Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Menghadapi Stres

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Menghadapi Stres
Ilustrasi stres (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti bahwa stres adalah hal wajar, namun respons yang salah seperti memendam emosi atau mengabaikan kebutuhan tubuh dapat memperburuk kondisi mental dan fisik.
  • Ditekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, termasuk tetap makan bergizi, tidur cukup, serta tidak memaksakan diri terus bekerja tanpa jeda.
  • Kebiasaan mencari pelarian di media sosial atau berharap stres hilang sendiri justru memperpanjang tekanan; pengelolaan aktif dan dukungan sosial membantu menghadapi stres lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Stres merupakan respons yang wajar ketika seseorang menghadapi tekanan, perubahan, atau tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Tekanan bisa datang dari berbagai hal, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hubungan dengan orang lain, hingga masalah pribadi. Dalam kadar tertentu, stres bahkan dapat membantu seseorang lebih waspada dan termotivasi untuk menyelesaikan masalah.

Namun, cara seseorang merespons stres juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi yang dirasakan. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dilakukan untuk mengatasi tekanan justru dapat membuat stres bertahan lebih lama atau terasa semakin berat. Misalnya, terus memendam emosi, mengabaikan kebutuhan tubuh, atau memaksakan diri tetap sibuk tanpa memberi waktu untuk beristirahat.

Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan yang kurang tepat agar kamu bisa mulai menggantinya dengan cara yang lebih sehat. Dengan mengelola stres secara lebih baik, kamu dapat menjaga kesehatan mental, menghadapi tantangan dengan lebih tenang, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih seimbang. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menghadapi stres.

1. Memendam semua perasaan sendiri

Seorang perempuan berambut panjang duduk di sofa dengan ekspresi murung sambil memegang kepala, mengenakan sweter kuning dan celana jeans.
Ilustrasi overthinking (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Banyak orang memilih memendam semua beban, kekhawatiran, atau emosi yang dirasakan karena tidak ingin merepotkan orang lain atau merasa harus mampu menghadapi semuanya sendiri. Padahal, menyimpan tekanan terus-menerus tanpa menyalurkannya dapat membuat pikiran terasa semakin penuh dan stres menjadi lebih sulit dikelola.

Sesekali berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga, sahabat, atau pasangan, dapat membantu mengurangi beban yang dirasakan. Selain itu, menuliskan isi pikiran dan perasaan dalam jurnal juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengekspresikan emosi sekaligus memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Tidak selalu harus mencari solusi, terkadang didengarkan saja sudah dapat membuat hati terasa lebih lega.

Mengekspresikan emosi merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mental. Dengan menemukan cara yang sehat untuk menyalurkan perasaan, kamu dapat menghadapi tekanan dengan lebih tenang sekaligus mencegah stres terus menumpuk hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Mengabaikan kebutuhan tubuh

Seorang perempuan mengenakan kacamata menguap di depan laptop saat bekerja di meja dengan pencahayaan redup.
Ilustrasi lelah (magnific.com/yanalya)

Saat sedang mengalami stres, tidak sedikit orang yang tanpa sadar mulai mengabaikan kebutuhan dasar tubuh. Ada yang melewatkan waktu makan karena kehilangan nafsu makan atau terlalu sibuk, tidur menjadi lebih larut, hingga berhenti berolahraga karena merasa tidak memiliki waktu maupun energi. Padahal, kebiasaan-kebiasaan tersebut justru dapat membuat tubuh semakin mudah lelah.

Ketika kebutuhan dasar seperti makan bergizi, tidur yang cukup, dan aktivitas fisik terabaikan, tubuh akan lebih sulit menghadapi tekanan yang sedang dialami. Akibatnya, konsentrasi dapat menurun, suasana hati menjadi kurang stabil, dan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun semakin berkurang.

Karena itu, usahakan tetap menjaga rutinitas sederhana yang mendukung kesehatan meski sedang berada dalam situasi yang menekan. Makan secara teratur, memenuhi kebutuhan cairan, tidur yang cukup, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan dapat membantu tubuh dan pikiran menghadapi stres dengan lebih baik. Merawat diri bukan berarti mengabaikan masalah, tetapi memberikan tubuh bekal yang dibutuhkan untuk menghadapinya dengan lebih kuat.

