TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

8 Penyebab Skripsi Tertunda, Adakah yang Mewakilimu?

Salah satunya putus cinta

ilustrasi mahasiswa (unsplash.com/Siora Photography)

Ada banyak penyebab skripsi tertunda yang perlu diketahui. Skripsi adalah tugas akhir mahasiswa yang ingin meraih gelar sarjana. Tugas ini menjadi hal yang bikin stress pada beberapa mahasiswa. Overthinking pun tak jarang menimpa pada mereka.

Sebenarnya, skripsi bisa selesai sesuai dengan rencana waktu yang dibuat. Tekun dan sabar adalah kunci. Namun, terkadang ada saja penyebab skripsi menjadi tertunda dalam pembuatannya hingga mau mengikuti ujiannya. Kira-kira apa saja ya? Yuk, simak delapan penyebab skripsi tertunda berikut ini!

1. Sibuk dengan pekerjaan yang menghasilkan uang

ilustrasi mahasiswa pekerja (unsplash.com/Csaba Balazs)

Semester akhir adalah waktu paling panjang dalam membuat skripsi dibandingkan dengan mengulang mata kuliah yang mendapat nilai kurang memuaskan. Sela-sela waktu ini biasanya dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan di samping menambah pemasukan.

Namun, yang menjadi godaan adalah ketika sudah asyik bekerja dan menghasilkan uang, skripsi bisa terabaikan. Semakin susah mengatur waktu karena pekerjaan yang begitu banyak.

2. Susah bertemu dengan dosen pembimbing

ilustrasi mahasiswa (unsplash.com/David Kennedy)

Jika mendapat dosen yang selalu ada di tempat, tentu menjadi kemudahan untuk berkonsultasi. Yang paling susah adalah kalau kebagian dosen dengan jam terbang tinggi. Dosen tersebut gak hanya mengajar di satu tempat melainkan banyak.

Tentu saja sebagai mahasiswa harus aktif jika skripsi ingin selesai. Salah satu caranya adalah menghubungi dosen sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

3. Takut bertemu dosen pembimbing

ilustrasi dosen pembimbing killer (unplash.com/Adam Rutkowski)

Jika sebelumnya masalahnya adalah susah bertemu dosen, kalau ini adalah takut. Kok bisa? Sama seperti guru di sekolah, dosen di kampus pun tak jarang ada yang killer. Berawal dari takut, membuat skripsi jadi tertunda.

Kalau sudah begini, rasa takut memang harus dilawan. Percayalah segarang apapun dosen, ia pun juga manusia yang punya hati dan perasaan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Stres saat Masa Skripsi, Jangan Paksakan Diri

4. Revisi berkali-kali

ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (unplash.com/JESHOOTS.COM)

Revisi ini adalah hal yang paling lumrah dialami oleh mahasiswa. Mulai dari tingkat yang ringan hingga berat. Ada yang hanya mengedepankan perihal EYD, tapi ada juga dosen yang memperhatikan judul dan isi apakah sesuai atau tidak.

Biasanya revisi berkali-kali, jika kebagian dosen yang ahli di bidang tersebut. Sebenarnya ini menjadi harapan besar kalau nilai skripsi nantinya mendapat terbaik. Kuncinya adalah sabar.

5. Susah menemukan judul

ilustrasi mahasiswa mencari bahan skripsi (unplash.com/Becca Tapert)

Menentukan judul bagi sebagian mahasiswa, bagian ini adalah paling sulit. Sudah berkali-kali ke perpustakaan untuk melihat judul skripsi alumni akan tetapi masih saja tak mendapatkan ide.

Apalagi dari awal belum menentukan minat, apa yang disukai selama mengikuti mata kuliah. Kesusahan tersebut semakin membuat rumit di kepala jika melihat rekan seangkatan sudah melakukan bimbingan.

6. Ada salah satu syarat yang belum memenuhi

ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (unplash.com/Jeswin Thomas)

Setelah mendapat persetujuan oleh kedua dosen pembimbing, itu artinya skripsi siap disidangkan. Tapi, sebelum ujian tentu ada syarat yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan kampus masing-masing.

Jika syarat tersebut tak bisa dipenuhi maka ujian skripsi pun akan tertunda. Misalnya, harus melampirkan nilai TOEFL. Sudah tes berkali-kali tapi sulit mendapatkan nilai yang sudah ditentukan.

7. Menunggu rekan seangkatan

ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (unplash.com/Eliott Reyna)

Ada lho tipe setia kawan sampai ke urusan pribadi. Misalnya, ia sudah setengah jalan dalam mengerjakan skripsi tetapi sahabatnya belum sama sekali. Akhirnya ia pun menunggu dengan setia. Ia ingin wisuda bersama sahabatnya. 

Skripsinya bisa tertunda jika rekannya adalah tipe pemalas. Kalau sudah begini, tentu saja termasuk ke dalam orang yang merugi.

Baca Juga: Ketahui 5 Tipe Orang yang Suka Menunda, Adakah Tipemu?

Verified Writer

Dyan Yudhistira

IG: @dyanyudhis // Terima kasih sudah mau membaca. Semoga bahagia selalu. Aamiin..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya