Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Peribahasa dengan Kata 'Kain', Tahu Arti Sekain Sebaju?

ilustrasi kain (pexels.com/Digital Buggu)
ilustrasi kain (pexels.com/Digital Buggu)

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata kain? Yups, kain memang identik dengan bahan baku pakaian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kain didefinisikan sebagai barang yang ditenun dari benang kapas. Namun, tahukah kamu bahwa kata kain memiliki makna berbeda jika dirangkai dalam peribahasa?

Peribahasa sendiri merupakan kalimat kiasan yang biasanya memiliki makna tertentu seperti nilai kehidupan, nasihat, perumpamaan, hingga aturan dalam bertingkah laku. Ada banyak peribahasa Indonesia dari yang umum digunakan hingga yang masih jarang diketahui orang. Agar semakin memperkaya wawasanmu, berikut ada beberapa informasi tentang peribahasa yang memuat kata kain untukmu. Baca terus sampai selesai, ya!

1. Pertama ada 'sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain'. Peribahasa ini bermakna pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan kesabaran, lama-lama akan berhasil

ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/olia danilevich)
ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/olia danilevich)

2. Selanjutnya ada peribahasa 'sekain sebaju' yang menggambarkan tentang akrabnya persahabatan

ilustrasi persahabatan (pexels.com/KoolShooters)
ilustrasi persahabatan (pexels.com/KoolShooters)

3. Perbuatan sia-sia identik dengan peribahasa 'bagai menjaring angin', tetapi ternyata ada peribahasa lain yang punya makna serupa, yaitu 'menghasta kain sarung'

ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/Karolina Grabowska)

4. Pernahkah kamu mendapati teman yang memakai barang pinjaman dengan sesuka hatinya? Jika iya, berarti kelakuannya seperti peribahasa 'bagai menyesah kain dapat'

ilustrasi orang bergosip (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi orang bergosip (pexels.com/cottonbro studio)

5. Peribahasa 'bagai menggunting dalam lipatan' bisa kamu gunakan untuk menggambarkan pengkhianatan dari orang yang begitu kamu percaya

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RODNAE Productions)
ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RODNAE Productions)

6. Ada pula peribahasa dengan kata kain yang menggambarkan kondisi seseorang yang miskin sekali. Pernah dengar peribahasa 'kain basah kering di pinggang'?

ilustrasi gelandangan (pexels.com/MART PRODUCTIONS)
ilustrasi gelandangan (pexels.com/MART PRODUCTIONS)

7. Peribahasa 'lapuk oleh kain sehelai' mengilustrasikan kondisi seseorang yang beristri atau bersuami satu orang dalam hidupnya

ilustrasi pernikahan (unsplash.com/Devi Firdaus)
ilustrasi pernikahan (unsplash.com/Devi Firdaus)

8. Peribahasa 'kain pendinding miang, uang pendinding malu' berisi nasihat untuk tidak kikir dan menggunakan segala sesuatu yang dimiliki sebagaimana mestinya

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

9. Peribahasa 'telah meraba-raba tepi kain' menggambarkan kondisi seseorang yang sakit parah

ilustrasi sakit parah (pexels.com/RODNAE Productions)
ilustrasi sakit parah (pexels.com/RODNAE Productions)

10. Terakhir ada peribahasa 'kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari' berarti menceraikan istri tua dan mencari istri muda. Duh tega, ya!

ilustrasi dua orang yang akan bercerai (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi dua orang yang akan bercerai (pexels.com/cottonbro studio)

Kamu menyangka gak kalau arti peribahasa yang memuat kata kain akan seberagam itu? Semoga kita selalu bisa bersikap selayaknya peribahasa "kain pendinding miang, uang pendinding malu", ya! Menarik 'kan pembahasan seputar peribahasa Indonesia? Yuk, tambah wawawanmu dengan membaca artikel seputar peribahasa lainnya di IDN Times!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yulia Nor Annisa
EditorYulia Nor Annisa
Follow Us