TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

14 November Hari Brigade Mobile (Brimob): Ini Sejarahnya

Berperan untuk menertibkan masyarakat Indonesia

Sebanyak 98 personel Sat Brimob Polda Kalbar yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) kembali ke Kalbar setelah bertugas selama 343 hari di Kabupaten Puncak, Papua. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc.)

Hari Brigade Mobile (Brimob) selalu diperingati tiap tanggal 14 November. Eksistensi mereka telah muncul ketika zaman penjajahan Jepang sebagai cadangan untuk menjadi tenaga perang Asia Timur Raya.

Namun, setelah Jepang dikalahkan sekutu dan pergi dari Indonesia, Brimob ikut serta untuk merebut dan menjaga keutuhan negara. Mereka juga punya peran besar dalam membasmi pemberontakan yang muncul pada awal berdirinya Republik Indonesia.

Ingin tahu bagaimana kisah Brigade Mobile di Indonesia? Inilah sejarahnya berdasarkan laman resmi Korps Brimob Polri.

1. Diawali dengan nama Tokubetsu Keisatsu Tai tahun 1944

Ilustrasi. Personel Brimob dengan senjata lengkap. (IDN Times/Tata Firza)

Lahirnya Brimob terjadi ketika Jepang mulai menguasai Indonesia pada tahun 1942. Mereka mengalami kekalahan dalam perang Asia Timur Raya dan mulai mengatur strategi perangnya yang baru. Dari sanalah, akhirnya mereka membentuk organisasi militer di tahun 1943-1944.

Karena terus didesak oleh keadaan, pemerintah militer Jepang membutuhkan tenaga cadangan polisi yang cepat dan punya mobilitas tinggi. Akhirnya, dibentuklah Tokubetsu Kisatsu Tai pada April 1944 yang beranggotakan para polisi muda hingga didirikannya setiap karesidenan di Jawa, Madura, dan Sumatera.

Tokubetsu Kisatsu Tai punya persenjataan yang lebih memadai daripada polisi biasanya. Tiap anggotanya pun memperoleh asrama, pendidikan, dan latihan militer dari tentara Jepang. Oleh karena itu, tak heran mereka kerap dianggap sebagai polisi yang berjiwa disiplin yang tinggi.

Tak hanya itu, di akhir tahun 1944 di setiap karesidenan, dibentuklah Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu Kompi dengan anggota 60-200 orang. Satuan itu berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan dan komandan Kompi yang berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu). 

Tibalah momen Jepang menyerah kepada sekutu. Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Di saat yang bersamaan, semua organisasi militer buatan Jepang dibubarkan. Namun, Tokubetsu Keisatsi Tai tetap dipertahankan dan mereka juga ikut berpartisipasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia bersama rakyat.

2. Berubah nama menjadi Polisi Istimewa

Doc. Humas Polda Sulsel

Selepas kemerdekaan Indonesia, Tokubetsu Keisatsu Tai berubah nama jadi Polisi Istimewa. Penggantian nama itu dilakukan pada 21 Agustus 1945 oleh Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin saat apel pagi dengan semua anggota Polisi Istimewa dan membacakan teks Proklamasi Polisi Istimewa yang berbunyi,

"Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia".

Polisi Istimewa lalu memperbanyak dan menyebarluaskan teks tersebut dengan cara menempelnya di mana-mana, terutama di tempat yang ramai dan bisa dibaca oleh orang-orang. Agenda berikutnya adalah mengganti pimpinan menjadi Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin, yang awalnya dipimpin oleh Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto dari Jepang.

Baca Juga: 1 Juli Hari Bhayangkara: Sejarah dan Cara Memperingatinya

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya