Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Membersihkan Kaca Jendela agar Tidak Buram dan Meninggalkan Bekas

5 min read
Tips Membersihkan Kaca Jendela agar Tidak Buram dan Meninggalkan Bekas
ilustrasi membersihkan kaca jendela (pixabay.com/pixabay)

Kaca jendela yang bersih bisa membuat rumah terasa lebih terang, lapang, dan nyaman. Cahaya matahari masuk dengan lebih leluasa, pemandangan di luar terlihat jelas, dan ruangan pun tampak lebih terawat. Namun, menjaga kaca tetap bening ternyata tidak semudah menyemprotkannya dengan cairan pembersih lalu mengelapnya menggunakan kain biasa.

Pernah mengalami kaca yang awalnya terlihat bersih, tetapi justru tampak buram setelah kering? Bekas usapan, bercak air, debu, hingga sisa cairan pembersih bisa menjadi penyebabnya. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba.

  1. 1. Bersihkan debu terlebih dahulu sebelum mengelap kaca

    ilustrasi membersihkan kaca jendela (pexels.com/Liliana Drew)
    ilustrasi membersihkan kaca jendela (pexels.com/Liliana Drew)

    Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela adalah langsung menyemprotkan cairan pembersih ke kaca yang masih berdebu. Ketika bercampur dengan cairan, debu bisa berubah menjadi kotoran basah yang menyebar dan meninggalkan noda. Akibatnya, kamu harus mengelap berulang kali, tetapi kaca tetap terlihat buram.

    Lebih baik, mulailah dengan membersihkan kusen, sudut jendela, rel, dan ambang jendela menggunakan kemoceng, sikat lembut, atau penyedot debu. Setelah itu, singkirkan debu pada permukaan kaca menggunakan kain mikrofiber kering. Jika terdapat kotoran yang menempel, angkat perlahan agar tidak menggores permukaan kaca.

    "Mulailah dengan membersihkan debu dari kusen jendela, rel, dan ambang jendela menggunakan penyedot debu, kemoceng, atau kain lap. Lakukan hal yang sama pada tirai atau penutup jendela. Jika Anda menggunakan gorden, ini adalah waktu yang tepat untuk melepas dan mencucinya sesuai dengan petunjuk perawatan," saran pakar kebersian Carolyn Forte dari Good Housekeeping.

  2. 2. Pilih kain mikrofiber agar kaca tidak dipenuhi bekas usapan

    ilustrasi orang membersihkan kaca jendela (pexels.com/Antonius Ferret)
    ilustrasi orang membersihkan kaca jendela (pexels.com/Antonius Ferret)

    Pemilihan kain turut menentukan hasil akhir pembersihan jendela. Kain yang sudah kotor, terlalu berbulu, atau meninggalkan serat dapat membuat kaca terlihat berkabut meskipun kotorannya sudah terangkat. Karena itu, gunakan kain mikrofiber bersih yang lembut dan tidak meninggalkan serat pada permukaan kaca.

    Siapkan setidaknya dua kain: satu untuk mengangkat kotoran dengan cairan pembersih dan satu lagi untuk mengeringkan sisa kelembapan. Usapkan kain pertama dari bagian atas menuju bawah dengan gerakan teratur. Setelah itu, gunakan kain kedua untuk mengeringkan bagian tepi, sudut, dan area yang masih menunjukkan bekas cairan.

    "Beberapa orang suka mengeringkan kaca jendela menggunakan koran, tetapi sebaiknya gunakan kain mikrofiber yang bisa dipakai berulang kali. Kain jenis ini sangat menyerap air, bisa dicuci, serta membuat kaca tampak berkilau dan bebas goresan," ujar Forte.

  3. 3. Gunakan cairan pembersih yang tepat, tidak harus mahal

    ilustrasi pembersihan kaca jendela (pexels.com/MART PRODUCTION)
    ilustrasi pembersihan kaca jendela (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Kaca jendela tidak selalu membutuhkan cairan pembersih khusus yang mahal. Untuk kotoran sehari-hari, kamu bisa memakai produk pembersih kaca sesuai petunjuk label. Alternatif lainnya adalah larutan air dan sedikit cuka putih untuk membantu mengangkat noda tertentu, terutama bercak mineral ringan akibat air yang mengering.

    Sebagai contoh, Martha Stewart menyarankan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama untuk membersihkan kaca. Larutan dapat diaplikasikan menggunakan botol semprot atau kain bersih, kemudian diusap dan dikeringkan. Jika menggunakan campuran buatan sendiri, cobalah terlebih dahulu pada bagian kecil dan hindari penggunaannya pada kaca berlapis khusus atau material di sekitar jendela yang sensitif terhadap asam.

    "Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama ke dalam ember (kamu juga bisa mencampurnya di dalam botol semprot). Opsional tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring untuk membantu meluruhkan lemak dan kotoran. Gunakan kain mikrofiber kering untuk menyingkirkan debu atau kotoran dari permukaan jendela," kata Alicia Sokolowski, presiden sekaligus salah satu CEO AspenClean dikutip dari laman Martha Stewart.

  4. 4. Hindari membersihkan kaca saat matahari sedang terik

    ilustrasi penggunaan kaca jendela (pexels.com/Stock project)
    ilustrasi penggunaan kaca jendela (pexels.com/Stock project)

    Waktu membersihkan jendela ternyata berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Ketika kaca terkena sinar matahari langsung, permukaannya bisa menjadi panas sehingga cairan pembersih lebih cepat mengering. Sebelum sempat dilap secara merata, sisa cairan dan kotoran dapat meninggalkan garis-garis yang sulit dihilangkan.

    Pilih pagi hari ketika kaca masih teduh atau saat cuaca mendung. Jika hanya punya waktu pada siang hari, kerjakan jendela yang berada di sisi rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung. Bersihkan satu bagian kaca terlebih dahulu sampai selesai sebelum berpindah ke bagian berikutnya agar cairan tidak telanjur mengering.

    "Waktu terbaik untuk membersihkan jendela adalah saat cuaca mendung. Jika kamu melakukannya di bawah terik matahari, cairan pembersih akan mengering pada kaca yang panas sebelum sempat dilap, sehingga meninggalkan bekas goresan yang sulit dihilangkan. Jika cuaca tidak mendukung, cobalah untuk mulai membersihkan dari sisi rumah yang teduh," kata Forte.

  5. 5. Gunakan squeegee dan periksa kaca dari dua arah

    ilustrasi membersihkan kaca jendela (pixabay.com/pixabay)
    ilustrasi membersihkan kaca jendela (pixabay.com/pixabay)

    Untuk jendela berukuran besar, alat pembersih kaca dengan bilah karet atau squeegee bisa membantu mengangkat cairan secara merata. Setelah kaca dibasahi dengan larutan pembersih, tarik alat dari bagian atas ke bawah dengan tekanan yang stabil.

    Setiap selesai satu tarikan, lap bilah karetnya menggunakan kain bersih agar kotoran tidak berpindah kembali ke kaca. Kerjakan secara bertahap dengan sedikit tumpang tindih antara setiap tarikan supaya tidak ada bagian yang terlewat.

    Setelah selesai, keringkan bagian tepi dan ambang jendela dengan kain mikrofiber. Untuk jendela kecil, kamu juga bisa menggunakan kain mikrofiber saja, asalkan cairan tidak dibiarkan mengering sebelum seluruh permukaan selesai dilap.

    Membersihkan kaca jendela agar tidak buram dan meninggalkan bekas sebenarnya tidak harus rumit atau menghabiskan banyak biaya. Mulailah dengan mengangkat debu, memakai kain mikrofiber bersih, memilih cairan pembersih yang sesuai, serta menghindari paparan matahari langsung ketika mengelap kaca.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More