Tanda Kamu Sebenarnya Gak Terlalu Butuh Kulkas dan AC di Rumah, Hemat!

- Kulkas dan AC tidak selalu wajib dimiliki, terutama bagi penghuni daerah sejuk yang membeli bahan pangan secukupnya dan langsung mengolah protein hewani.
- Kebutuhan kulkas berkurang bila jarang memasak, sering bepergian, atau tinggal dekat pasar dan warung, karena bahan makanan bisa dibeli lebih segar saat diperlukan.
- AC dan kulkas dapat dihindari jika tubuh tidak nyaman dengan udara atau minuman dingin, serta tagihan listrik terasa berat dibanding kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Manusia modern hidup di zaman ketika begitu banyak produk diciptakan guna memudahkan segala keperluannya. Ini membuatnya tanpa sadar kerap merasa harus memiliki setiap produk tersebut atau hidupnya akan terhambat. Semuanya terasa wajib dibeli.
Ada pula rasa khawatir yang diam-diam menyelinap akan penilaian orang seandainya mereka gak punya sesuatu yang sudah umum dimiliki. Misalnya, peralatan elektronik kulkas dan AC yang kini ada di hampir semua rumah. Sampai-sampai, rumah tanpa kedua peralatan tersebut malah bisa terlihat tidak wajar atau ada yang kurang.
Namun, benarkah kamu membutuhkan lemari es dan pendingin udara di rumah? Boleh jadi sesungguhnya kebutuhanmu akan keduanya gak sepenting itu. Kalau dirimu bisa skip dua peralatan elektronik tersebut, malah akan ada lebih banyak kebaikannya. Cek tanda kulkas dan AC gak harus dibeli.
1. Kamu tinggal di daerah yang cenderung sejuk bahkan dingin

ilustrasi pendingin udara (pexels.com/Alex Bian) Pertama, kamu harus ingat dulu tinggal di daerah yang seperti apa. Indonesia memang negara tropis sehingga sinar matahari akan cukup melimpah apa pun musimnya. Akan tetapi, ada daerah yang suhu udaranya relatif lebih sejuk bahkan dingin dibandingkan daerah lain.
Misalnya, daerah yang dekat dengan pegunungan tentu lebih adem ketimbang daerah pantai. Jika wilayahmu gak terlalu panas masih aman kok hidup tanpa AC. Malah bila ada pendingin udara belum tentu kamu ingin menyalakannya.
Begitu pula dengan kebutuhan akan kulkas menjadi kurang mendesak. Asalkan bahan makan tidak ditimbun dan dibeli secukupnya, masih layak dikonsumsi meski diletakkan di suhu ruang. Sumber protein hewani seperti ikan dan daging begitu beli langsung dimasak.
2. Jarang masak sendiri

ilustrasi membuka kulkas (pexels.com/Kindel Media) Khusus untuk kebutuhanmu akan lemari es, cek dulu frekuensimu memasak dalam seminggu. Kalau kamu tipe orang yang selalu memasak sendiri buat makan 3 kali sehari, kulkas mungkin diperlukan. Dirimu membutuhkannya buat menyimpan bahan makanan yang tidak habis dalam sekali masak.
Akan tetapi, buatmu yang masak saja jarang sekali untuk apa membeli lemari pendingin makanan dan minuman? Andai pun dirimu memenuhinya dengan berbagai produk malah bisa berbulan-bulan tak tersentuh. Sebagus apa pun merek kulkasmu, bahan makanan dan minuman yang terlalu lama disimpan di dalamnya akan mengalami penurunan kualitas.
Nuget yang disimpan di freezer, misalnya. Jika penyimpanan terlalu lama, lapisan tepungnya mulai ambyar. Nuget ketika digoreng menjadi kurang menarik. Setelah berbagai aktivitas, kamu berhak atas makanan serta minuman yang benar-benar fresh, bukan justru makanan yang sampai berjamur atau seperti batu di dalam lemari es.
3. Lebih sering bepergian

