Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Satu Keranjang untuk Semua Barang: Trik Simpel Atasi Barang Berserakan
ilustrasi keranjang pakaian (pexels.com/Karolina Grabowska)

Pernah merasa kamar baru saja dibereskan, tetapi beberapa jam kemudian sudah berantakan lagi? Ada kabel charger di atas kasur, buku menumpuk di meja, tas tergeletak di lantai, hingga barang-barang kecil yang entah bagaimana berpindah ke berbagai sudut ruangan. Rasanya ingin segera merapikan semuanya, tetapi membayangkan harus mengembalikan setiap barang satu per satu kadang bikin malas duluan.

Kalau kamu sering mengalami hal serupa, coba trik satu keranjang untuk mengatasi barang berserakan. Sesuai namanya, kamu hanya perlu menyiapkan satu keranjang atau wadah untuk mengumpulkan barang-barang yang tidak berada di tempat semestinya.

1. Siapkan satu keranjang khusus untuk barang yang berserakan

ilustrasi keranjang rotan (pexels.com/karolinagrabowska)

Langkah pertama tentu memilih keranjang yang sesuai dengan kebutuhan. Kamu bisa memanfaatkan keranjang anyaman, kotak penyimpanan plastik, wadah kain, atau kardus bekas yang masih kokoh. Tidak perlu membeli organizer mahal karena yang paling penting adalah ukurannya cukup untuk menampung barang-barang kecil tanpa membuat ruangan semakin sesak.

Letakkan keranjang di lokasi yang mudah dijangkau, misalnya dekat meja belajar, di samping lemari, atau di sudut kamar. Jika kamu tinggal di kamar kos, pilih wadah yang bisa diselipkan di bawah meja atau ditempatkan di dekat pintu. Dengan begitu, kamu bisa langsung memasukkan barang yang tercecer tanpa harus berjalan jauh untuk mencari tempat penyimpanan.

Meski praktis, hindari menggunakan keranjang berukuran terlalu besar. Wadah yang kelewat luas bisa membuatmu terbiasa memasukkan semua barang tanpa memilahnya. Sebaliknya, keranjang berukuran sedang membantu membatasi jumlah barang yang terkumpul sekaligus menjadi pengingat bahwa isinya perlu dibereskan secara berkala.

2. Masukkan barang yang salah tempat tanpa harus langsung merapikan semuanya

ilustrasi keranjang perabotan (pexels.com/Blue Bird)

Saat melihat barang berserakan, kamu mungkin langsung terpikir untuk membereskan semuanya sekaligus. Masalahnya, satu barang bisa membuatmu sibuk mencari barang lain, membuka laci, memeriksa lemari, hingga akhirnya lupa tujuan awal.

Supaya tidak terjebak dalam proses yang panjang, kumpulkan dulu barang-barang yang salah tempat ke dalam keranjang. Misalnya, kamu menemukan buku di atas kasur, alat tulis di lantai, kabel charger di meja makan, atau aksesori kecil di dekat pintu.

Selama barang-barang itu aman untuk disimpan sementara dan tidak termasuk sampah atau benda yang perlu segera dibersihkan, kamu bisa memasukkannya ke keranjang. Dengan begitu, permukaan meja dan tempat tidur lebih cepat terlihat lega.

3. Pisahkan barang berdasarkan jenis agar tidak menjadi tumpukan baru

ilustrasi keranjang penyimpanan (pixabay.com/Alexas_fotos)

Setelah barang terkumpul, jangan biarkan semuanya bercampur tanpa aturan. Kamu bisa mengelompokkan barang berdasarkan jenisnya, seperti alat tulis, aksesori, perlengkapan elektronik, buku, atau barang pribadi.

Jika keranjang cukup besar, manfaatkan kantong kecil atau sekat sederhana untuk memisahkan kelompok barang tersebut. Pengelompokan ini memudahkanmu menemukan kembali barang yang dibutuhkan.

