"Pertimbangkan untuk mencuci pakaian gelap dengan air dingin, lalu keringkan di udara. Air panas dan pengeringan pakaian di mesin pengering dapat menyebabkan pemudaran terjadi lebih cepat," demikian panduan American Cleaning Institute tentang Keep Dark Clothes from Fading.
Kenapa Baju Hitam Cepat Pudar? Kebiasaan Mencuci Ini Bisa Jadi Penyebab

Punya kaus hitam favorit yang awalnya pekat dan terlihat seperti baru, tetapi beberapa bulan kemudian warnanya mulai berubah menjadi kusam? Biasanya bagian yang paling terlihat adalah area bahu, kerah, lengan, atau bagian depan baju yang sering bergesekan. Padahal, rasanya baju tersebut tidak pernah diperlakukan secara aneh.
Baju sebenarnya sudah dicuci, dijemur, dilipat, lalu dipakai lagi seperti biasa. Tapi ternyata, rutinitas mencuci sehari-hari bisa ikut mempercepat perubahan warna tersebut.
1. Kamu mencuci baju hitam dengan air panas

ilustrasi air panas (pexels.com/Anna Shvets) Mungkin selama ini kamu mengira air panas akan membuat pakaian lebih bersih. Untuk beberapa kondisi tertentu, suhu air memang berperan dalam proses pencucian. Namun, untuk pakaian berwarna gelap, terutama jika label perawatannya tidak menyarankan air panas, kebiasaan ini justru dapat mempercepat hilangnya warna.
Jadi, untuk baju hitam yang tidak terlalu kotor, gunakan air dingin atau suhu yang direkomendasikan pada label pakaian. Jangan menganggap semakin panas airnya berarti semakin bagus hasilnya. Justru, kebiasaan menggunakan suhu yang lebih rendah sesuai petunjuk perawatan dapat membantu mengurangi risiko warna cepat berubah.
2. Baju hitam dicuci dalam keadaan tidak dibalik

ilustrasi mesin cuci (unsplash.com/PlanetCare) Coba perhatikan bagian luar baju hitam yang paling cepat terlihat pudar. Biasanya area tersebut adalah bagian yang sering bergesekan dengan tubuh, pakaian lain, atau permukaan mesin cuci. Saat proses pencucian berlangsung, gesekan terus-menerus dapat memengaruhi permukaan serat dan membuat warna terlihat semakin kusam.
"Kamu ingin menggerakkan pakaian sesedikit mungkin," kata Sally Hughes, pendiri perusahaan produk laundry Kair, menyarankan agar pakaian hitam dibalik sebelum dicuci dikutip dari The Guardian.
Dia merekomendasikan untuk membalik pakaian dan mencuci dengan siklus dingin dan lembut, serta menghindari pengering mesin jika memungkinkan. Jadi bagian dalam pakaian akan lebih banyak menerima gesekan selama pencucian sehingga permukaan luar yang terlihat tetap lebih terlindungi.
3. Mesin cuci terlalu penuh sampai pakaian saling bergesekan

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/stevepb) Ada kepuasan tersendiri ketika satu keranjang cucian berhasil masuk semua ke mesin. Sekali pencet tombol, pekerjaan terasa selesai. Tetapi kalau tabung terlalu penuh, pakaian tidak memiliki ruang yang cukup untuk bergerak secara leluasa dan gesekan antarkain bisa semakin tinggi.
Jadi, jangan menjadikan kapasitas maksimal mesin sebagai target setiap kali mencuci. Pisahkan pakaian jika tabung sudah terlalu padat, terutama ketika mencuci pakaian hitam berbahan tipis atau pakaian yang ingin kamu pertahankan warnanya.
4. Kamu salah memilih deterjen atau menggunakan terlalu banyak

ilustrasi deterjen untuk mencuci pakaian (pexels.com/RDNE Stock project) Ada beberapa jenis detergen yang bisa merusak warna baju, terutama hitam. Jadi setiap membeli deterjen, kamu perlu membaca label pada petunjuk. Jika kamu salah pilih, maka ada kemungkinan baju hitam kamu semakin lama akan memudar. Ada baiknya kamu memilih deterjen yang aman untuk warna hitam.
"Ada produk deterjen yang diformulasikan untuk mengurangi pemudaran warna. Pastikan untuk membaca label produk dan mencari fitur seperti pelindung warna atau 'untuk hitam' atau 'pakaian gelap'," demikian panduan American Cleaning Institute.
Selain itu, gunakan deterjen sesuai takarannya. Menambahkan deterjen melebihi takaran tidak otomatis membuat pakaian semakin bersih. Sebaliknya, residu produk yang tertinggal dapat membuat permukaan kain terlihat kusam. American Cleaning Institute menyarankan agar produk laundry digunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan instruksi pada label pakaian.
Jadi, jangan menggunakan deterjen berdasarkan seberapa “wangi” hasilnya setelah dicuci. Gunakan takaran yang sesuai dengan jumlah cucian, tingkat kekotoran, dan petunjuk produk. Untuk pakaian hitam yang ingin dipertahankan warnanya, pilih deterjen yang sesuai dengan jenis kain dan hindari produk pemutih atau bahan pencerah yang tidak direkomendasikan untuk pakaian gelap.
5. Setelah dicuci, baju hitam dijemur di bawah matahari terik

ilustrasi kaus hitam (pexels.com/Anna Nekrashevich) Setelah mencuci, rasanya memang paling praktis menggantung semua pakaian di tempat yang terkena matahari langsung. Apalagi kalau ingin pakaian cepat kering. Namun, paparan cahaya dalam waktu lama juga merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi warna tekstil.
Rebecca Van Amber, ilmuwan tekstil dari RMIT University, juga menjelaskan bahwa jenis serat memengaruhi bagaimana pewarna berinteraksi dengan air dan seberapa tahan warna tersebut. Ini bisa memengaruhi cara pewarnaan dan seberapa tahan luntur warnanya. Misalnya, karena serat alami sangat menyerap air, pewarna yang digunakan sangat mudah larut.
"Berbagai jenis serat berinteraksi dengan air secara berbeda,” jelas Van Amber kepada The Guardian.
Karena itu, setelah mencuci baju hitam, keringkan dengan cara yang sesuai label. Jika memungkinkan, pilih tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara baik. Hal ini bisa membantu mempertahankan warna pada pakaian.
Baju hitam memang pada akhirnya bisa mengalami perubahan warna karena pemakaian dan pencucian berulang. Namun, bukan berarti kaus atau celana favorit harus cepat berubah. Coba mulai dari kebiasaan sederhana seperti yang sudah dijelaskan di atas.
























