ilustrasi ujian (pexels.com/Jeswin Thomas)
Walaupun sama-sama tes kemampuan bahasa Inggris, TOEIC dan TOEFL merupakan dua tes yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan dari TOEIC dan TOEFL.
Tujuan TOEIC dan TOEFL
TOEIC dan TOEFL memiliki tujuan yang berbeda. Walaupun sama-sama menguji kemampuan bahasa Inggris, masing-masing tes memiliki tujuan yang berbeda. Kalian harus bisa membedakan tujuan TOEIC dan TOEFL berikut ini!
Jika kalian ingin melanjutkan jenjang pendidikan seperti universitas bergengsi di dalam maupun luar negeri, tes kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan adalah TOEFL. Sedangkan untuk kalian yang sedang mencari kerja dan persyaratannya dibutuhkan kemampuan dalam berbahasa inggris, maka TOEIC menjadi pilihan yang tepat.
Format Tes
TOEIC memiliki format tes yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu reading dan listening. Rentang waktu yang diberikan untuk penyelesaian keseluruhan tes adalah selama dua jam.
Sedangkan TOEFL memiliki format tes yang dibagi menjadi empat sesi yang terdiri dari reading, listening, speaking, dan writing. Waktu yang diberikan cukup lama yaitu empat jam, mengingat format tesnya yang lebih banyak.
Isi Tes
Pada bagian isi tes, TOEFL dan TOEIC memiliki pembahasan yang berbeda. TOEIC berpusat terhadap dunia kerja. Maka isi tes yang diberikan seperti presentasi terhadap klien ataupun untuk rapat. Sedangkan untuk TOEFL memiliki pembahasan yang spesifik terhadap dunia perkuliahan.
Nilai Tes
TOEIC dan TOEFL memiliki format nilai yang berbeda. Untuk TOEFL sebenarnya tidak memiliki standarnya, tetapi setiap sesi format tes TOEFL selalu memiliki rentang nilai antara 0 sampai 120. Selain itu, perguruan tinggi memiliki standar nilai TOEFL yang berbeda-beda.
Berbeda dengan TOEFL, TOEIC memiliki rentang nilai dari 0 sampai 900. Perusahaan juga memiliki standar yang berbeda-beda untuk nilai minimal tes TOEIC. Nilai TOEIC yang dianggap “aman” untuk kalian miliki adalah setidaknya mendapatkan 700 poin.