Kamu juga bisa langsung mengetahui barang mana yang sebenarnya tidak semestinya berada di kamar, seperti gelas bekas minum atau bungkus makanan. Kedua benda tersebut sebaiknya segera dibawa ke tempat yang sesuai, bukan dibiarkan menumpuk di keranjang bersama barang lainnya.

"Begitu satu barang diletakkan di atas meja atau konter untuk ditangani nanti, barang tersebut cenderung akan menarik lebih banyak tumpukan benda lain. Tanpa disadari, kamu pun mendapati tumpukan aneka barang di sana. Segeralah kembalikan barang ke tempat asalnya, atau siapkan wadah khusus untuk menampung barang-barang yang akan dirapikan ke tempatnya nanti," saran Allison Flinn, seorang certified professional organizer dikutip dari Good Housekeeping.

4. Tentukan waktu khusus untuk mengosongkan keranjang

ilustrasi keranjang pakaian (pexels.com/Karolina Grabowska)

Inilah bagian paling penting dari trik satu keranjang: jangan lupa mengembalikan isinya ke tempat semula. Kamu bisa menjadwalkan waktu lima sampai sepuluh menit setiap malam untuk mengosongkan keranjang sebelum tidur. Ambil satu barang, tentukan tempat penyimpanannya, lalu lanjutkan ke barang berikutnya sampai keranjang kembali kosong.

Kalau sedang sibuk, kamu tidak harus menunggu semua barang terkumpul banyak. Sambil bersiap tidur misalnya, kamu bisa mengembalikan buku ke rak, memasukkan alat tulis ke tempatnya, dan menyimpan kabel charger di laci. Untuk barang yang seharusnya berada di ruangan lain, bawa saat kamu memang akan menuju ruangan tersebut agar tidak perlu bolak-balik.

“Ketika sistem yang diterapkan selaras dengan kebiasaan dan rutinitas kamu yang sebenarnya, pengorganisasian akan menjadi sesuatu yang mendukung keluarga kamu, bukan sesuatu yang justru harus terus-menerus kamu perjuangkan untuk dipertahankan," kata Katrina Teeple, profesional organizer dalam Real Simple.

“Motto saya adalah: jangan sekadar meletakkan barang, tetapi kembalikanlah ke tempatnya. Jika suatu barang memiliki tempat penyimpanan, segera kembalikan ke sana selagi barang itu masih ada di tangan kamu,” tambahnya.

5. Sesuaikan sistem keranjang dengan kebiasaan sehari-hari

ilustrasi keranjang anyaman (pexels.com/Kaboompics.com)

Supaya trik ini bertahan lama, letakkan keranjang di tempat yang sesuai dengan kebiasaanmu. Kalau kamu sering meletakkan tas dan aksesori sembarangan setelah pulang kerja, posisikan keranjang di dekat area masuk kamar. Kalau barang-barang lebih sering berserakan di meja belajar, letakkan wadah di bawah atau di samping meja.

Tujuannya agar merapikan barang terasa lebih mudah daripada meninggalkannya begitu saja. Robyn Reynolds, seorang certified professional organizer, menjelaskan bahwa sistem penyimpanan saja belum tentu membuat rumah terorganisasi.

“Sebagai contoh, jika kamu terbiasa melepas sepatu saat masuk ke dalam rumah, berarti akan ada tumpukan sepatu di area pintu masuk. Meskipun kamu menyimpannya di dalam keranjang atau wadah, tampilannya mungkin tetap terlihat kurang rapi. Di sisi lain, sistem pengorganisasian sebenarnya merupakan kebiasaan yang kamu jalankan dengan cara yang sama setiap harinya," jelasnya dalam Good Housekeeping.

Trik satu keranjang bisa menjadi solusi sederhana bagi kamu yang ingin kamar lebih rapi tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Kuncinya bukan sekadar memasukkan semua barang ke dalam wadah, melainkan menjadikan keranjang sebagai tempat transit sementara sebelum setiap benda kembali ke tempatnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article