Apa itu Body Count? Istilah yang Viral di Media Sosial

Body countĀ adalah istilah dari bahasa Inggris yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Khususnya setelah tayangnya drama Korea berjudul S Line.
Sebelumnya, istilah body count juga sempat viral di TikTok. Banyak pengguna TikTok yang membuat konten "What's your body count?". Namun, tidak sedikit yang mengiraĀ body count merujuk pada istilah yang dipakai di militer.
Padahal, justruĀ body countĀ yang dimaksud dalam tren merujuk ke hal yang berbau seks. Jadi, apa itu body count? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
1. Body count dalam dunia militer

Letnan Yoon Myung Jo (instagram.com/jiwonishkim) Usut punya usut, body count adalah istilah umum dalam dunia militer. Dilansir kamus daring Merriam-Webster,Ā body countĀ memiliki arti jumlah mayat dari tentara musuh yang terbunuh. Selain itu, bisa juga diartikan sebagai jumlah orang yang terlibat dalam suatu kegiatan tertentu.
Nah, kebanyakan orang lebih familiar dengan pengertianĀ body countĀ yang pertama, yakni jumlat mayat yang sudah terbunuh. Ada juga beberapa dark jokes yang mengartikan body countĀ tersebut sebagai jumlah orang yang kamu bunuh.
2. Konteks penggunaan body count di media sosial

ilustrasi suami istri (pexels.com/Ron Lach) Sayangnya, istilah body countĀ yang dipakai di media sosial, terutama di TikTok tidak merujuk pada kedua arti yang dijelaskan dalam kamus daring Merriam-WebsterĀ tadi.
Menurut pengguna TikTok, body count adalah istilah yang merujuk pada jumlah orang yang pernah diajak untuk berhubungan seksual. Dengan kata lain, tren body count di TikTok adalah tren untuk mengungkap aib sendiri.
Jadi, jika kamu melihat di TikTok ada seseorang yang mengatakan "what's your body count?" artinya orang tersebut bukan menanyakan berapa jumlah orang yang sudah kamu bunuh. Namun, ia bertanya berapa jumlah orang yang sudah berhubungan seksual denganmu.
3. Apa tujuan tren body count?

ilustrasi sedang melihat postingan di media sosial (pexels.com/Liza Summer) Tentu saja trenĀ body countĀ tersebut menimbulkan perdebatan yang sengit. Tidak sedikit orang yang menanyakan apa tujuan dari adanya tren body countĀ ini. Sampai-sampai ada beberapa pengguna TikTok yang menyayangkan adanya trenĀ body countĀ karena dinilai dapat merugikan diri sendiri.
Nah, dari beberapa postingan yang mengikuti trenĀ body countĀ tersebut, ada yang menganggap dengan banyaknya jumlah orang yang sudah berhubungan seksual dengannya bisa membuat dia merasa percaya diri, simpelnya merasa "laku". Ada juga yang berpendapat, seks bebas dengan beberapa orang adalah suatu hal yang lumrah di era sekarang.
Terlepas dari pro-kontra yang ada di media sosial, perlu diingat bahwa seks bebas dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seksual menular, seperti sifilis, gonorhea, HIV/AIDS, dan masih banyak lagi. Jangan sampai, ya!
Kesimpulannya, body countĀ adalah istilah viral yang artinya merujuk pada hal-hal yang berbau seks di media sosial. Jangan ikutan tren yang bisa merugikan diri kalian sendiri ya, guys!























