Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengurangi Sampah Rumah Tangga Tanpa Ribet

ilustrasi sampah organik (pexels.com/Julia M Cameron)
ilustrasi sampah organik (pexels.com/Julia M Cameron)
Intinya sih...
  • Biasakan bawa barang pakai ulang untuk mengurangi sampah rumah tangga
  • Kurangi sampah dapur dengan atur pola masak dan pilih produk dengan kemasan lebih ramah lingkungan
  • Manfaatkan sampah organik jadi lebih berguna dan pilah sampah dengan cara paling praktis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap hari, tanpa sadar kamu menghasilkan sampah dari aktivitas yang kelihatannya sepele. Bungkus makanan, botol minum sekali pakai, kantong plastik, sampai sisa makanan yang akhirnya dibuang begitu saja. Kalau dikumpulkan, jumlahnya bisa jauh lebih banyak dari yang kamu bayangkan.

Masalahnya, sebagian besar sampah rumah tangga butuh waktu sangat lama untuk terurai. Di sisi lain, mengurangi sampah sering dianggap ribet. Padahal, ada cara-cara sederhana yang bisa kamu lakukan tanpa mengubah gaya hidup secara drastis. Berikut lima tips mengurangi sampah rumah tangga dengan praktis.

1. Biasakan bawa barang pakai ulang

ilustrasi botol minum (unsplash.com/taylor65s)
ilustrasi botol minum (unsplash.com/taylor65s)

Salah satu sumber sampah terbesar di rumah berasal dari barang sekali pakai. Kantong plastik, botol air mineral, dan sedotan adalah contoh paling umum. Padahal, solusi untuk menguranginya cukup dengan membiasakan membawa barang pakai ulang ke mana pun kamu pergi.

Mulai dari sedia tote bag di tas atau motor. Saat belanja mendadak, kamu tidak perlu lagi minta kantong plastik. Botol minum isi ulang juga bisa jadi penyelamat, terutama buat kamu yang sering beli minuman kemasan. Selain mengurangi sampah, kebiasaan ini juga bikin pengeluaran jadi lebih hemat.

2. Kurangi sampah dapur dengan atur pola masak

ilustrasi sampah organik (pexels.com/ Sarah Chai)
ilustrasi sampah organik (pexels.com/ Sarah Chai)

Sampah dapur, terutama sisa makanan, sering kali jadi penyumbang terbesar di rumah. Banyak orang masak terlalu banyak atau lupa menyimpan bahan makanan dengan benar hingga akhirnya basi. Padahal, hanya dengan sedikit perencanaan bisa sangat membantu.

Coba biasakan membuat daftar menu mingguan dan belanja sesuai kebutuhan. Simpan bahan makanan di wadah tertutup agar lebih awet. Kalau masih ada sisa makanan matang, jangan langsung dibuang. Kamu bisa mengolahnya kembali jadi menu lain keesokan hari. Cara ini juga bisa membantu kamu lebih bijak mengatur konsumsi.

3. Pilih produk dengan kemasan lebih ramah lingkungan

ilustrasi belanja di supermarket (unsplash.com/hansonluu)
ilustrasi belanja di supermarket (unsplash.com/hansonluu)

Saat belanja kebutuhan rumah tangga, kemasan sering kali luput dari perhatian. Padahal, kemasan plastik multilayer atau sachet kecil sulit didaur ulang dan akhirnya menumpuk jadi sampah. Mulai sekarang, coba lebih sadar saat kamu memilih produk.

Pilih produk dengan kemasan besar atau isi ulang karena biasanya menghasilkan sampah lebih sedikit. Kalau ada opsi kemasan kertas atau botol kaca, itu bisa jadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi sampah, langkah ini sering kali lebih ekonomis.

4. Manfaatkan sampah organik jadi lebih berguna

ilustrasi membuat kompos (pexels.com/KoolShooters)
ilustrasi membuat kompos (pexels.com/KoolShooters)

Banyak orang mengira mengolah sampah organik itu ribet dan cuma cocok buat yang hobi berkebun. Padahal, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan tanpa alat khusus. Sisa sayur, kulit buah, dan ampas kopi sebenarnya masih punya nilai guna.

Kamu bisa mulai dengan membuat kompos sederhana di ember tertutup. Kalau itu terasa terlalu rumit, alternatif lain adalah memanfaatkan sisa dapur untuk hal kecil, seperti ampas kopi untuk penghilang bau di kulkas atau kulit jeruk sebagai pengharum alami. Dengan begitu, sampah organik gak langsung berakhir di tempat sampah.

5. Pilah sampah dengan cara paling praktis

ilustrasi tempat sampah (unsplash.com/splashabout)
ilustrasi tempat sampah (unsplash.com/splashabout)

Memilah sampah sering dianggap pekerjaan tambahan yang merepotkan. Padahal, kamu cukup mulai dengan memisahkan sampah organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda. Dari situ saja, jumlah sampah yang bisa dikelola ulang sudah jauh lebih banyak.

Untuk sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, atau kaleng, kamu bisa mengumpulkannya dan menjual ke bank sampah atau pengepul. Sekarang bahkan sudah banyak layanan jemput sampah daur ulang. Dengan begitu, memilah sampah tidak lagi terasa memberatkan.

Kalau kamu konsisten menerapkan lima tips di atas, volume sampah rumah tangga akan berkurang secara perlahan tapi signifikan. Selain rumah jadi lebih rapi, kamu juga ikut berkontribusi menjaga lingkungan dengan cara yang mudah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

4 Ide Dekorasi Area Balkon yang Cocok Jadi Tempat Relaksasi Pagi Hari

11 Jan 2026, 23:17 WIBLife