Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mencegah Tumbuhnya Jamur di Rumah, Jaga Sirkulasi Udara!

Mengelap dinding
ilustrasi mengelap dinding (pexels.com/karola G)
Intinya sih...
  • Maksimalkan sirkulasi udara di dalam rumah untuk mengurangi kelembapan
  • Kendalikan sumber air dan kebocoran sejak dini agar jamur tidak muncul
  • Atur penempatan furnitur agar tidak menempel dinding untuk mencegah lembap
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah yang lembap bisa ditandai dengan udara terasa lebih pengap, dinding sedikit basah, atau sudut ruangan mulai berubah warna. Banyak orang menganggap hal-hal seperti ini wajar, apalagi saat musim hujan atau cuaca sedang tidak menentu. Padahal, kondisi ini sangat disenangi jamur.

Jika dibiarkan, lembap dan jamur bukan hanya merusak tampilan rumah, tapi juga berdampak pada kesehatan. Bau apek, perabot cepat rusak, hingga gangguan pernapasan bisa muncul perlahan. Supaya rumah tetap nyaman dan aman untuk ditinggali, ada lima cara mencegah lembap dan jamur di rumah yang bisa kamu lakukan.

1. Maksimalkan sirkulasi udara di dalam rumah

ilustrasi gorden jendela (pexels.com/rdne)
ilustrasi gorden jendela (pexels.com/rdne)

Salah satu penyebab rumah lembap adalah udara yang terjebak di dalam ruangan. Banyak rumah di area perkotaan, memiliki ventilasi yang minim. Kesalahan yang sering terjadi adalah menutup pintu dan jendela terlalu lama karena takut debu, hujan, atau udara dingin masuk.

Padahal, membuka jendela secara rutin di pagi atau siang hari bisa membantu udara lembap keluar dan digantikan udara segar. Jika memungkinkan, atur ventilasi silang dengan membuka dua bukaan di sisi yang berbeda. Untuk ruangan tanpa jendela seperti kamar mandi atau gudang, exhaust fan bisa menjadi solusi untuk mengatur udara.

2. Kendalikan sumber air dan kebocoran sejak dini

ilustrasi atap (pexels.com/Adrien Olichon)
ilustrasi atap (pexels.com/Adrien Olichon)

Lembap dan jamur sering muncul bukan karena cuaca semata, tapi karena adanya sumber air tersembunyi di dalam rumah. Pipa bocor, atap yang rembes, atau talang air yang tersumbat bisa membuat dinding dan plafon terus basah. Sayangnya, banyak orang baru sadar setelah jamur sudah menyebar.

Untuk mencegahnya, kamu harus rutin mengecek area rawan air, terutama kamar mandi, dapur, dan bagian atap. Perbaikan kecil seperti menutup retakan atau mengganti seal pipa yang longgar bisa mencegah kelembapan menyebar. Mengendalikan masalah sejak awal jauh lebih mudah dibanding membersihkan jamur yang muncul kemudian.

3. Atur penempatan furnitur agar tidak menempel dinding

Furnitur kayu
ilustrasi furnitur kayu (unsplash.com/fujiphilm)

Menempelkan lemari, sofa, atau rak langsung ke dinding memang bikin ruangan terlihat lebih rapi dan luas. Namun kebiasaan ini justru jadi penyebab munculnya jamur di bagian belakang furnitur. Dinding yang gak terkena aliran udara akan lebih mudah lembap.

Beri jarak beberapa sentimeter antara furnitur dan dinding agar udara tetap bergerak. Dengan begitu, kelembapan tidak terperangkap di satu titik. Selain itu, kamu juga jadi lebih mudah mengecek kondisi dinding secara berkala. Cara ini paling efektif untuk mencegah jamur di area yang jarang terlihat.

4. Gunakan bahan penyerap lembap

Air humidifier
ilustrasi humidifier (pexels.com/cottonbro)

Tidak semua ruangan memiliki sirkulasi udara ideal. Untuk kondisi seperti ini, bahan penyerap lembap bisa menjadi solusi tambahan. Banyak orang mengira penyerap lembap harus selalu mahal atau menggunakan alat listrik, padahal ada pilihan yang lebih sederhana.

Kapur barus, silica gel, arang aktif, atau baking soda bisa membantu menyerap kelembapan di lemari, laci, dan sudut ruangan. Jika ingin hasil lebih maksimal, dehumidifier elektrik juga bisa digunakan, terutama di kamar tidur atau ruang kerja. Kuncinya adalah penempatan yang tepat agar bahan penyerap tetap bekerja optimal.

5. Rutin membersihkan area rawan jamur

Mmebersihkan Jamur
ilustrasi membersihkan jamur (freepik.com/freepik)

Mencegah lembap dan jamur gak akan efektif tanpa rutin membersihkan rumah. Area seperti kamar mandi, dapur, dan sudut jendela adalah tempat favorit jamur berkembang. Banyak orang hanya membersihkannya saat sudah terlihat kotor atau berbau, padahal jamur sering tumbuh sebelum terlihat jelas.

Membersihkan area rawan jamur secara rutin dengan cairan pembersih bisa mencegah spora jamur menyebar. Keringkan dinding kamar mandi setelah digunakan, pastikan lantai kering, dan jangan biarkan pakaian basah menumpuk terlalu lama adalah kebiasaan kecil yang berdampak besar.

Dengan menerapkan lima cara di atas secara konsisten, kamu bisa menjaga rumah tetap sehat dan nyaman. Lingkungan yang sehat membuat kamu lebih betah di rumah, lebih produktif, dan tentunya lebih tenang menjalani aktivitas harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Alasan Pentingnya Transparansi Keuangan dalam Hubungan

23 Jan 2026, 23:54 WIBLife