TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Program Magang di SMK

Bakalan dapat gaji gak, ya?

ilustrasi pelajar sedang berpikir (pexels.com/pixabay)

Program magang di SMK biasanya sering disebut dengan PKL atau Praktik Kerja Lapangan. Ada pula nama lain seperti Prakerin yang merupakan singkatan dari Praktik Kerja Industri. Ya, semuanya punya nama yang sedikit berbeda, tapi maknanya sama.

Bagi yang memilih atau akan masuk SMK, kamu bakal diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini. Nah, kalau ada dari kamu yang masih belum paham tentang program magang ini, yuk simak artikel berikut. Siapa tahu setelah membacanya, kamu jadi makin paham terkait program tersebut.

1. Durasi dan waktu pelaksanaannya berbeda-beda

ilustrasi tempat magang (unsplash.com/Austin Distel)

Jenis program di SMK sendiri umumnya terbagi menjadi dua. Ada yang menyediakan program belajar 3 tahun belajar dan ada juga yang 4 tahun.

Kalau dari awal kamu memilih SMK dengan masa belajar tiga tahun, maka durasi magang yang akan kamu tempuh biasanya berkisar antara 3 sampai 6 bulan. Hal tersebut juga akan dilaksanakan ketika kamu sudah duduk di kelas 11 SMK.

Berbeda sedikit dengan SMK program empat tahun yang diperlukan waktu mulai dari 6 hingga 12 bulan lamanya untuk melaksanakan praktik kerja industri. Waktu pelaksanaanya pun baru akan dilakukan di tahun keempatmu atau sekitar kelas 13 SMK.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Tempat Magang yang Tepat Untukmu

2. Ada tempat magang yang memberi gaji dan ada yang tidak

ilustrasi uang (pixabay.com/Raten Kauf)

Gak sedikit yang mungkin berharap akan diberikan gaji oleh perusahaan tempat magang. Padahal, gak semua tempat magang itu bakal memberikan honor kepada anak magangnya, lho. Kamu harus mengingat bahwa tujuan utamamu magang adalah untuk menambah pengalaman terkait dengan industri yang akan ditekuni.

Justru, waktu magang inilah yang harusnya bisa kamu manfaatkan untuk belajar dan menyerap semua ilmu yang ada di tempat magangmu. Kalau berhasil meningkatkan kemampuan, kamu jadi punya modal yang bagus saat ingin bekerja sungguhan nantinya. Orang-orang pun tentunya gak akan ragu untuk membayarmu.

3. Wajib menulis jurnal

ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/SHVETS production)

Walaupun disibukkan dengan kegiatan magang, kamu tetap bakal diwajibkan untuk menulis jurnal laporan magang, lho. Untuk melakukannya sebenarnya gak sulit. Sebab, biasanya kamu hanya disuruh untuk menulis kegiatan apa saja yang kamu lakukan setiap harinya di tempat kerja.

Jurnal ini akan dibagikan saat pembekalan magang nanti dan kamu harus melaporkannya kepada guru pembimbingmu masing-masing. Jadi, biar gak keteteran jangan lupa untuk segera menulis jurnal sepulang dari tempat magangmu, ya.

4. Saat di dunia kerja, kita tetap dinilai dalam banyak aspek

ilustrasi anak magang dan bosnya (pexels.com/Jonathan Borba)

Walaupun gak masuk sekolah, bukan berarti penilaianmu juga diliburkan, lho. Justru di tempat magangmu nanti, kamu tetap bakal dinilai dari berbagai aspek oleh perusahaan yang menaungi.

Mulai dari sikap hingga keterampilanmu, semuanya bakal diberi penilaian. Nah, semisal kamu masih suka bolos saat magang, maka jangan heran kalau nilai akhirmu ternyata jadi buruk. Supaya hal itu gak terjadi, pastikan untuk selalu disiplin dan taat terhadap peraturan yang dibuat oleh perusahaanmu, ya.

Baca Juga: 5 Tips Suskses Investasi bagi Kamu Pekerja Freelance

Verified Writer

Hay Lee

Nulis karena bingung mau ngapain lagi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya