Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Cara Menjaga Konsentrasi Saat Bekerja atau Belajar
Perempuan bekerja (pexels.com/ cottonbro studio)
  • Kesulitan konsentrasi dapat dipicu lingkungan ramai, distraksi, kurang tidur, dan kelelahan; memaksakan diri tanpa memahami penyebabnya justru membuat fokus makin sulit.
  • Tetapkan target spesifik dan prioritaskan satu tugas, lalu gunakan sesi fokus-istrahat seperti Pomodoro untuk membagi pekerjaan besar menjadi lebih teratur dan ringan.
  • Dukung fokus dengan area kerja rapi dan tenang, tidur cukup, makan-minum teratur, serta jeda singkat tanpa media sosial saat pikiran mulai jenuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa baru mulai bekerja atau belajar beberapa menit, tetapi pikiran sudah melayang ke mana-mana? Membuka ponsel sebentar, teringat pekerjaan lain yang belum selesai, atau tiba-tiba ingin mengecek media sosial. Akibatnya, tugas yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat justru memakan waktu berjam-jam.

Kesulitan berkonsentrasi bisa terjadi karena berbagai hal. Mulai dari lingkungan yang ramai, terlalu banyak distraksi, kurang tidur, hingga tubuh yang kelelahan. Memaksakan diri untuk terus bekerja tanpa memperhatikan penyebabnya justru bisa membuat kamu semakin sulit fokus.

Kamu bisa melatih konsentrasi melalui beberapa kebiasaan sederhana. Dengan begitu, kamu tidak harus langsung bekerja selama berjam-jam tanpa jeda untuk jadi lebih produktif. Berikut cara menjaga konsentrasi saat bekerja atau belajar agar waktu yang kamu gunakan terasa lebih efektif.

1. Tentukan target yang jelas sebelum mulai

Ilustrasi perempuan bekerja depan laptop (Freepik.com/ jcomp)

Tentukan target yang spesifik sebelum mulai bekerja atau belajar. Buat tujuan yang lebih terukur daripada menulis target seperti mengerjakan tugas atau belajar matematika. Misalnya menyelesaikan tiga soal latihan, membaca satu subbab, atau merapikan laporan penjualan.

Target yang jelas membantu otak memahami tugas yang perlu diprioritaskan. Kamu juga bisa memperkirakan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Jika punya banyak pekerjaan, pilih satu tugas utama yang paling penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Setelah selesai, lanjutkan ke tugas berikutnya.

2. Gunakan teknik Pomodoro agar fokus lebih teratur

Perempuan bekerja di rumah menggunakan laptop (Pexels.com/ Vlada Karpovich)

Bekerja atau belajar dalam waktu yang terlalu lama tanpa istirahat bisa membuat fokus jadi menurun. Salah satu cara mengatasinya adalah menggunakan teknik Pomodoro, yaitu metode mengatur waktu kerja dalam beberapa sesi pendek yang diselingi istirahat.

Kamu bisa memulai dengan pola 25 menit fokus dan 5 menit istirahat. Selama 25 menit tersebut, kerjakan satu tugas tanpa membuka aplikasi lain atau melakukan pekerjaan yang tidak berkaitan. Setelah waktunya selesai, gunakan lima menit berikutnya untuk berdiri, meregangkan tubuh, atau minum air.

Setelah menyelesaikan empat sesi, kamu bisa mengambil istirahat yang lebih panjang, sekitar 15–30 menit, sesuai kebutuhan.

Jika kamu lebih nyaman bekerja selama 40 menit sebelum beristirahat, pola itu juga bisa dicoba. Pilih durasi yang sesuai dengan tingkat kesulitan tugas dan kemampuanmu mempertahankan perhatian.

Teknik ini membantu membagi pekerjaan besar menjadi bagian-bagian yang terasa lebih ringan. Kamu juga memiliki waktu istirahat yang jelas sehingga tidak perlu menunggu sampai benar-benar kelelahan untuk berhenti sejenak.

3. Rapikan meja dan tempat kerja

Lampu dan laptop di atas meja (pexels.com/ Elijah Pilchard)

Sebelum mulai bekerja atau belajar, luangkan sekitar lima menit untuk merapikan area yang digunakan. Singkirkan barang yang tidak diperlukan, siapkan alat tulis, dan letakkan dokumen penting di tempat yang mudah dijangkau.

Jika bekerja di rumah, pilih area yang cukup tenang dan punya pencahayaan yang cukup. Kamu tidak harus punya ruang kerja khusus. Meja kecil sudah cukup jadi area kerja yang nyaman.

Jika terlalu ramai, gunakan earphone atau suara latar yang tidak mengganggu jika memungkinkan. Perhatikan jenis lingkungan yang paling mendukung fokusmu.

4. Pastikan mendapat tidur yang cukup

Orang bangun tidur (pexels.com/ RDNE Stock project)

Kondisi tubuh sangat berpengaruh terhadap kemampuan otak mempertahankan konsentrasi. Saat kurang tidur, kamu akan merasa sulit memahami bacaan, lebih sering melakukan kesalahan kecil, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan. Memaksakan diri belajar sampai larut malam juga belum tentu membuat hasilnya lebih baik jika tubuh sudah terlalu lelah.

Jika harus bekerja sejak pagi, atur waktu tidur berdasarkan jam berangkat dan rutinitas harian. Kurangi kebiasaan menunda tidur untuk bermain ponsel, terutama saat waktu istirahat sudah semakin sedikit.

5. Penuhi kebutuhan makan dan minum

Orang makan bersama (Freepik.com/ tirachardz)

Saat tubuh membutuhkan energi atau cairan, kamu mungkin lebih mudah merasa lelah, pusing, atau kehilangan semangat untuk menyelesaikan tugas.

Usahakan makan secara teratur dengan menu yang cukup seimbang. Kombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah sesuai kebutuhan. Misalnya, nasi dengan telur dan sayuran bisa menjadi pilihan makan siang sederhana yang membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi.

Jangan lupa menyediakan air minum di dekat tempat kerja. Minumlah secara berkala, terutama ketika cuaca panas atau kamu banyak bergerak. Jika terbiasa minum kopi atau teh, konsumsi secukupnya dan perhatikan pengaruhnya terhadap tubuh. 

6. Istirahat saat pikiran mulai terasa penuh

Perempuan duduk dekat jendela (Freepik.com/ benzoix)

Jika kamu mulai membaca kalimat yang sama berulang kali tanpa memahaminya, kehilangan fokus, atau merasa sangat jenuh, ambil jeda singkat. Berdirilah dari kursi, berjalan sebentar, melakukan peregangan, atau melihat pemandangan di luar ruangan.

Istirahat tidak harus selalu diisi dengan membuka media sosial. Aktivitas yang membuat mata dan pikiran beristirahat dari tugas utama bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Setelah jeda, kembali ke pekerjaan dengan menentukan bagian kecil yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya, jika sedang menyusun laporan panjang, fokuslah menyelesaikan satu bagian sebelum berpindah ke bagian lain.

Kalau pikiran dipenuhi urusan yang belum selesai, tuliskan hal-hal tersebut di catatan. Kamu bisa mencatat pekerjaan yang harus dilakukan nanti agar tidak perlu terus mengingat semuanya selama sedang bekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article