Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Cara Membuat Rumah Terasa Lebih Tenang tanpa Renovasi, Auto Sejuk!

6 Cara Membuat Rumah Terasa Lebih Tenang tanpa Renovasi, Auto Sejuk!
Ilustrasi rumah (pexels.com/Reyd Valencia)
Intinya Sih
  • Artikel membahas enam cara membuat rumah terasa lebih tenang tanpa renovasi, mulai dari decluttering, pengaturan pencahayaan, hingga menambahkan tanaman asli sebagai elemen penyegar alami.
  • Penataan ulang furnitur, pemilihan warna yang menenangkan, serta penggunaan tekstur alami seperti kayu dan linen disebut mampu menciptakan suasana rumah yang lebih rileks dan nyaman.
  • Langkah-langkah sederhana seperti membuka jendela untuk sirkulasi udara dan memanfaatkan cahaya alami dapat meningkatkan ketenangan serta memperbaiki mood penghuni rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ketika rumah mulai terasa tidak nyaman, kamu sering kali ingin menambahkan sesuatu yang baru karena dinilai dapat memperbaiki mood untuk sementara waktu. Membeli barang yang sedang tren mungkin dapat membantumu memuaskan keinginan berbelanja atau menambah daya tarik pada ruangan.

Tetapi jika ruang yang lebih tenang adalah yang diinginkan, perubahan kecil, disengaja, dan tanpa biaya mungkin jadi yang kamu butuhkan. Mulai dari menyesuaikan pencahayaan hingga mengatur kembali alur ruangan, perubahan ini tidak memerlukan biaya apa pun, tetapi dapat membuatnya terasa lebih tenang. Nah, berikut ada cara membuat rumah terasa lebih tenang tanpa renovasi. Check this out!

1. Mulai dengan decluttering

Ilustrasi decluttering
Ilustrasi decluttering (pexels.com/cottonbro studio)

Barang yang menumpuk dapat membuat ruangan terasa penuh dan memicu stres. Alhasil rumah jauh dari kata tenang.

"Kekacauan adalah salah satu sumber stres yang paling umum di rumah. Kekacauan membombardir pikiran dengan rangsangan berlebihan sehingga sulit untuk fokus dan rileks. Hal ini dapat menyebabkan penundaan, perasaan bersalah dan malu, bahkan dapat merusak hubungan," kata Katie Malik, desainer interior, mengutip laman Ideal Home.

Jika ingin decluttering, mulailah dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak perlu, tetapi merasa prosesnya sendiri sangat melelahkan. Bersihkan dulu permukaan-permukaan utama daripada langsung seluruh rumah. Cara ini dapat membuat perbedaan besar karena mengurangi beban visual.

Kurangnya tempat penyimpanan yang memadai akibat pilihan arsitektur dan desain interior yang buruk, juga menjadi akar penyebab kekacauan. Tempat penyimpanan membantu mengurangi gangguan visual. Singkirkan juga barang yang sudah tidak digunakan, rapikan permukaan meja, dan gunakan kotak penyimpanan agar rumah terasa lebih lega.

2. Atur pencahayaan

Ilustrasi rumah
Ilustrasi rumah (pexels.com/The Ghazi)

Pencahayaan alami berdampak besar pada mood dan membuat hunian terasa lebih tenang. Tak harus lakukan renovasi atau membeli pencahayaan baru, tapi sesuaikan saja cara mu menggunakan lampu yang sudah dimiliki.

“Matikan lampu langit-langit yang terlalu terang karena membuatmu terus-menerus terstimulasi. Sebagai gantinya, nyalakan lebih banyak pencahayaan ambient dengan intensitas rendah, lampu meja, dan peredup cahaya di malam hari atau saat kamu membutuhkan pencahayaan untuk aktivitas tertentu," kata Rachel Melvald, LCSW, pekerja sosial klinis berlisensi dan Pendiri Psychitecture dalam laman Real Simple.

Cahaya alami yang masuk ke rumah langsung, membuat penghuninya merasa lebih bahagia. Akan tetapi pada hari-hari hujan dan malam, memanfaatkan cahaya buatan yang hangat dan berlapis menjadi suatu kebutuhan.

