Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Melakukan Looksmaxxing tanpa Terjebak Standar Kecantikan Sosmed
ilustrasi memakai skincare (freepok.com/freepik)

Looksmaxxing sering muncul di media sosial sebagai istilah untuk berbagai usaha meningkatkan penampilan, mulai dari merawat kulit, menata rambut, memperhatikan gaya berpakaian, hingga membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Merawat diri tentu bukan hal yang salah, apalagi jika membuat kamu merasa lebih nyaman dan percaya diri. Namun, tren ini juga bisa membuat seseorang tanpa sadar terus membandingkan penampilannya dengan standar yang terlihat di internet.

Padahal, penampilan menarik tidak harus mengikuti satu bentuk wajah, bentuk tubuh, atau gaya tertentu. Daripada berusaha memenuhi standar kecantikan yang terus berubah, kamu bisa menjadikan looksmaxxing sebagai kesempatan untuk mengenali apa yang membuatmu merasa nyaman dengan diri sendiri. Nah, berikut lima cara melakukan looksmaxxing tanpa terjebak standar kecantikan sosial media. Keep scrolling!

1. Fokus pada perawatan diri, bukan kesempurnaan fisik

ilustrasi pria pakai skincare (magnific.com/magnific)

Cara paling sederhana untuk memulai looksmaxxing adalah mengubah fokus dari memperbaiki diri secara fisik menjadi merawat apa yang sudah ada. Menjaga kebersihan tubuh, merawat kulit sesuai kebutuhan, menata rambut, dan memilih pakaian yang nyaman merupakan bentuk perhatian terhadap diri sendiri. Hal-hal tersebut tidak mengharuskan kamu mengubah karakteristik fisik yang memang menjadi bagian alami dari dirimu.

Perawatan diri juga sebaiknya tidak membuatmu merasa bahwa penampilanmu sekarang belum cukup baik. Kamu boleh ingin terlihat lebih rapi tanpa harus merasa memiliki banyak kekurangan. Dengan pola pikir tersebut, looksmaxxing bisa menjadi rutinitas self-care yang menyenangkan, bukan proyek tanpa akhir untuk mengejar kesempurnaan.

2. Kenali gaya yang benar-benar cocok untukmu

ilustrasi seorang cewek sedang belanja baju (freepik.com/freepik)

Media sosial dapat membuat tren fashion, makeup, gaya rambut, dan estetika tertentu terasa seperti standar yang harus diikuti. Padahal, sesuatu yang terlihat bagus pada orang lain belum tentu sesuai dengan kepribadian atau kenyamananmu. Memaksakan gaya hanya karena sedang populer justru bisa membuat kamu kehilangan kesempatan untuk menemukan ciri khas sendiri.

Cobalah bereksperimen dengan warna pakaian, model rambut, aksesori, atau gaya makeup yang memang membuatmu merasa nyaman. Kamu tidak harus mengikuti satu aesthetic tertentu untuk terlihat menarik. Personal style yang terasa autentik justru bisa membuat penampilanmu lebih mencerminkan dirimu sendiri.

3. Jangan menjadikan filter sebagai patokan penampilan

ilustrasi seorang perempuan sedang selfie (freepik.com/lookstudio)

Filter dan fitur editing dapat mengubah berbagai detail wajah dalam sebuah foto, bahkan sampai membuat kulit terlihat lebih halus atau proporsi wajah tampak berbeda. Jika terlalu sering melihat versi wajah yang sudah diedit, seseorang bisa mulai menganggap tampilan tersebut sebagai gambaran normal. Hal ini dapat membuat penampilan alami terasa kurang memuaskan.

Karena itu, penting untuk mengingat bahwa apa yang muncul di media sosial tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya. Saat mencari inspirasi looksmaxxing, pilih konten yang menunjukkan proses perawatan secara realistis dan tidak menjanjikan perubahan drastis. Kamu juga bisa mengurangi kebiasaan mengedit foto secara berlebihan agar semakin terbiasa melihat dan menerima penampilan alami.

4. Tentukan tujuan yang berasal dari dirimu sendiri

ilustrasi menulis tujuan looksmaxxing (freepik.com/senivpetro)

Sebelum mengikuti tips looksmaxxing, coba tanyakan kepada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu capai. Apakah kamu ingin terlihat lebih rapi, menemukan gaya berpakaian baru, memiliki rutinitas skincare yang lebih teratur, atau sekadar merasa lebih nyaman dengan penampilan sehari-hari? Jawaban tersebut jauh lebih penting daripada mengikuti daftar standar yang dibuat orang lain di internet.

Tujuan yang jelas juga membuat kamu lebih mudah menentukan mana tren yang memang berguna dan mana yang sebenarnya tidak diperlukan. Kamu tidak harus mencoba setiap metode yang sedang viral. Kalau sebuah kebiasaan tidak memberikan manfaat untuk kebutuhanmu, tidak ada alasan untuk memaksakan diri hanya agar terlihat mengikuti tren.

5. Ingat bahwa daya tarik tidak hanya berasal dari penampilan

ilustrasi orang yang percaya diri (pexels.com/minervastudio)

Looksmaxxing memang berfokus pada penampilan, tetapi jangan sampai membuat kamu lupa bahwa daya tarik seseorang tidak berhenti pada fitur fisik. Cara membawa diri, kebersihan, komunikasi, kepercayaan diri, kreativitas, dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain juga menjadi bagian dari kesan yang ditampilkan kepada dunia. Semua hal tersebut tidak bisa diukur hanya dari foto atau angka di media sosial.

Karena itu, imbangi perawatan penampilan dengan hal-hal yang membuat hidupmu terasa lebih bermakna. Mengembangkan kemampuan, menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, dan belajar merasa nyaman dengan diri sendiri juga merupakan bentuk investasi pada diri. Penampilan boleh menjadi salah satu bagian dari self-improvement, tetapi tidak perlu menjadi ukuran utama nilai dirimu.

Pada akhirnya, looksmaxxing tidak harus berarti mengejar wajah atau tubuh yang dianggap ideal oleh internet. Kamu bisa mengambil sisi positifnya sebagai dorongan untuk lebih memperhatikan kebersihan, kesehatan, grooming, dan personal style tanpa harus kehilangan penerimaan terhadap diri sendiri. Tren kecantikan akan terus berubah, tetapi kebutuhan untuk merasa nyaman dengan diri sendiri jauh lebih berharga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article