Beberapa waktu belakangan, media sosial sedang disibukkan dengan perdebatan soal choice feminism, yakni keyakinan bahwa pilihan sadar perempuan harus dihargai. Salah satu pemicunya adalah perdebatan antara perempuan yang ingin jadi ibu rumah tangga dan dinafkahi oleh pasangan dengan perempuan yang bekerja. Keduanya memang terlihat sebagai pilihan dan hak prerogatif, tetapi menjadi debat karena melupakan fakta bahwa tidak semua perempuan punya keleluasaan memilih.
Inilah mengapa choice femisim dianggap punya celah dan harus didiskusikan lebih lanjut. Penasaran soal topik ini? Berikut lima rekomendasi buku yang mengupas choice feminism dan memaksa kita memikirkan kembali keabsahannya untuk dipraktikkan.
