Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Manfaat Renovasi Rumah Bertahap, Bujet Tipis Masih Bisa Jalan
ilustrasi renovasi (pexels.com/Mikael Blomkvist)
  • Renovasi rumah bertahap membantu mengatur keuangan lebih ringan karena bisa disesuaikan dengan dana yang tersedia tanpa perlu memaksakan biaya besar sekaligus.
  • Proses renovasi sedikit demi sedikit membuat pemilik rumah tidak terlalu lelah mengawasi pekerjaan tukang dan tetap bisa menjalankan aktivitas harian.
  • Renovasi bertahap memberi waktu untuk mencari inspirasi, menyesuaikan kebutuhan keluarga, serta menghindari bongkar pasang akibat perubahan konsep di kemudian hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Untukmu yang sudah punya rumah, pasti suatu saat akan perlu melakukan renovasi atau penambahan beberapa bagian bangunan. Kalau sekadar mengikuti keinginan, boleh jadi kamu mau merenovasi rumah secara besar-besaran sekalian. Seperti mengganti atap, membuat taman di depan dan di belakang, memasang pagar, mengubah model kamar mandi, dan sebagainya.

Harapannya, rumah impian segera terwujud. Namun, barangkali dirimu perlu mempertimbangkan kembali keinginan tersebut. Renovasi secara bertahap mungkin justru pilihan paling bijak buat sekarang.

Pertimbangannya banyak, meliputi aspek pembiayaan serta non-pembiayaan. Keinginan perlu dikendalikan dulu dan itu bukan hal buruk. Renovasi step by step yang secara keseluruhan mungkin memakan waktu beberapa tahun rupanya ada keuntungannya. Berikut ini beragam manfaat renovasi rumah bertahap.

1. Dari segi pembiayaan terasa lebih ringan

ilustrasi renovasi (pexels.com/Francesco Ungaro)

Keputusan renovasi sekalian besar-besaran atau sedikit demi sedikit paling terasa pada soal pembiayaan. Kalau danamu benar-benar mencukupi bahkan berlebih, merenovasi rumah atau menambah ini itu sekali waktu tentu tidak masalah. Misalnya, total biaya renovasi dipastikan 100 juta rupiah.

Saldo tabunganmu khusus buat renovasi telah mencapai 130 atau 150 juta rupiah. Masih ada sisa 30 hingga 50 juta rupiah. Aman sekali, membuatmu langsung menyelesaikan seluruh rencana pembangunan. Namun, ini gak berlaku jika danamu mepet. Soal penambahan tembok di halaman depan dan belakang, misalnya.

Di halaman depan, penambahan dinding perlu 5 juta rupiah. Bagian depan, bila ditotal dengan pagar dan kanopi, 20 juta rupiah bahkan lebih. Pengerjaan mending dilakukan bertahap sesuai dana yang tersedia. Dirimu tidak perlu pusing memikirkan sumber uangmu.

2. Gak terlalu capek menunggui tukang bekerja

ilustrasi renovasi (pexels.com/GOWTHAM AGM)

Memang orang yang paling lelah selama proses renovasi ialah para tukang. Tukang borongan bahkan dapat bekerja dari pagi hingga malam supaya pekerjaan cepat selesai. Dengan begitu, mereka bisa pindah ke proyek-proyek lainnya.

Akan tetapi, sebagai tuan rumah, kamu juga sedikit banyak bakal lelah. Apalagi, sembari renovasi dilakukan, dirimu masih menempati rumah tersebut. Dirimu tetap perlu mengontrol pengerjaan, menyediakan konsumsi sepantasnya, dan bersih-bersih setiap hari setelah tukang pulang.

