Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Barang di Rumah yang Sebaiknya Tidak Ditumpuk Terlalu Lama

5 Barang di Rumah yang Sebaiknya Tidak Ditumpuk Terlalu Lama
Ilustrasi merapikan pakaian (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya rutin menyortir barang di rumah agar ruang terasa lebih lega, rapi, dan hanya berisi benda yang benar-benar dibutuhkan.
  • Lima kategori utama yang disarankan untuk disortir meliputi pakaian, produk perawatan, dokumen kertas, peralatan dapur, serta kabel dan aksesori elektronik kecil.
  • Kebiasaan memilah barang secara berkala membantu mengurangi penumpukan, memudahkan pencarian barang penting, serta menjaga kenyamanan dan keteraturan rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tanpa disadari, jumlah barang di rumah bisa terus bertambah dari waktu ke waktu. Mulai dari pakaian, dokumen, produk perawatan, hingga peralatan dapur, semuanya mudah menumpuk jika gak pernah diperiksa kembali. Akibatnya, lemari dan rak penyimpanan terasa semakin penuh, sementara mencari barang yang benar-benar dibutuhkan justru menjadi lebih sulit.

Menumpuknya barang juga sering membuat rumah terasa sempit dan kurang tertata. Padahal, gak semua barang yang disimpan masih memiliki fungsi atau benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang sudah rusak, kedaluwarsa, tidak lagi sesuai kebutuhan, atau bahkan terlupakan karena terlalu lama tersimpan.

Karena itu, menyortir barang secara rutin bisa menjadi kebiasaan sederhana yang memberikan banyak manfaat. Selain membuat rumah terasa lebih rapi dan nyaman, kebiasaan ini juga membantumu mengenali barang yang masih layak digunakan, mengurangi penumpukan yang gak perlu, serta memanfaatkan ruang penyimpanan dengan lebih efektif. Berikut beberapa barang yang sebaiknya rutin disortir.

1. Pakaian

Seorang wanita mengenakan sweater ungu muda sedang memegang dan menilai pakaian denim di ruang tamu dengan sofa dan bantal biru.
Ilustrasi sortir pakaian (pexels.com/jcomp)

Lemari pakaian menjadi salah satu area rumah yang paling mudah dipenuhi barang. Seiring waktu, pakaian yang sudah jarang dipakai, tidak lagi muat, atau sudah gak sesuai dengan kebutuhan sering kali tetap disimpan hingga membuat lemari terasa sesak.

Luangkan waktu untuk menyortir isi lemari secara berkala. Pisahkan pakaian yang masih sering digunakan dari yang sudah rusak, tidak muat, atau sudah lama gak pernah dipakai. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah melihat koleksi pakaian yang benar-benar digunakan sekaligus mengurangi kebiasaan menyimpan barang yang sebenarnya sudah gak dibutuhkan.

Jika kondisi pakaian masih baik, pertimbangkan untuk mendonasikannya kepada orang yang membutuhkan atau menjualnya kembali. Selain membuat lemari lebih rapi dan lega, kebiasaan ini juga membantu memperpanjang masa pakai pakaian sehingga tetap bermanfaat bagi orang lain.

2. Produk perawatan dan kosmetik

Seorang wanita mengenakan blus hijau sedang merapikan berbagai produk kosmetik seperti foundation, lipstik, dan krim di atas meja.
Ilustrasi merapikan kosmetik (pexels.com/zinkevych)

Produk perawatan tubuh dan kosmetik sering kali bertambah tanpa disadari, terutama jika kamu gemar mencoba produk baru. Akibatnya, meja rias, laci, atau rak di kamar mandi bisa dipenuhi botol, tube, dan kemasan yang sebenarnya sudah lama gak digunakan atau bahkan telah melewati masa simpan.

Karena itu, biasakan memeriksa koleksi skincare, makeup, maupun produk perawatan tubuh secara berkala. Perhatikan tanggal kedaluwarsa atau masa pakai setelah kemasan dibuka, lalu pisahkan produk yang sudah habis, berubah warna, berbau tidak biasa, atau gak lagi layak digunakan. Langkah ini gak hanya membuat area penyimpanan lebih rapi, tetapi juga membantu menjaga keamanan saat menggunakan produk.