ilustrasi membuka kulkas (pexels.com/Pew Nguyen) Kini tak sedikit orang yang punya rumah, tapi lebih sering berada di luar rumah. Contohnya, kamu bekerja dengan tuntutan mobilitas yang tinggi. Dalam seminggu, dirimu bisa pergi ke luar kota beberapa kali. Paling cuma 1 atau 2 hari kamu benar-benar ada di rumah.
Rutinitas seperti ini membuat kulkas dan AC kurang dibutuhkan. Buat apa kamu membeli dan memasang pendingin udara bahkan sampai di setiap ruangan jika jarang dinyalakan? Tiba waktunya dirimu di rumah justru jendela-jendela harus dibuka supaya udara segar dari luar bisa masuk menggantikan udara di dalam.
Lemari es yang kerap ditinggal dalam kondisi menyala juga bahaya. Andai terjadi korsleting listrik, rumah dapat habis terbakar. Lagi-lagi, bahan makanan dan minuman di dalamnya pun sudah mengalami penurunan kualitas karena penyimpanan terlalu lama. Jika kulkas dimatikan padahal ada isinya atau listrik padam lama ketika dirimu di luar kota, bahan makanan dan minuman juga dapat rusak.
4. Dekat dengan tempat belanja kebutuhan pangan

ilustrasi membuka kulkas (pexels.com/Javid Hashimov) Kulkas sebetulnya lebih dibutuhkan oleh orang-orang yang tempat tinggalnya jauh dari pasar atau toko swalayan, sehingga untuk mereka berbelanja saja mesti menempuh perjalanan sekian kilometer. Lemari es mendesak dimiliki supaya mereka cukup pergi berbelanja seminggu sekali, misalnya.
Sebaliknya, apabila warung sayur mentah cukup ditempuh dengan 5 sampai 10 menit jalan kaki atau setiap hari ada tukang sayur keliling, rencana beli kulkas bisa dibatalkan. Kamu dapat berbelanja setiap hari atau kapan pun membutuhkan sesuatu. Bonusnya, dirimu selalu mendapatkan bahan makanan segar.
5. Tubuh gak nyaman terpapar AC atau minum minuman dingin

ilustrasi pendingin udara (pexels.com/NEOSiAM 18+) Kondisi tiap orang berbeda-beda. Ada orang yang di musim hujan sekalipun tetap suka minum minuman dingin. Sehari mereka dapat mengonsumsi bergelas-gelas minuman dingin.
Namun, ada pula orang yang setelah mengonsumsi minuman dingin justru merasa kurang enak badan. Begitu pula paparan AC membuat kulit kering, ingin bersin terus, sampai alergi gatal-gatalnya muncul.
Kenali dengan baik keadaan tubuhmu. Bila dirimu juga merasakan hal-hal tersebut, lemari es serta AC gak perlu ada di rumahmu. Kamu tak usah terlalu merasa tidak enak bila sesekali ada tamu yang terlihat agak kegerahan di rumahmu. Ini masih bisa diakali dengan kipas angin atau dirimu tahu dia suka minum minuman dingin, tapi kamu menghidangkan minuman suhu ruang.
6. Merasa berat membayar tagihan listrik

ilustrasi menyalakan AC (pexels.com/Jakub Zerdzicki) Penggunaan peralatan listrik, apalagi menyala hampir sepanjang hari tentu berimbas besar pada tagihan atau token listrik. Tagihan listrik di rumah kecil tanpa kulkas dan AC bisa kurang dari Rp100 ribu per bulan. Namun jika ada keduanya, apalagi AC lebih dari satu dan kerap menyala semua, tentu menjadi berlipat.
Kamu perlu jujur pada diri sendiri. Apakah kamu merasa ringan atau berat membayar listrik sebesar itu? Bila ada kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak untuk dibiayai apalagi penghasilanmu lagi kurang baik, mending kulkas dan AC tidak dibeli daripada meteran terus berbunyi minta diisi atau kamu kena denda keterlambatan membayar tagihan listrik.
Lemari es dan pendingin udara sekarang terasa sebagai benda yang wajib ada di rumah. Padahal, kebutuhan akan keduanya sebetulnya tidak mutlak. Jangan ada perasaan aneh atau gak normal kalau di rumahmu tidak ada kulkas serta AC. Selama kamu paham apa kebutuhan dan kemampuanmu, dirimu juga tahu persis apa yang perlu atau tidak perlu dibeli.























