemangkasan penting karena anggrek sebaiknya gak dipotong sembarangan saat masih berbunga. Pemangkasan lebih baik dilakukan ketika tanaman mulai memasuki fase pertumbuhan aktif, yang ditandai dengan munculnya akar atau daun baru. Dengan begitu, tanaman dapat mengarahkan energinya pada pertumbuhan setelah masa berbunga selesai.

“Jangan membagi atau memangkas tanaman sebelum atau selama berbunga karena hal itu dapat memperpendek umur bunga dan menghambat pertumbuhannya pada musim tersebut,” ujar Marc Hachadourian, director of Glasshouse Horticulture sekaligus senior curator of orchids di New York Botanical Garden, dikutip dari Martha Stewart.

Jadi, biarkan anggrek yang masih sehat menyelesaikan masa berbunganya. Setelah bunga terakhir layu dan muncul pertumbuhan baru, kamu bisa mempertimbangkan pemangkasan sesuai kondisi tangkainya.

4. Gunakan alat yang bersih dan tajam

ilustrasi wanita memangkas bunga (pexels.com/cottonbro)

Selain menentukan waktu yang tepat, kondisi alat juga gak kalah penting saat memangkas tangkai anggrek. Gunakan gunting atau alat pemangkas yang tajam dan sudah disterilkan agar potongan lebih bersih serta membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit. Sterilisasi alat perlu dilakukan setiap kali akan memangkas, terutama jika sebelumnya digunakan pada tanaman lain.

Jika tangkai masih hijau, pemangkasan dapat dilakukan pada bagian yang memiliki node sesuai kebutuhan tanaman. Sementara itu, tangkai yang sudah benar-benar cokelat dan kering umumnya dapat dipotong hingga mendekati pangkal, meski cara pemangkasan tetap perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing anggrek. Jika kamu belum yakin, periksa kondisi tangkai dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan sebelum menentukan bagian yang akan dipotong.

Dengan memahami kondisi tangkai, kamu gak perlu buru-buru mengambil gunting setelah bunga anggrek layu. Pangkas pada waktu dan bagian yang tepat agar tanaman tetap sehat dan memiliki peluang untuk kembali berbunga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article