Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Haji Tamattu: Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaannya
Ilustrasi ibadah haji. (Pexels.com/Mutahir Jamil)

  • Haji tamattu adalah ibadah haji yang diawali dengan umrah pada bulan haji, kemudian bertahallul dan melanjutkan ihram haji pada 8 Zulhijjah tanpa kembali ke miqat awal.
  • Tata cara haji tamattu mencakup niat umrah, thawaf, sai, tahallul, lalu niat haji dari Makkah disertai rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah hingga tawaf wada'.
  • Jamaah haji tamattu wajib membayar dam berupa hewan kurban sebagai bentuk denda ibadah, dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau hari-hari tasyrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seperti yang sudah diketahui, terdapat tiga jenis ibadah haji, yakni haji qiran, tamattu, dan ifrad. Tentu, ketiganya memiliki pengertian dan tata cara ibadah yang berbeda-beda. Meskipun begitu, rukun yang dikerjakan tetap sama.

Sebagai umat muslim, penting untuk memahami perbedaan dari ketiga macam haji agar tidak salah atau bahkan tertukar. Lantas, apa itu haji tamattu? Langsung aja, simak penjelasan lebih lengkap dari IDN Times dalam artikel ini, ya!

1. Pengertian haji tamattu

Bukit Safa, Makkah, Arab Saudi (IDN Times/Umi Kalsum)

Berasal dari kata tamatta'a, tamattu memiliki arti bersenang-senang. Dapat dikatakan bahwa pada saat melaksanakan haji tamattu, seseorang akan melaksanakan ibadah umrah, kemudian selama jeda tahallul, mereka bisa bersenang-senang, karena mereka tidak sedang dalam keadaan ihram serta bebas dari larangan ihram. Meskipun begitu, mereka tetap dikenakan denda atau dam.

Berbanding terbalik dengan haji ifrad, haji tamattu adalah mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, kemudian melaksanakan tahallul, lalu pada 8 Zulhijjah (hari Tarwiyah) melakukan irham haji dari Makkah maupun sekitarnya tanpa perlu kembali dari miqat awal. Penjelasan tersebut tercantum dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Aisyah RA, yang berkata:

"Kami keluar (dari Madinah) bersama Rasulullah SAW pada tahun haji wada'. Sebagian dari kami ber-ihlal dengan umrah (haji tamattu'), dan sebagian lagi berihlal dengan haji dan umrah (haji qiran). Dan sebagian yang lain berihlal dengan haji (haji ifrad). Nabi SAW berihlal dengan ihlal haji (haji ifrad). Orang yang berilhlal dengan umrah (tamattu'), ia bertahallul ketika tiba (di Mekah, sesudah umrah), adapun yang berihlal dengan haji (ifrad) atau menghimpun antara haji dan umrah (qiran) mereka tidak bertahalul sehingga hari nahr, 10 Dzulhijjah."

2. Tata cara pelaksanaan haji tamattu

ilustrasi haji (pexels.com/Şevval Pirinççi)

Berikut ini merupakan niat dan tata cara pelaksanaan haji tamattu.

  • Ihram (niat) umrah dari miqat dengan mengucap:
    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً.
    Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah
    atau
    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى.
    Artinya: Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala
  • Thawaf
  • Sai
  • Tahallul (memotong pendek atau mencukur sebagian rambut kepalanya)
  • Ihram (niat) haji dari pemondokan dengan membaca:
    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا.
    Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji
    atau
    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى.
    Artinya: Aku berniat haji dengan berihram karena Allah Ta'ala
  • Wuquf di Arafah
  • Mabit di Muzdalifah
  • Lontar jumrah aqobah (kubro)
  • Tahallul (potong rambut) awwal
  • Mabit di Mina saat hari tasyrik
  • Lontar jumrah ula, wustho dan aqobah saat hari tasyrik
  • Thowaf ifadlah
  • Sai
  • Tahallul (potong rambut) tsani
  • Tawaf Wada'

3. Hal penting yang tidak boleh dilupakan saat laksanakan haji tamattu

Membayar dam atau denda merupakan hal penting yang tak boleh dilupakan saat melaksanakan haji tamattu. Terbagi menjadi dua, yakni dam nusuk di mana denda yang dikenakan bukan karena kesalahan, serta dam isaah, yakni denda yang dikenakan karena telah melakukan pelanggaran atau kesalahan saat pelaksanaan ibadah haji. Umumnya, seseorang yang dikenakan dam isaah karena mereka tidak melaksanakan ketetapan wajib haji sesuai dengan aturan yang ditentukan.

Seseorang yang melaksanakan haji tamattu wajib menyembelih hewan kurban, boleh berupa seekor kambing, sepertujuh dari sapi, ataupun sepertujuh dari unta. Dam tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau di hari-hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah).

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu haji tamattu. Semoga informasinya dapat membantu kamu, ya!

Penulis: Natasya Yolanda

FAQ Seputar Haji Tamattu

Apa yang dimaksud dengan Haji Tamattu' dan mengapa metode ini paling banyak dipilih oleh jemaah Indonesia?

Haji Tamattu' adalah metode di mana jemaah melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ibadah haji. Jadi, setelah sampai di Makkah, jemaah berihram untuk umrah (tawaf, sa'i, tahallul), lalu melepas ihram dan bebas dari larangan. Baru pada tanggal 8 Zulhijah, jemaah kembali berihram dari hotel untuk melaksanakan haji. Metode ini paling populer karena secara fisik lebih santai, meski jemaah diwajibkan membayar denda (dam) berupa menyembelih seekor kambing.

Bagaimana tata cara pelaksanaan Haji Ifrad yang membedakannya dengan metode lain?

Haji Ifrad adalah metode mendahulukan ibadah haji daripada umrah, atau memilih untuk melaksanakan haji saja tanpa umrah. Jemaah yang memilih metode ini akan tetap berada dalam keadaan berihram (terikat seluruh larangan ihram) sejak pertama kali mengambil miqat di awal kedatangan hingga seluruh rangkaian haji selesai di hari Iduladha (setelah tahallul). Metode ini tidak dikenakan denda (dam), namun membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang sangat tinggi.

Apa esensi dari pelaksanaan Haji Qiran?

Haji Qiran adalah metode menggabungkan ibadah haji dan umrah secara bersamaan dalam satu niat dan satu rangkaian gerakan. Jemaah berihram di miqat dengan niat langsung untuk haji sekaligus umrah. Sama seperti Ifrad, jemaah harus mempertahankan status ihramnya tanpa putus hingga hari-hari puncak haji selesai. Karena mendapatkan dua ibadah sekaligus dalam satu waktu, jemaah Haji Qiran diwajibkan untuk membayar dam (menyembelih hewan kurban).

Bagaimana cara jemaah menentukan jenis haji yang paling cocok untuk diambil?

Penentuan jenis haji biasanya didasarkan pada waktu kedatangan di Makkah dan kondisi fisik jemaah. Jemaah gelombang pertama yang tiba berminggu-minggu sebelum puncak haji umumnya mengambil Haji Tamattu' agar tidak kelelahan menjaga larangan ihram terlalu lama. Sementara jemaah yang tiba sangat mepet dengan tanggal 9 Zulhijah sering kali disarankan mengambil Haji Ifrad atau Qiran agar efisien secara waktu.

Editorial Team