3. Terus memaksakan diri bekerja

Seorang wanita duduk di depan laptop sambil memijat pangkal hidungnya dan memegang kacamata, tampak lelah di ruang kerja.
Ilustrasi lelah (magnific.com/karlyukav)

Sebagian orang memilih terus menyibukkan diri saat sedang mengalami stres. Bekerja tanpa henti atau memenuhi jadwal dengan berbagai aktivitas sering dianggap sebagai cara untuk mengalihkan pikiran dari masalah yang sedang dihadapi. Meski mungkin terasa membantu untuk sementara, kebiasaan ini belum tentu membuat stres benar-benar berkurang.

Sebaliknya, terus memaksakan diri tanpa memberi waktu untuk beristirahat dapat membuat energi mental dan fisik semakin terkuras. Tubuh dan pikiran membutuhkan jeda untuk memulihkan diri. Jika kebutuhan tersebut terus diabaikan, kamu bisa lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, hingga berisiko mengalami burnout.

Karena itu, jangan ragu meluangkan waktu untuk beristirahat di tengah kesibukan. Memberi jeda sejenak, tidur yang cukup, melakukan aktivitas yang menyenangkan, atau sekadar menikmati waktu tanpa memikirkan pekerjaan dapat membantu tubuh dan pikiran kembali lebih segar. Dengan menjaga keseimbangan antara produktivitas dan istirahat, kamu akan lebih siap menghadapi tekanan sehari-hari secara lebih sehat.

4. Terlalu lama mencari pelarian di media sosial

Seorang perempuan duduk di kantor sambil melihat ponsel di tangannya, dengan laptop dan buku catatan di atas meja.
Ilustrasi scroll ponsel (pexels.com/MART PRODUCTION)

Scrolling media sosial memang dapat menjadi hiburan yang terasa menyenangkan setelah menjalani hari yang melelahkan. Melihat berbagai konten baru bisa membantu mengalihkan perhatian dari rasa penat untuk sementara waktu. Namun, jika dilakukan terlalu lama tanpa disadari, kebiasaan ini justru dapat membuat otak terus menerima berbagai informasi tanpa jeda.

Akibatnya, pikiran bisa terasa semakin lelah meski tubuh sedang beristirahat. Terlalu lama menatap layar juga dapat mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas yang benar-benar membantu memulihkan energi, seperti tidur yang cukup, berolahraga ringan, membaca buku, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Karena itu, cobalah membatasi waktu scrolling dan sesekali memberi jeda dari layar. Menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan dapat membantu tubuh dan pikiran beristirahat dengan lebih optimal. Dengan begitu, kamu bisa merasa lebih segar, fokus, dan siap menjalani aktivitas keesokan harinya.

5. Menganggap stres akan hilang dengan sendirinya

Dua perempuan duduk di meja kerja dengan laptop, salah satunya tampak santai sementara yang lain terlihat lelah dan melamun.
Ilustrasi mengabaikan stres (pexels.com/www.kaboompics.com)

Berharap masalah akan selesai dengan sendirinya tanpa berusaha mengelolanya sering kali membuat stres bertahan lebih lama. Semakin lama diabaikan, tekanan yang dirasakan dapat terus menumpuk hingga akhirnya terasa semakin sulit untuk dihadapi. Akibatnya, pikiran menjadi lebih terbebani dan aktivitas sehari-hari pun bisa ikut terganggu.

Meski tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan cepat, kamu bisa mulai menghadapinya secara bertahap. Cobalah mengidentifikasi penyebab stres, menyusun langkah-langkah yang realistis, dan fokus menyelesaikan satu hal dalam satu waktu. Jika situasi terasa terlalu berat, jangan ragu mencari dukungan dari keluarga, teman, atau orang yang kamu percaya. Berbagi cerita terkadang dapat membantu meringankan beban sekaligus memberikan sudut pandang baru dalam menghadapi masalah.

Pada akhirnya, stres merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu bisa dihindari. Namun, cara kamu menyikapinya dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan mental. Dengan mengurangi kebiasaan yang justru memperburuk stres dan mulai menerapkan cara-cara yang lebih sehat untuk mengelolanya, kamu dapat menjaga keseimbangan emosional sekaligus menghadapi berbagai tantangan sehari-hari dengan lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya

Related Articles

See More