Bahkan, kamu pindah dulu ke kontrakan juga tetap harus mengawasi pembangunan supaya tepat sesuai keinginan. Padahal, tugasmu setiap hari bukan hanya itu. Dirimu masih harus bekerja serta melakukan hal-hal lain. Beberapa hari pengerjaan saja sudah bikin badanmu ikut capek, apalagi renovasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

3. Bisa sambil cari inspirasi

ilustrasi renovasi (pexels.com/D Goug)

Terutama untukmu yang baru punya rumah pertama. Walaupun dirimu sudah memiliki beberapa keinginan terkait hunian impian, biasanya konsepnya masih berantakan. Mungkin kamu baru menginginkan ini itu dilihat dari segi keindahannya saja.

Dirimu belum mempertimbangkan aspek-aspek seperti biaya, kekuataannya seiring waktu dan ketika cuaca ekstrem, situasi lingkungan, dan sebagainya. Beri waktu buat diri sendiri memperoleh lebih banyak inspirasi. Jangan buru-buru merenovasi semuanya.

Bahkan bila tukang kasih pandangan begini begitu, jangan langsung dieksekusi sekalipun dananya ada. Pengerjaan diprioritaskan pada konsep yang telah matang saja. Selebihnya kamu bisa mencari inspirasi dulu supaya kelak hasilnya memuaskan.

Soal pagar, misalnya, tukang mengarahkan supaya langsung dipasang dinding, bahkan beberapa tiangnya. Nanti tinggal menambah bagian pintu pagar utamanya. Akan tetapi, jika dirimu belum yakin dengan model pagar yang diinginkan, mending gak usah dulu.

4. Gak perlu bongkar-bongkar lagi karena berubah pikiran

ilustrasi renovasi (pexels.com/D Goug)

Melanjutkan contoh dalam penjelasan poin sebelumnya terkait pagar. Kamu telanjur membuat dinding dan memasang beberapa tiang bakal pagar sesuai arahan tukang. Namun, seiring berjalannya waktu, dirimu punya gagasan lain.

Beda model pagar saja dapat membuat dinding serta tiang yang telah dipasang itu perlu dibongkar. Dirimu dapat kehilangan uang senilai jutaan rupiah. Tentu sayang sekali mengingat uang sebesar itu sangat lumayan buat membeli berbagai material ketika renovasi atau penambahan bangunan kembali dilakukan.

Pun membongkarnya saja telah makan waktu. Lebih baik renovasi sedikit demi sedikit dengan konsep yang sudah matang daripada bongkar pasang bangunan. Bongkar pasang begini apabila dilakukan oleh tukang yang kurang ahli, hasilnya juga bakal berantakan.

5. Menyesuaikan kebutuhan

ilustrasi menyiapkan rangka (pexels.com/Lintang Samudera)

Kebutuhan akan selalu muncul dan bisa di luar bayanganmu. Misalnya, tadinya kamu dan pasangan berencana hanya memiliki dua anak. Namun, pada kehamilan kedua ternyata bayinya kembar. Tentu ini kabar bahagia.

Hanya saja, konsep rumah barangkali perlu diubah. Tadinya kalian berpikir dua kamar saja cukup. Dengan adanya tiga anak, dua kamar kurang. Belum lagi kalau ke depan ada orangtua atau mertua yang ikut tinggal bersama.

Rumahmu bahkan butuh ditingkatkan untuk memenuhi jumlah kamar. Atau, bangunan perlu diubah karena sebagiannya bakal buat usaha. Renovasi secara bertahap bermakna ada kesempatan untukmu mengubah atau menambah bangunan sesuai kebutuhan yang paling mendesak.

Renovasi bertahap menjadi pilihan masuk akal untukmu yang belum siap dengan dana 100 persen untuk perbaikan secara keseluruhan. Akan ada banyak manfaat renovasi rumah bertahap jika kamu memutuskan memilihnya. Gak usah merasa tergesa-gesa harus menyelesaikan semuanya sekarang. Jangan pula mudah terprovokasi melihat orang lain yang gampang sekali merenovasi rumahnya secara menyeluruh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article