Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Rumah Cepat Berdebu Setelah Dibersihkan? Mungkin Ini Alasannya!
ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Ron Lach)

Pernah merasa baru saja menyapu, mengepel, dan mengelap furnitur, tetapi beberapa jam kemudian debu sudah terlihat lagi? Permukaan meja kembali kusam, sudut lantai dipenuhi partikel kecil, dan rak yang baru dibersihkan seolah tidak pernah disentuh. Situasi ini memang menjengkelkan, apalagi jika kamu sudah meluangkan waktu cukup lama untuk membersihkan rumah.

Namun, rumah yang cepat berdebu tidak selalu berarti kamu kurang rajin membersihkannya. Debu bisa berasal dari luar ruangan, serat kain, kulit mati manusia, bulu hewan peliharaan, hingga aktivitas sehari-hari. Berikut lima penyebab rumah cepat berdebu beserta cara sederhana untuk mengatasinya.

1. Debu dari luar rumah masuk lewat pintu dan jendela

ilustrasi membersihkan rumah (freepik.com/freepik)

Salah satu penyebab rumah cepat berdebu adalah partikel dari luar yang masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, atau celah bangunan. Debu jalanan, tanah yang terbawa alas kaki, serbuk sari, dan partikel dari aktivitas di sekitar rumah bisa menempel di lantai serta permukaan furnitur.

Jika rumah berada dekat jalan ramai atau area konstruksi, debu dari luar mungkin lebih mudah masuk. Untuk menguranginya, biasakan melepas alas kaki sebelum masuk rumah dan gunakan keset di bagian luar maupun dalam pintu. Bersihkan ambang jendela dan ventilasi secara berkala karena bagian ini sering menjadi tempat debu berkumpul.

Kamu juga bisa membuka jendela pada waktu ketika udara luar relatif bersih. Namun, jika lingkungan sedang berdebu atau kualitas udara memburuk, sebaiknya batasi bukaan dan pertimbangkan penggunaan penyaring udara yang sesuai.

2. Cara menyapu justru membuat debu kembali beterbangan

ilustrasi menyapu lantai membersihkan rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Pernah menyapu lantai lalu melihat debu tipis kembali menempel di meja atau furnitur? Hal ini bisa terjadi karena gerakan sapu mengangkat sebagian partikel kecil ke udara. Ketika udara kembali tenang, partikel tersebut perlahan mengendap di permukaan lain. Akibatnya, lantai mungkin terlihat bersih, tetapi meja dan rak justru kembali berdebu.

Untuk mengatasinya, coba gunakan kain mikrofiber sedikit lembap ketika mengelap furnitur agar debu lebih mudah terangkat tanpa banyak beterbangan. Saat membersihkan lantai, kamu bisa menggunakan penyedot debu dengan penyaringan yang sesuai atau alat pel lantai yang efektif menangkap partikel.

Mulailah dari bagian atas, seperti rak dan meja, kemudian lanjutkan ke lantai. Dengan urutan ini, debu yang jatuh saat membersihkan permukaan atas bisa dibersihkan pada tahap terakhir.

3. Karpet, gorden, dan sofa menjadi tempat penumpukan debu

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Helena Lopes)

Karpet, gorden, sofa kain, bantal, dan selimut bisa menyimpan partikel yang tidak langsung terlihat. Serat kain dapat menahan debu, rambut, bulu hewan, dan partikel lain dari aktivitas sehari-hari. Ketika seseorang duduk di sofa, berjalan di atas karpet, atau mengibaskan selimut, sebagian partikel tersebut dapat kembali terlepas ke udara.

Solusinya, bersihkan karpet dan sofa menggunakan penyedot debu secara berkala, terutama pada bagian yang sering digunakan. Gorden, sarung bantal, dan selimut sebaiknya dicuci sesuai petunjuk perawatan bahannya. Jika memiliki hewan peliharaan, sikat bulunya secara teratur dan bersihkan area favoritnya. Kamu juga tidak harus menghilangkan semua karpet atau dekorasi kain; cukup sesuaikan jumlahnya dengan kemampuanmu merawat kebersihannya.

4. Filter AC dan ventilasi jarang dibersihkan

ilustrasi AC untuk kebutuhan rumah (freepik.com/naypong)

AC yang menyala setiap hari membuat sirkulasi udara menjadi bagian penting dalam perawatan rumah. Jika filter AC kotor, debu yang menempel dapat mengganggu aliran udara dan membuat sistem tidak bekerja secara optimal. Kisi-kisi ventilasi, kipas, dan bagian atas unit AC juga bisa menjadi tempat penumpukan debu yang kemudian tersebar ketika perangkat digunakan.

Cobalah memeriksa filter AC sesuai petunjuk produsen dan bersihkan atau ganti jika memang sudah waktunya. Lap bagian luar unit, kisi-kisi ventilasi, dan kipas ketika perangkat dalam keadaan mati serta aman dibersihkan. Jika debu terus keluar dari unit, aliran udara melemah, atau ada masalah pada sistem pendingin, pertimbangkan meminta teknisi memeriksanya. Jangan langsung menganggap semua masalah debu berasal dari saluran AC.

5. Terlalu banyak barang membuat debu sulit dibersihkan

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Rak penuh pajangan, tumpukan buku, koleksi aksesori, dan barang-barang kecil di atas meja bisa membuat proses membersihkan rumah lebih lama. Setiap benda memiliki permukaan yang bisa ditempeli debu, sementara celah di antara barang sering sulit dijangkau dengan kain biasa.

Jika hanya mengelap bagian yang mudah terlihat, debu di balik atau di bawah benda-benda tersebut bisa tertinggal. Kamu bisa memulainya dengan mengurangi pajangan yang jarang digunakan dan menyimpan barang kecil di dalam kotak atau keranjang tertutup.

Kelompokkan buku dan aksesori berdasarkan fungsi, lalu sisakan sedikit ruang kosong di atas meja dan rak. Saat membersihkan, angkat benda-benda yang ada di permukaan agar area di bawahnya ikut terlap. Cara ini bukan berarti rumah harus kosong atau serba minimalis, melainkan membuat barang yang kamu miliki lebih mudah dirawat.

Rumah yang cepat berdebu bisa kerena banyak faktor, mulai dari debu luar ruangan, cara menyapu, material kain, kondisi filter AC, hingga banyaknya barang yang ditata di dalam rumah. Daripada terus mengulang kegiatan bersih-bersih tanpa mengetahui penyebabnya, coba amati bagian mana yang paling cepat berdebu dan perbaiki kebiasaan yang berkaitan dengannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article