Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Buku Favorit Kaia Gerber yang Wajib Masuk Daftar Bacaanmu

5 Buku Favorit Kaia Gerber yang Wajib Masuk Daftar Bacaanmu
Kaia Gerber dalam Shell (dok. Paramount Pictures/Shell)
Intinya Sih
  • Kaia Gerber dikenal bukan hanya sebagai model dan aktris, tapi juga pecinta buku dengan selera bacaan yang reflektif dan penuh makna.
  • Lima buku favoritnya mencakup karya modern hingga klasik seperti The Vanishing Half, The Prophet, The Symposium, I Love Dick, dan Bright Lights, Big City.
  • Pilihan bacaan Kaia menyoroti tema identitas, cinta, pencarian jati diri, serta refleksi hidup yang menggambarkan kedalaman pemikirannya di luar dunia fashion.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau ngomongin soal dunia fashion, nama Kaia Gerber mungkin langsung terlintas di pikiran. Namun, di balik kariernya sebagai aktris dan model sukses, Kaia ternyata punya sisi lain yang nggak kalah menarik. Ia adalah pecinta buku yang cukup serius. Bahkan, beberapa rekomendasi bacaannya sering jadi perbincangan karena seleranya yang unik dan cukup berat.

Menariknya lagi, pilihan buku Kaia gak cuma sekadar populer, tapi juga penuh makna dan sering mengangkat isu identitas hingga pencarian jati diri. Dari novel modern sampai karya filsafat klasik, daftar bacaannya bisa jadi inspirasi buat kamu yang lagi cari buku berkualitas. Berikut lima buku favorit Kaia Gerber yang layak banget masuk ke wishlist kamu.

1. The Vanishing Half – Brit Bennett

The Vanishing Half
The Vanishing Half (dok. Brit Bennett)

Novel The Vanishing Half karya Brit Bennett ini jadi salah satu favorit Kaia pada 2020. Ceritanya mengikuti kehidupan dua saudara kembar yang tumbuh bersama, tetapi memilih jalan hidup yang sangat berbeda saat dewasa. Salah satu tetap hidup sebagai perempuan kulit hitam, sementara yang lain menyembunyikan identitasnya dan hidup sebagai perempuan kulit putih.

Buku ini menarik karena cara ceritanya membahas identitas, ras, dan pilihan hidup dengan sangat emosional. Alurnya pelan tapi dalam, membuat pembaca benar-benar terhubung dengan karakter. Tidak heran kalau buku ini meninggalkan kesan kuat dan menjadi salah satu bacaan yang sering direkomendasikan.

2. The Prophet – Kahlil Gibran

The Prophet
The Prophet (dok. Kahlil Gibran)

The Prophet adalah kumpulan esai puitis dari Kahlil Gibran yang membahas berbagai aspek kehidupan. Buku ini terdiri dari banyak bab pendek yang membahas topik seperti cinta, kebebasan, pekerjaan, hingga kematian. Gaya bahasanya sederhana, tapi penuh makna.

Buku ini cocok untuk dibaca perlahan karena setiap bagiannya terasa seperti renungan hidup. Kaia sendiri menyukai buku ini karena sifatnya yang reflektif dan inspiratif. Ini bukan tipe buku yang harus langsung selesai, tapi lebih ke buku yang bisa kamu nikmati sedikit demi sedikit.

3. The Symposium – Plato

The Symposium
The Symposium (dok. Goodreads)

Karya klasik The Symposium dari Plato mungkin terdengar berat, tapi sebenarnya cukup menarik jika dibaca dengan santai. Buku ini berisi percakapan sekelompok intelektual Yunani tentang cinta atau eros yang dibahas dari berbagai sudut pandang.

Yang paling menarik adalah bagaimana diskusi ini berkembang menjadi pemikiran filosofis tentang makna cinta yang lebih dalam, bukan sekadar romantis. Buku ini menunjukkan bahwa cinta juga bisa dilihat sebagai sesuatu yang spiritual dan intelektual. Pilihan Kaia ini menunjukkan bahwa dia juga tertarik pada pemikiran klasik yang timeless.

4. I Love Dick – Chris Kraus

I Love Dick
I Love Dick (dok. Goodreads)

I Love Dick karya Chris Kraus adalah novel yang cukup unik dan berani. Ceritanya mengikuti seorang perempuan yang terobsesi dengan seorang pria dan mengekspresikan perasaannya lewat surat-surat panjang. Dari situ, cerita berkembang menjadi refleksi tentang cinta, obsesi, dan identitas perempuan.

Gaya penulisannya cukup eksperimental dan gak biasa, tapi justru di situlah daya tariknya. Buku ini sering dianggap sebagai karya penting dalam sastra feminis modern. Tidak heran kalau Kaia tertarik, karena buku ini punya sudut pandang yang berbeda dari novel kebanyakan.

5. Bright Lights, Big City – Jay McInerney

Bright Lights, Big City
Bright Lights, Big City (dok. Penguin Random House)

Novel Bright Lights, Big City dari Jay McInerney membawa pembaca ke kehidupan malam New York yang glamor, tapi juga penuh kehampaan. Ceritanya mengikuti seorang pria muda yang tenggelam dalam dunia pesta, pekerjaan media, dan gaya hidup cepat yang perlahan menghancurkan dirinya.

Meski terlihat seperti cerita tentang kehidupan kota besar, sebenarnya buku ini punya lapisan emosional yang cukup dalam. Ada tema kehilangan, pencarian jati diri, dan usaha untuk bangkit dari keterpurukan. Buku ini terasa relatable, terutama buat mereka yang pernah merasa tersesat dalam hidup.

Dari daftar ini, terlihat jelas bahwa selera baca Kaia Gerber cukup luas dan bermakna. Mulai dari novel modern, karya feminis, hingga filsafat klasik, semuanya memiliki kedalaman tersendiri yang dapat membuka perspektif baru. Nah, dari kelima buku ini, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk dibaca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More