3. Buatlah rumah lebih berwarna

Ilustrasi rumah
Ilustrasi rumah (pexels.com/Peter Vang)

Desainer interior Emily Jiles mengatakan bahwa memanfaatkan kekuatan psikologi warna dapat memberikan dampak besar pada suasana hati dan ketenangan rumah secara keseluruhan. Jika rumahmu sebagian besar dipenuhi dengan warna netral dan terasa agak membosankan, cobalah menambahkan beberapa aksen warna-warni.

"Jika warna tertentu terasa menakutkan, gunakan kain pelapis yang netral dan tambahkan warna dengan aksen seperti bantal dan aksesori. Menambahkan karya seni yang menarik dengan sentuhan warna cerah atau kap lampu bermotif, akan membuat semuanya tetap menarik dengan sentuhan youthful," jelas Jiles mengutip laman Southern Living.

Sementara itu, daripada membeli barang baru, kelompokkan warna-warna yang serupa, hilangkan satu atau dua aksen yang mencolok, atau tukar perabot antar ruangan untuk menciptakan palet yang lebih tenang dan kohesif. Kamu juga dapat dengan mudah mengganti warna jika berubah pikiran nanti. Jadi, risikonya cukup rendah ketika kamu bermain warna dengan cara ini.

4. Prioritaskan tekstur alami

Ilustrasi sofa
Ilustrasi sofa (pexels.com/Rachel Claire)

Elemen penting lain yang perlu dipertimbangkan untuk membuat rumah lebih tenang adalah tekstur. Sentuhan tertentu memainkan peran besar dalam bagaimana penghuninya merasakan rumah, jadi masuk akal jika memilih tekstur dapat menciptakan pengalaman sensorik yang positif.

Tampilkan material alami seperti kayu, linen, dan katun organik daripada material sintetis. Gunakan bahan-bahan yang lembut dan hangat seperti selimut wol dan seprai katun halus karena membantu menenangkan sistem saraf.

“Material alami mengandung variasi dan ketidakberaturan yang halus, yang oleh otak dianggap sebagai sesuatu yang otentik dan tidak mengancam,” Anita Yokota, LMFT, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, serta desainer interior, mengutip Real Simple.

Tujuannya bukanlah untuk mendekorasi ulang sepenuhnya. Dalam praktiknya, perubahan ini bisa bersifat halus, seperti memindahkan mangkuk buah keramik ke meja dapur atau mengganti nampan akrilik mengilap dengan keranjang anyaman yang sudah kamu miliki di lemari.

5. Tata ulang furnitur dan ciptakan aliran udara

Ilustrasi furnitur
Ilustrasi furnitur (pexels.com/dada_design)

Tata ulang ruangan untuk menciptakan aliran dan ruang yang lebih luas. Cobalah memindahkan furnitur agar jalur tidak terhalang dan agar ruangan terasa lebih terbuka nan intuitif. Bahkan perubahan kecil, seperti menarik kursi beberapa inci dari jalan atau memperlebar jarak antara sofa dan meja kopi, dapat mengurangi pemicu stres halus yang mungkin tidak kamu sadari.

Sementara itu, agar aliran udara lancar, buka jendela di sisi berlawanan rumah untuk menciptakan ventilasi silang. Udara segar meningkatkan aliran oksigen ke otak, yang meningkatkan kejernihan, ketenangan, dan mengurangi kelelahan. Beberapa menit sirkulasi udara dapat membuat ruangan terasa jauh lebih ringan dan tenang.

6. Tambahkan tanaman asli

Ilustrasi dekorasi bunga
Ilustrasi dekorasi bunga (pexels.com/Một Chút Mơ Tiệm ảnh)

Terakhir, tambahkan tanaman indoor asli. Kehadiran tanaman hijau dapat membuat ruangan terasa lebih segar dan hidup. Pilih tanaman yang mudah dirawat seperti snake plant, pothos, peace lily, atau monstera bisa jadi solusinya.

Tanaman hias dan bunga juga menjadi elemen dekorasi hidup, jadi tidak mengherankan jika keduanya menambahkan sentuhan ceria sekaligus meningkatkan suasana hati. Soal bunga, tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk rangkaian bunga yang mewah. Memiliki tiga vas bunga kecil yang cantik di meja atau meja dapur sudah cukup untuk menghadirkan kehangatan dan kesegaran di rumah.

Itulah cara membuat rumah terasa lebih tenang tanpa renovasi, mulai dari declutttering, mengatur cahaya, udara dan furnitur, hingga menambahkan tanaman. Semoga informasinya bermanfaat bagi kamu yang ingin menata ulang rumah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More