Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tren Rumah Minimalis Mulai Ditinggalkan, Lalu Apa Penggantinya?

Tren Rumah Minimalis Mulai Ditinggalkan, Lalu Apa Penggantinya?
ilustrasi dekorasi meja kamar sederhana (pexels.com/Taryn Elliott)
Intinya Sih
  • Konsep rumah minimalis mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu steril dan kurang mencerminkan kepribadian penghuni yang kini lebih mencari makna personal dalam hunian mereka.
  • Tren baru bergeser ke arah new minimalism, yaitu gaya yang tetap sederhana namun menonjolkan nilai personal, keberlanjutan, serta penggunaan material alami dan handcrafted.
  • Desain modern kini menekankan pemilihan benda bermakna, tekstur alami, serta sentuhan heritage seperti furnitur kayu ukir khas Indonesia untuk mencerminkan karakter penghuni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Rumah dengan konsep minimalis digadang-gadang mulai ditinggalkan oleh individu. Hunian dengan konsep minimalis artinya fokus pada kesederhanaan atau simplicity dan mengutamakan fungsi esensial. Rumah dengan konsep minimalis identik dengan kesan clean, open space, warna yang netral, dan pencahayaan natural.

Konsep minimalis menghadirkan ruang yang rapi dan fungsional sehingga dekorasi yang diaplikasikan cenderung mengedepankan nilai fungsional. Setiap elemen yang digunakan memiliki tujuan dan fungsi yang jelas, sehingga menciptakan suasana yang bersih dan lapang.

Sayangnya, saat ini, konsep hunian minimalis mulai ditinggalkan. Kira-kira, apa alasannya dan konsep seperti apa yang akan menggantikan inspirasi ini?

1. Desain minimalis mulai ditinggalkan, mengapa?

 Kamar tidur luas dengan jendela lengkung bergaya Mediterania, tempat tidur queen berselimut abu-abu, dua nakas kayu, tanaman hias hijau, lampu gantung lingkaran hitam, dan dua bingkai foto kosong di dinding.
ilustrasi dekorasi kamar yang minimalis (pexels.com/Paul Seling)

Desain ruangan minimalis mulai ditinggalkan sebab individu lebih senang jika hunian mereka memiliki makna personal dibandingkan menghadirkan ruang yang 'ideal'. Keadaan ideal yang utopis karena mempertahankan ruangan yang rapi dan hanya memiliki benda yang fungsional. Bagi sebagian orang, hal ini tak lagi ideal karena sentuhan personal juga diperlukan dalam suatu hunian.

Desainer interior Joanna Laajisto dalam The Spaces mengungkapkan, ketika seseorang membuat rumah, ia berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang yang memberi ketenangan dan rasa aman saat ditempati bersama keluarga. Ia ingin hunian yang ditinggali menghadirkan citra personal dirinya, bersifat pribadi, dan memiliki makna kemewahan.

Kemewahan di sini tak selalu berarti sesuatu yang mahal atau mengedepankan nilai konsumerisme, namun kesadaran terhadap lingkungan dan sesuatu yang diproduksi secara massal. Keinginan orang untuk mengisi rumah dengan benda yang personal, handcrafted, dan terbuat dari material alami inilah yang dianggap sebagai kemewahan masa kini.

Sementara hal semacam itu tidak bisa dihadirkan dalam hunian minimalis. Orang-orang ingin membeli objek seperti furnitur, perabot, atau dekorasi yang memiliki nilai tertentu bagi dirinya. Tak hanya membeli sebuah objek, mereka juga ingin mengenal pembuatnya, memahami proses kreatifnya, serta alasan di balik bentuk dan detail yang dipilih.

2. Pengganti konsep minimalis

Rumah minimalis modern. (unsplash.com/ Spacejoy)
Rumah minimalis modern. (unsplash.com/ Spacejoy)

Konsep minimalis tampaknya tak sepenuhnya berubah, melainkan bergeser menjadi lebih personal. Individu juga lebih selektif dalam memilih perabot yang ingin dihadirkan di sebuah ruangan. Menurut Joanna, penghuni ingin benda dengan kisah personal, seperti kursi warisan atau benda hasil buah tangan yang menjadi bagian dari rumahnya.

Konsep new minimalism ini semakin mengarah pada tren minimalisme modern yang tak hanya menekankan pada kesederhanaan visual, namun juga memiliki makna di balik benda yang dipilih. Masyarakat semakin menghargai furnitur dan dekorasi yang memiliki cerita, nilai personal, serta dibuat untuk digunakan dalam jangka panjang. Tentunya ini menjadi cermin akan peningkatan kesadaran sustainability.

Bukannya memiliki barang yang diproduksi secara massal, individu masa kini menginginkan suatu barang yang dapat memiliki usia panjang. Oleh karenanya, mereka memiliki kesadaran akan keberlanjutan, kualitas, dan pentingnya memiliki barang yang benar-benar bermakna dibanding terus mengikuti budaya konsumtif.

3. Lalu, apa yang berubah?

model jendela rumah minimalis yang modern (pexels.com/Carlos Montelara)
model jendela rumah minimalis yang modern (pexels.com/Carlos Montelara)

Desain minimalis tak berubah secara signifikan, kemungkinan hanya mengalami pergeseran berkat meningkatnya tren desain Scandinavian. Perubahannya tak semata mengurangi jumlah barang, akan tetapi selektif dalam memilih benda yang bermakna dan memberi nilai bagi kehidupan. Kata kuncinya adalah mencerminkan karakter penghuninya.

Perubahan ke arah yang lebih modern tak berarti menghilangkan keseluruhan konsep minimalis. Hunian dengan pendekatan new minimalism mengedepankan tekstur, misalnya pada dinding, perabot, dan lainnya. Selain itu, biasanya penghuni juga menghadirkan art piece sebagai vocal point dalam ruangan. Tak sampai di situ, nuansa heritage juga kerap kali dihadirkan, misalnya furnitur dengan ukiran kayu khas Indonesia.

Pendekatan inilah yang lebih banyak disukai saat ini. Generasi muda juga lebih mengedepankan usia suatu barang dibandingkan harus memberi perabot secara berulang. Oleh karenanya, new minimalism juga mengedepankan nilai sustainability di rumah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More