Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Menanam yang Sebenarnya Menyakiti Tanaman, Hindari!
ilustrasi menanam (pexels.com/wildlittlethingsphoto)

Merawat tanaman bukan cuma soal rutin menyiram atau memberikan pupuk agar tumbuh subur. Cara menanam yang keliru juga bisa membuat tanaman stres, sulit berkembang, bahkan mati. Sayangnya, beberapa kesalahan ini cukup umum dilakukan karena terlihat sepele dan dianggap bisa membantu tanaman tumbuh lebih baik.

Padahal, waktu menanam, ukuran dan kedalaman lubang, hingga jumlah pupuk perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi kondisi tanaman sejak awal pertumbuhannya. Supaya gak keliru, simak beberapa kebiasaan menanam yang ternyata bisa menyakiti tanaman berikut ini!

1. Menanam saat matahari sedang terik

ilustrasi menanam (pexels.com/wildlittlethingsphoto)

Memindahkan atau menanam tanaman saat cuaca sedang sangat panas dapat membuat tanaman menghadapi dua tekanan sekaligus. Dikutip dari The Spruce, Debbie Neese, ahli hortikultura, menyebut kondisi tersebut sebagai transplant shock dan heat stress. Menurutnya, waktu menanam sebaiknya diperhatikan agar tanaman gak langsung menghadapi panas yang ekstrem setelah dipindahkan.

“Ketika kamu memindahkan tanaman pada saat suhu sedang paling panas, kamu membuat tanaman harus menghadapi dua tekanan besar secara bersamaan, yaitu stres akibat pemindahan dan stres akibat panas,” ujar Debbie Neese.

Neese menyarankan menanam pada pagi hari atau sore ketika suhu lebih sejuk. Waktu tersebut memberi kesempatan bagi tanaman untuk beradaptasi dan mulai membentuk akar tanpa harus menghadapi kondisi panas yang ekstrem sejak awal. Jadi, hindari memindahkan tanaman saat matahari sedang terik.

2. Menggali lubang tanam terlalu besar atau dalam

ilustrasi menanam pohon (pexels.com/alfomedeiros)

Ada anggapan bahwa menggali lubang yang lebih dalam akan membuat tanaman tumbuh lebih baik. Namun, Neese menjelaskan bahwa anggapan tersebut justru keliru karena lubang yang terlalu dalam dapat membatasi aliran oksigen menuju akar. Karena itu, kedalaman lubang perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman yang akan ditanam.

“Banyak orang yang berkebun percaya bahwa menanam lebih dalam itu lebih baik, tetapi anggapan tersebut justru sangat keliru,” ujar Debbie Neese.

Mengutip dari The Spruce, lubang tanam sebaiknya dibuat setinggi tanaman di dalam wadahnya, dikurangi sekitar setengah inci untuk drainase yang baik. Setelah tanaman ditempatkan, isi kembali lubang dengan tanah yang gembur dan sudah diperbaiki, bukan tanah yang padat. Cara tersebut membantu menjaga kondisi akar tetap sehat.

3. Menanam tanaman terlalu dalam

ilustrasi menanam (pexels.com/binyaminmellish)

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menanam tanaman lebih dalam daripada posisi tanah di wadah asalnya. Dikutip dari Real Simple, Nathan Heinrich, hortikulturis dan desainer botani, menjelaskan bahwa sebagian besar tanaman gak tumbuh dengan baik jika ditanam lebih dalam dari permukaan tanah sebelumnya. Bahkan, tambahan tanah hanya satu atau dua inci di sekitar pangkal tanaman dapat menimbulkan masalah.

“Bahkan tambahan tanah setebal satu atau dua inci di sekitar pangkal tanaman saja sudah cukup untuk menyebabkan pembusukan batang dan membuat tanaman mati,” ujar Nathan Heinrich.

Heinrich menjelaskan bahwa tanaman yang ditanam terlalu dalam bisa mengalami masalah pada batang yang tertutup tanah. Karena itu, hindari menambahkan tanah berlebihan di sekitar pangkal tanaman. Kamu bisa menggunakan mulsa organik seperti kulit kayu cedar atau humus untuk mempertahankan kelembapan dan menambah nutrisi, tetapi jangan sampai menyentuh batang dan cabang bawah tanaman.

4. Memberikan terlalu banyak pupuk

ilustrasi menanam (pexels.com/wildlittlethingsphoto)

Pupuk memang dibutuhkan tanaman, tetapi pemberian berlebihan justru bisa menimbulkan masalah. Debbie Neese menjelaskan bahwa terlalu banyak pupuk dapat membakar akar, membuat daun tumbuh berlebihan dengan mengorbankan bunga atau buah, serta membuat tanaman lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Jadi, memberi pupuk lebih banyak gak selalu membuat tanaman tumbuh lebih baik.

“Memberikan terlalu banyak pupuk dapat membakar akar, mendorong pertumbuhan daun secara berlebihan sehingga mengorbankan bunga atau buah, dan bahkan membuat tanaman lebih rentan terhadap hama serta penyakit,” ujar Debbie Neese.

Neese menyarankan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan pupuk. Ia juga menyebut pupuk lepas lambat biasanya lebih mudah ditoleransi tanaman dibandingkan pupuk yang bekerja cepat. Dengan begitu, tanaman mendapatkan pertumbuhan yang lebih stabil tanpa mengalami kelebihan pupuk.

Jadi, kebiasaan yang terlihat sepele saat menanam ternyata bisa membuat tanaman mengalami masalah sejak awal pertumbuhannya. Yuk, lebih cermat saat menanam agar tanaman punya kondisi yang tepat untuk tumbuh dengan baik!

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article