Sebagai pelajar, kamu mungkin pernah membuat target belajar yang ambisius, seperti "belajar 8 jam sehari", "menyelesaikan satu buku dalam seminggu", atau "menguasai semua materi ujian dalam satu bulan"? Awalnya memang terdengar keren dan memotivasi. Namun, beberapa hari kemudian, target itu justru terasa berat dan akhirnya ditinggalkan begitu saja.
Masalahnya sering kali bukan karena kita malas. Justru target yang terlalu tinggi sering membuat seseorang cepat kelelahan secara mental. Akibatnya, semangat belajar yang tadinya menggebu malah hilang sebelum tujuan tercapai.
Karena itu, membuat target belajar harian yang realistis jauh lebih penting dibanding membuat target yang terlihat hebat di atas kertas. Target yang realistis lebih mudah dijalankan secara konsisten, dan konsistensi adalah kunci utama dalam proses belajar. Lalu, bagaimana cara membuat target belajar harian yang masuk akal dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang?
