The Atlas of Happiness karya Helen Russell (amazon.com)
Setelah sukses dengan buku sebelumnya yang berjudul The Year of Living Danishly (2015), Helen Russell menulis buku selanjutnya (buku ketiga) berjudul The Atlas of Happiness (2018). Jika di buku sebelumnya Helen berfokus pada budaya hygge di Denmark, di buku kali ini ia memperluas bahasannya dengan memetakan konsep kebahagiaan dari sekitar 30 negara berbeda.
Melalui The Atlas of Happiness, kamu akan memahami beragam kultur dari banyak negara di dunia yang membuat masyarakatnya hidup bahagia. Misalnya, Jepang dengan konsep Wabi Sabi, Italia dengan konsep Dolce Far Niente, Inggris dengan konsep Jolly, dan Islandia berkonsep Petta reddast.
Namun, ingat ya bahwa buku ini bukan rangkuman dari negara-negara paling bahagia di dunia. Di The Atlas of Happiness, Helen berusaha menjabarkan bagaimana setiap negara punya kultur yang unik dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Dari buku ini, kamu akan bisa memahami bahwa performa yang baik gak melulu datang dari produktivitas, melainkan bisa datang dari kemampuan untuk berhenti sejenak, menerima ketidakpastian, dan membangun koneksi.