“Untuk veneer gigi, sekarang trennya natural looking smile. Jadi, pasien mau bentuk gigi yang proporsional dengan wajah pasien dan warna yang cerah, hasilnya senyuman terlihat sehat dan natural,” ujarnya.
Tren Veneer Gigi di Indonesia: Bye Hollywood Smile, Hello Korean Look!

Semakin hari semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya merawat gigi, termasuk juga perawatan estetika. Salah satu yang jadi sorotan saat ini, yaitu penggunaan veneer gigi. Di Indonesia, veneer gigi yang terbuat dari percelain atau komposit menjadi salah satu tren estetika yang mengalami banyak peningkatan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki gigi yang rapi dan putih natural.
Gak hanya menjadi solusi estetika, pemilihan veneer gigi juga banyak dipilih lantaran prosesnya yang lebih praktis jika dibandingkan perawatan gigi lainnya. Tren ini juga banyak dipilihn oleh public figure tanah air yang kian menjadikannya banyak diperbincangkan.
Menanggapi tren ini, drg. Deviana Maria Anastasia, Co-Founder dan Chief Marketing Officer VINIR, menyebut bila meningkatnya minat penggunaan veneer gigi di Indonesia juga gak lepas dari kebutuhan pasien terhadap perawatan estetika gigi. Itulah kenapa veneer bisa jadi pilihan utama bagi yang menginginkan solusi instan yang tetap aman bagi kesehatan gigi asli.
1. Senyum indah adalah bentuk investasi

drg. Devina juga menyebut, bukan hanya sekadar kebutuhan masa kini, banyak pasien yang saat ini menyadari bahwa senyum yang indah merupakan investasi. Memilih veneer sebagai perawatan gigi menjadi salah salah satu opsi yang cerdas karena hasilnya bisa langsung dilihat. Selain itu, prosesnya juga cepat lantaran didukung oleh teknologi canggih dan disupervisi dokter gigi berpengalaman agar kesehatan gigi asli tetap terjaga.
2. Pengalaman Agnes Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 & Miss Supranational Indonesia 2026 menggunakan veneer gigi

Salah satu public figure yang turut membagikan pengalamannya menggunakan veneer gigi adalah Agnes Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 sekaligus Miss Supranational Indonesia 2026. Agnes menceritakan pengalaman veneer gigi di VINIR yang dilakukan beberapa bulan yang lalu dan merasa sangat puas dengan hasil akhirnya.
Agnes menyebut bahwa dirinya merasa puas dengan hasil veneer gigi. Bukan tanpa alasan, sebelumnya Agnes sempat mencoba perawatan bleanching dan hasilnya kurang memuaskan. Ia mengatakan, giginya sempat gak rata dan terdapat banyak bercak putih. Perawatan bleaching gak membuat warna giginya kembali seperti semula.
"Jadi solusi terbaiknya adalah veneer. And I am so glad I did my veneer at VINIR, selain hasilnya perfect, seluruh proses pemasangannya tidak sakit. So I do really recommend them!" ujarnya.
Lebih lanjut, drg. Devina menjelaskan gigi dengan banyak bercak putih memiliki kesan warna yang gak rata. Kondisi ini bisa terjadi lantaran gigi terlalu banyak mengandung mineral. Itulah kenapa veneer gigi bisa menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan bleaching biasa.
"Kondisi seperti yang dialami Agnes sebenarnya cukup umum terjadi. Bleaching punya batasannya sendiri, terutama jika warna gigi tidak merata karena faktor mineral. Di sinilah veneer bisa menjadi solusi, apalagi dengan teknologi yang kami gunakan di VINIR, pemasangan veneer bisa dilakukan dengan tanpa kikis, sehingga minim risiko terhadap struktur gigi asli," pungkasnya.
3. Peran VINIR dalam mendukung senyum impian selebriti Indonesia

Menjawab banyaknya permintaan veneer gigi di Indonesia, VINIR hadir sebagai klinik veneer gigi yang mengusung prosedur tanpa kikis, di mana gigi asli pasien tetap utuh 100 persen selama proses perawatan. Prosedur tersebut seakan hadir untuk menjawab kekhawatiran banyak orang tentang risiko kikis yang menimbulkan efek samping terhadap gigi asli, seperti sensitivitas atau kerusakan enamel gigi asli.
Di VINIR, pemasangan veneer bisa dilakukan tanpa kikis gigi atau minim kikis yang dilakukan dengan perhitungan secara selektif, sehingga hasilnya lebih presisi dan tidak over preparasi. Prosedurnya menggunakan Smile Design Technology, di mana proses veneer gigi di VINIR dirancang secara personal mengikuti bentuk wajah dan warna kulit masing-masing pasien hingga menghasilkan tampilan putih yang natural dan tidak terkesan berlebihan.
Drg. Davina memaparkan, “Di VINIR, kami menggunakan analisis Smile Design sesuai dengan bentuk wajah dan warna putih di bola mata. Banyak sekali aspek-aspek yang perlu diperhatikan, misalnya kesimetrisan wajah, smile curve, rasio panjang dan lebar gigi, serta beberapa hal lainnya".
4. Pakai veneer gigi semudah perawatan gigi asli

Selain itu, di VINIR juga menggunakan veneer yang terbuat dari bahan premium dan berkualitas. Hal tersebut membuat perawatan ini gak memiliki efek samping yang terasa gak nyaman. Selain itu, perawatan setelah veneer pun gak jauh berbeda dengan menjaga kesehatan gigi biasa.
Drg. Davina menjelaskan cara perawatannya cukup dengan rutin melakukan kontrol berkala enam bulan sekali dan menyikat gigi dua kali sehari serta rutin menggunakan floss pada sela-sela gigi. Kemudian, hindari juga menggigit benda atau makanan keras dan mengonsumsi makanan yang sifatnya lengket atau menempel di gigi.
"Sebenarnya bau mulut dapat terjadi kalau pasien kurang menjaga kebersihan veneer, akibatnya plak pada gusi dan sela-sela gigi bisa menumpuk. Di VINIR, pemasangan veneer gigi dilakukan oleh dokter gigi profesional yang paham dengan tekniknya serta pasti terjaga hygiene-nya,” tandasnya.





