Dengan menyimpan hanya produk yang masih layak dan rutin digunakan, meja rias maupun kamar mandi akan terasa lebih tertata dan mudah diakses. Selain mengurangi penumpukan barang, kebiasaan ini juga membantumu lebih menyadari produk apa saja yang masih dimiliki sehingga gak mudah membeli barang yang sebenarnya sudah ada.

3. Dokumen dan kertas

Seseorang sedang merapikan dan mengatur dokumen di dalam kotak arsip berwarna cokelat di atas meja.
Ilustrasi merapikan kertas-kertas (pexels.com/Cup of Couple)

Tumpukan kertas sering kali bertambah tanpa disadari. Mulai dari struk belanja, brosur, nota, hingga dokumen lama, semuanya mudah menumpuk di meja, laci, atau rak penyimpanan jika gak pernah disortir. Padahal, banyak di antaranya yang sudah gak memiliki fungsi dan hanya membuat area penyimpanan terasa penuh.

Luangkan waktu untuk memeriksa kembali dokumen yang kamu simpan. Pisahkan dokumen penting seperti identitas, surat-surat, atau berkas yang masih diperlukan, lalu buang struk, brosur, maupun kertas lain yang sudah gak lagi digunakan. Jika memungkinkan, simpan dokumen penting dalam map atau folder khusus agar lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Menyortir tumpukan kertas secara rutin dapat membuat penyimpanan terasa lebih rapi dan terorganisir. Selain mengurangi barang yang gak diperlukan, kebiasaan ini juga membantumu menemukan dokumen penting dengan lebih cepat tanpa harus membongkar seluruh isi laci atau lemari.

4. Peralatan dapur

Seseorang sedang merapikan sendok dan garpu ke dalam laci dapur di dekat wastafel dan teko logam di atas meja hitam.
Ilustrasi merapikan peralatan dapur (pexels.com/Melike B)

Dapur menjadi salah satu area rumah yang mudah dipenuhi berbagai peralatan seiring berjalannya waktu. Mulai dari wadah makanan, gelas, piring, hingga alat masak, gak sedikit barang yang tetap disimpan meski sudah rusak, jarang digunakan, atau bahkan terlupakan di dalam lemari.

Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi isi dapur secara berkala. Pisahkan peralatan makan, wadah makanan, atau alat masak yang sudah tidak layak pakai, rusak, maupun gak lagi digunakan. Jika masih dalam kondisi baik, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendonasikannya kepada orang yang membutuhkan agar tetap bermanfaat.

Dengan menyimpan hanya barang yang benar-benar dibutuhkan, area dapur akan terasa lebih lega, rapi, dan mudah digunakan. Selain memudahkan saat memasak atau mencari peralatan, kebiasaan ini juga membantu mencegah penumpukan barang yang sebenarnya sudah gak memiliki fungsi.

5. Kabel dan barang elektronik kecil

Tangan seseorang menata adaptor dan perangkat elektronik kecil seperti ponsel serta kabel di dalam keranjang kawat hitam di atas meja kayu.
Ilustrasi merapikan kabel dan barang elektronik kecil (pexels.com/Ron Lach)

Kabel, charger, earphone, adaptor, hingga berbagai aksesori elektronik sering kali menumpuk di laci atau kotak penyimpanan tanpa disadari. Gak sedikit di antaranya yang sudah rusak, tidak lagi kompatibel dengan perangkat yang digunakan, atau bahkan terlupakan karena sudah lama gak dipakai.

Agar penyimpanan lebih rapi, cobalah menyortir aksesori elektronik secara berkala. Pisahkan kabel dan perangkat yang masih berfungsi dari yang sudah rusak atau gak lagi digunakan. Kamu juga bisa mengelompokkannya berdasarkan jenis atau perangkat agar lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi penumpukan barang sekaligus membuat area penyimpanan terasa lebih tertata.

Pada akhirnya, menyortir barang gak harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Kamu bisa memulainya dari satu laci, rak, atau sudut kecil di rumah secara rutin. Dengan kebiasaan tersebut, rumah akan terasa lebih rapi, nyaman, dan hanya dipenuhi barang-barang yang benar-benar masih memiliki fungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya

Related Articles

See More