Ilustrasi silent intelligence (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Ciri silent intelligence yang jarang disadari salah satunya adalah lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Dalam lingkungan kelompok, mudah untuk berpikir bahwa orang terpintar adalah orang yang paling banyak bicara.
Orang-orang dengan silent intelligence biasanya membalikkan anggapan itu, karena mereka mendengarkan terlebih dahulu. Mereka memperhatikan bagaimana orang lain bereaksi dan meluangkan waktu untuk mengetahui apa yang belum dikatakan.
Bukan pemalu atau pasif, ketika orang dengan silent intelligence berbicara, kata-katanya lebih sering bijaksana dan tepat sasaran. Orang-orang ini memperhatikan, karena komentarnya terasa sesuai dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan kelompok tersebut.
"Mendengarkan membantu orang merasa lebih dipahami dan memperkuat hubungan karena menunjukkan kesediaan untuk memahami perspektif orang lain dan berempati terhadap situasi mereka, alih-alih hanya berfokus pada diri sendiri," kata Dr. Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog berlisensi yang berbasis di New York City, dikutip dari laman Verywell Mind.
Mendengarkan juga membantu membaca suasana emosional. Dapat mendeteksi ketegangan, kebosanan, atau kebingungan sebelum orang lain menyadarinya. Kesadaran itu memungkinkan mereka untuk menyarankan istirahat, mengajukan pertanyaan klarifikasi, atau mengalihkan topik. Langkah-langkah kecil seperti itu dapat mengubah keseluruhan suasana.