Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Buku tentang Pelajaran Hidup, Bikin Lebih Bijak

Ilustrasi seseorang sedang membaca buku.
Ilustrasi seseorang sedang membaca buku. (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • Buku "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya" mengajarkan pentingnya kerendahan hati dalam beragama dan kehidupan sehari-hari.
  • "Sang Alkemis" karya Paulo Coelho menekankan tentang mengejar impian, mendengarkan kata hati, dan menghargai proses perjalanan hidup.
  • "The Convenience Store by The Sea" oleh Sonoko Machida memberikan pelajaran tentang penerimaan diri dan kekuatan kebaikan kecil di tengah kegagalan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam masalah yang sama berulang kali, atau merasa butuh petunjuk arah untuk menjalani hidup yang kian tak terduga ini? Nah, di sinilah kita butuh yang disebut sebagai pelajaran hidup. Secara sederhana, pelajaran hidup adalah pengalaman berharga, baik suka maupun duka. Pengalaman tersebut nantinya mampu mengubah cara berpikir, perspektif, dan tindakan seseorang. Ragamnya pun sangat luas, mulai dari cara mengelola emosi agar tidak mudah burnout, seni menghargai waktu, hingga filosofi tentang bagaimana menemukan kebahagiaan di tengah kesederhanaan.

Dalam meraih pelajaran hidup, kamu gak perlu merasakan sendiri pengalaman tersebut. Hal ini dikarenakan kamu bisa "mencurinya" melalui pemikir hebat yang dituangkan ke dalam tulisan maupun buku. Penasaran apa saja rekomendasi buku tentang pelajaran hidup? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari

Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari.
Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari. (bukumojok.com)

Buku karya Rusdi Mathari ini menghadirkan sosok ikonik bernama Cak Dlahom, seorang duda tua yang sering dianggap tidak waras oleh warga kampungnya karena tingkah lakunya yang nyeleneh. Mulai dari berlari membawa obor di depan masjid hingga aksi-aksi eksentrik lainnya, Cak Dlahom sebenarnya menyimpan kedalaman ilmu agama yang luar biasa. Melalui dialog yang kritis tetapi jenaka di sebuah langgar, buku ini menyentil fenomena masyarakat yang sering kali merasa paling suci dan paling tahu tentang Tuhan, sementara mereka justru kehilangan esensi kemanusiaan dan keikhlasan dalam beragama.

“Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya” sangat direkomendasikan karena memberikan pelajaran hidup yang menampar ego tentang pentingnya kerendahan hati. Melalui gaya bahasa yang membumi dan penuh humor, pembaca diajak untuk "merasa bodoh" agar selalu memiliki ruang untuk belajar dan berhenti menghakimi orang lain. Pesan utamanya sangat relevan dengan kehidupan saat ini: bahwa beragama bukan hanya soal ritual administratif, melainkan tentang membersihkan hati dari kesombongan intelektual dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama tanpa merasa paling benar.

2. Sang Alkemis (The Alchemist) karya Paulo Coelho

 Sang Alkemis (The Alchemist) karya Paulo Coelho.
Sang Alkemis (The Alchemist) karya Paulo Coelho. (gramedia.com)

Sang Alkemis merupakan mahakarya Paulo Coelho yang lahir dari perjalanan hidupnya yang penuh warna, mulai dari pencarian iman hingga keberanian menghadapi tantangan dunia. Novel ini mengisahkan Santiago, seorang anak gembala asal Spanyol yang berkelana hingga ke gurun Mesir demi mengejar mimpi untuk menemukan harta karun di Piramida. Namun, petualangan fisik yang ia jalani perlahan berubah menjadi perjalanan spiritual yang mendalam. Di sepanjang jalan, pertemuan Santiago dengan tokoh-tokoh bijak mengajarkannya bahwa harta yang paling berharga sebenarnya tersimpan di dalam diri sendiri dan keberanian untuk mengikuti takdir hidupnya.

Buku setebal 224 halaman ini memiliki pesan moral yang sangat kuat, tetapi disampaikan dengan bahasa yang puitis dan mudah dipahami. Penulis mengajak kita percaya bahwa saat kita sungguh-sungguh mengejar impian, seluruh alam semesta akan bekerja sama untuk membantu mewujudkannya. Pelajaran hidup terbesarnya adalah tentang mengalahkan rasa takut akan kegagalan dan belajar menghargai setiap proses pertemuan di tengah perjalanan, bukan hanya fokus pada hasil akhir. Sang Alkemis adalah pengingat bagi siapa pun bahwa mendengarkan kata hati adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan sejati.

