cover buku The Comfort Book (gramedia.com)
Berbeda dari buku lain yang berbentuk narasi panjang, The Comfort Book disusun dalam potongan refleksi, kutipan, dan catatan pendek tentang harapan, kecemasan, kesedihan, dan makna hidup. Matt Haig menulis berdasarkan pengalaman pribadinya menghadapi depresi, sehingga buku ini terasa jujur dan hangat.
Buku ini tidak menawarkan solusi instan, tetapi menghadirkan penghiburan dalam kalimat-kalimat sederhana yang mudah direnungkan. Ia mengingatkan bahwa hidup selalu memiliki kemungkinan baru, bahkan setelah masa paling gelap. Dibaca saat Ramadan, buku ini seperti teman sunyi yang menemani waktu sahur atau menjelang berbuka.
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperlambat langkah dan memperkaya hati. Lima rekomendasi buku di atas bukan hanya menawarkan cerita yang menghibur, tetapi juga pesan spiritual yang bisa menemani proses refleksi diri.
Semoga salah satunya atau bahkan semuanya bisa menjadi teman ngabuburit atau sahurmu tahun ini, sekaligus memperkuat makna Ramadan yang sedang kamu jalani. Selamat membaca!