“Kesalahan yang kerap terjadi saat menata dapur kecil adalah penggunaan ruang yang kurang tepat, sehingga dapur terasa sempit, berantakan, dan tidak nyaman untuk dilalui,” ujar Artem Kropovinsky, desainer interior, dikutip dari Homes and Gardens.
Kenapa Dapur Kecil Justru Sering Terlihat Lebih Berantakan?

- Ruang terbatas membuat setiap barang lebih “terlihat”
- Terlalu banyak fungsi dalam satu area
- Permukaan meja mudah dipenuhi barang
Dapur kecil kerap dianggap lebih praktis karena ukurannya yang ringkas. Namun, pada kenyataannya ruang yang terbatas justru membuat dapur lebih mudah terlihat berantakan meski hanya ada sedikit barang yang tidak tertata. Akibatnya, dapur pun terasa sempit dan kurang nyaman digunakan.
Keterbatasan ruang membuat setiap detail di dapur kecil lebih mudah terlihat oleh mata. Barang yang diletakkan sembarangan langsung menciptakan kesan semrawut. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui alasan kenapa dapur kecil sering tampak lebih berantakan.
1. Ruang terbatas membuat setiap barang lebih “terlihat”

Pada dapur kecil, setiap sudut ruang memiliki peran yang sangat penting. Ketika satu area saja dipenuhi barang, kesan penuh langsung terasa. Hal ini membuat dapur tampak berantakan meskipun jumlah barangnya sebenarnya tidak banyak.
Berbeda dengan dapur besar yang mampu “menyembunyikan” kekacauan kecil, dapur mungil tidak memiliki kemewahan tersebut. Barang yang diletakkan di meja atau sudut dapur langsung mencuri perhatian. Akibatnya, dapur terlihat penuh dan sesak dalam waktu singkat.
2. Terlalu banyak fungsi dalam satu area

Dapur kecil sering dijadikan tempat menyimpan berbagai kebutuhan rumah tangga. Mulai dari alat masak, bahan makanan, hingga barang yang sebenarnya bisa disimpan di ruangan lain. Akibatnya, dapur kehilangan fokus sebagai area memasak.
Ketika semua fungsi menumpuk di satu ruang, keteraturan pun sulit dijaga. Aktivitas di dapur terasa semakin terbatas. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat dapur kecil terlihat jauh lebih berantakan.
3. Permukaan meja mudah dipenuhi barang

Countertop pada dapur kecil biasanya memiliki ukuran yang sangat terbatas. Begitu ada beberapa barang diletakkan di atasnya, ruang kosong langsung habis. Akibatnya, dapur tampak penuh meski hanya digunakan untuk aktivitas ringan.
“Kesalahan paling sering yang kami temui di dapur kecil adalah kebiasaan membiarkan peralatan dapur terus menumpuk di atas meja,” ujar Kiley Jackson dan Aileen Warren dari Jackson Warren Interiors, dikutip dari Homes and Gardens.
Permukaan meja yang penuh secara visual langsung memberi kesan tidak rapi. Inilah yang membuat dapur kecil terlihat kacau dalam waktu singkat.
4. Penyimpanan tidak efisien dan sulit dijangkau

Banyak dapur kecil memiliki sistem penyimpanan yang kurang optimal. Rak tinggi atau sudut sempit sering digunakan untuk menyimpan barang yang justru dipakai setiap hari. Hal ini membuat orang enggan mengembalikan barang ke tempat semula.
Saat menyimpan barang terasa merepotkan, opsi termudah adalah meletakkannya di luar. Lama-kelamaan, kebiasaan ini menciptakan tumpukan barang di berbagai sudut dapur. Alhasil, dapur kecil tetap terlihat berantakan meski sudah dibersihkan.
5. Terlalu banyak barang yang jarang digunakan

Salah satu penyebab dapur kecil cepat berantakan adalah menyimpan terlalu banyak barang yang jarang dipakai. Peralatan musiman atau alat masak khusus sering memenuhi lemari dan rak. Padahal, barang-barang ini tidak benar-benar dibutuhkan setiap hari.
Keberadaan barang yang jarang digunakan hanya menambah kepadatan visual. Ruang penyimpanan pun jadi cepat penuh. Akibatnya, barang yang sering dipakai tidak memiliki tempat yang ideal.
Dapur kecil memang membutuhkan penataan yang lebih cermat dibandingkan dapur berukuran besar. Bukan soal luas ruangannya, melainkan bagaimana cara menyimpan dan menjaga kerapian secara konsisten.

