3. The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida

The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida.
The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida. (gramedia.com)

The Convenience Store by The Sea membawa kita ke sebuah minimarket unik bernama Tenderness yang terletak di tepian pantai Mojiko. Bukan sekadar tempat belanja biasa, toko 24 jam ini menjadi tempat berteduh bagi orang-orang yang sedang merasa "tersesat" atau membawa beban hidup, mulai dari kegagalan karier hingga rasa kesepian. Dengan suasana hangat, manajer yang karismatik, dan aroma makanan lezat yang memenuhi ruangan, Tenderness perlahan menyembuhkan setiap luka pelanggan yang mampir ke sana.

Buku setebal 288 halaman ini sangat direkomendasikan karena menyimpan pelajaran hidup yang mendalam tentang penerimaan diri dan kekuatan kebaikan kecil. Melalui tulisan Sonoko Machida yang lembut, kita diingatkan bahwa tidak apa-apa jika belum menjadi "pemenang" di mata dunia dan bahwa setiap orang berhak memiliki tempat untuk beristirahat sejenak. Novel ini adalah pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang butuh semangat untuk bangkit kembali dan menemukan makna baru di tengah kegagalan.

4. Chronos Express karya Bonnie Pang

Chronos Express karya Bonnie Pang.
Chronos Express karya Bonnie Pang. (gramedia.com)

Chronos Express adalah sebuah komik karya Bonnie Pang yang menggabungkan elemen fantasi unik dengan emosi yang mendalam. Ceritanya mengikuti Lena, seorang calon novelis yang sedang mengalami kebuntuan ide, hingga akhirnya ia dijemput oleh kereta misterius berpelayan kepala angsa. Di dalam Chronos Express, Lena tidak hanya belajar menjadi kurir pesan yang menembus dimensi waktu, tetapi juga membantu orang-orang yang memiliki penyesalan mendalam atau urusan yang belum selesai di masa lalu. Dengan visual yang lembut dan penuh warna, perjalanan Lena menjadi petualangan ajaib tentang bagaimana waktu bekerja memengaruhi hati manusia.

Buku ini memberikan pelajaran hidup yang sangat dewasa mengenai cara berdamai dengan penyesalan. Meski kita tidak bisa memutar balik waktu, Chronos Express mengajarkan bahwa kita selalu punya kesempatan untuk mengubah cara pandang kita di masa sekarang agar bisa terus melangkah maju. Melalui kisah-kisah di dalamnya, pembaca diingatkan untuk lebih menghargai waktu dan tidak menunda menyatakan kasih sayang kepada orang terdekat. Novel grafis ini adalah sebuah pengingat lembut bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, tetapi kesedihan dan kehilangan adalah proses manusiawi yang butuh waktu untuk disembuhkan.

5. Orbiting Jupiter karya Gary D. Schmidt

Orbiting Jupiter karya Gary D. Schmidt.
Orbiting Jupiter karya Gary D. Schmidt. (gramedia.com)

Orbiting Jupiter adalah kisah emosional tentang Jack, seorang anak laki-laki yang keluarganya menerima Joseph, remaja 14 tahun dengan masa lalu kelam, sebagai anak asuh. Meski dunia melabeli Joseph sebagai "pembuat masalah" karena pernah dipenjara, Jack justru menemukan sisi lain dari kakaknya yang sangat rapuh tetapi setia. Fokus utama cerita ini adalah perjuangan Joseph yang luar biasa demi menemukan putrinya, Jupiter, yang belum pernah ia temui. Di tengah prasangka buruk lingkungan sekitar, tumbuh ikatan persaudaraan yang kuat antara Jack dan Joseph di peternakan mereka yang tenang di Maine.

Buku ini mengajarkan pelajaran hidup yang mendalam tentang empati dan kesempatan kedua. Melalui kisah Joseph, kita diajak untuk tidak menghakimi seseorang hanya dari masa lalunya, melainkan melihat luka yang mungkin sedang mereka tutupi. Selain itu, novel ini menunjukkan bagaimana cinta tanpa syarat dari sebuah keluarga dapat menjadi cahaya penyembuh bagi seseorang yang hancur. Meskipun ceritanya penuh dengan realitas ketidakadilan dunia yang jujur, pesan tentang kesetiaan dan pengorbanan di dalamnya akan meninggalkan kesan yang sangat kuat di hati pembaca.

Rekomendasi buku tentang pelajaran hidup tak hanya memberikan cerita yang seru, tetapi juga menyimpan banyak pengalaman berharga untuk pembaca renungkan. Melalui lembaran-lembaran buku ini, kita diajak untuk lebih berani menghadapi ketakutan, belajar memaafkan masa lalu, hingga tetap rendah hati meskipun dunia terus memuji. Selamat membaca!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Kebiasaan Micro-Stress di Pagi Hari yang Bikin Mood Kerja Berantakan

18 Feb 2026, 07:15 WIBLife