Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Peribahasa Indonesia dengan Kata 'Tanah', Maknanya Dalam

10 Peribahasa Indonesia dengan Kata 'Tanah', Maknanya Dalam
ilustrasi permukaan tanah (freepik.com/rawpixel)

Tanah merupakan permukaan Bumi atau lapisan Bumi yang terletak di bagian paling atas. Sudah tak asing lagi bagi kita untuk memijak tanah dengan maupun tanpa alas kaki ketika beraktivitas di luar ruangan. Kendati jalanan serta fasilitas umum di berbagai tempat sudah dilapisi konstruksi aspal, beton, ataupun paving, tanah lapang masih bisa dengan mudah ditemukan khususnya di daerah perdesaan. 

Bukan sekadar daratan yang biasa diinjak-injak, kata 'tanah' terkandung dalam beberapa peribahasa Indonesia dengan makna yang bisa menjadi pelajaran hidup. Penasaran, apa saja? Simak penjelasan berikut, ya!  

1. Pada urutan pertama ada peribahasa "di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung" yang artinya 'hendaklah mengikuti adat negeri yang ditempati'

ilustrasi rakyat makan bersama (pixabay.com/stux)
ilustrasi rakyat makan bersama (pixabay.com/stux)

2. "Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah" memiliki arti 'daripada menanggung malu lebih baik mati'

Ilustrasi dua orang rekan kerja bergosip. (Pexels.com/teksomolika)
Ilustrasi dua orang rekan kerja bergosip. (Pexels.com/teksomolika)

3. "Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua" artinya 'budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang'

ilustrasi perempuan sedang berbicara. (Pexels.com/benzoix)
ilustrasi perempuan sedang berbicara. (Pexels.com/benzoix)

4. "Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah" bermakna 'selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat'

ilustrasi adat daerah di Jerman pada abad pertengahan (pixabay.com/Duernsteiner)
ilustrasi adat daerah di Jerman pada abad pertengahan (pixabay.com/Duernsteiner)

5. "Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi" artinya 'setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya'

ilustrasi ombak (pixabay.com/Pexels)
ilustrasi ombak (pixabay.com/Pexels)

6. "Setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga" mempunyai makna 'biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga'

ilustrasi kampung halaman (pixabay.com/Sung hun Lee )
ilustrasi kampung halaman (pixabay.com/Sung hun Lee )

7. "Seperti Belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut" artinya 'apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi'

ilustrasi seorang pria memohon (freepik.com/wayhomestudio)
ilustrasi seorang pria memohon (freepik.com/wayhomestudio)

8. "Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera" mempunyai arti 'kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain'

ilustrasi pria bersenjata (pixabay.com/Sammy-Sander)
ilustrasi pria bersenjata (pixabay.com/Sammy-Sander)

9. "Tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air" diartikan sebagai 'sama-sama dalam suka dan duka'

ilustrasi persahabatan (pixabay.com/Dim Hou)
ilustrasi persahabatan (pixabay.com/Dim Hou)

10. Terakhir ada peribahasa "tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah", yakni 'perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya'

ilustrasi kakek tunawisma (pixabay.com/Kasun Chamara)
ilustrasi kakek tunawisma (pixabay.com/Kasun Chamara)

Daftar peribahasa dengan menggunakan kata "tanah" di atas memiliki beragam makna yang mendalam. Jangan hanya membaca untuk dirimu sendiri, ya. Bagikan artikel ini ke teman-temanmu juga, lho. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us