Comscore Tracker

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinko

#IDNTimesLife Keliling Asia lewat buku, yuk!

Ungkapan yang bilang kalau buku adalah jendela dunia adalah benar adanya. Lewat buku, kamu bisa berkeliling dunia sambil belajar sejarah. Apalagi di masa sekarang, di mana mobilitas masih terbatas, rasanya gak berlebihan kalau kamu coba beralih ke media novel sebagai hiburan. 

Coba belajar sejarah Asia lewat beberapa novel historical fiction berikut, deh. Cocok buat yang menikmati novel Pachinko

1. Do Not Say We Have Nothing

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/thelostlibrary

Mirip Pachinko, novel ini merupakan family saga yang artinya alur ceritanya bakal diceritakan karakter dari beberapa generasi. Latarnya Tiongkok di masa pemerintahan Mao, di mana sepasang suami istri hidup. Dilanjutkan oleh anak mereka yang beberapa dekade kemudian terlibat dalam demo besar di Tiananmen Square.

Lewat novel ini, pembaca diajak menyelami kehidupan warga Tiongkok di tahun 1949 di bawah pemerintahan Mao Zedong. Buku ini dikemas dengan narasi yang lyrical dan deskripsi yang cukup detail. Cocok buat pecinta drama sejarah yang terbiasa dengan alur maju mundur.  

2. The Mountains Sing

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/sumaiyya.books

Masih berbentuk family saga, novel ini merupakan kisah hidup keluarga Tran yang diceritakan lewat sudut pandang beberapa generasinya. Generasi pertama adalah Tran Dieu Lan yang lahir di tahun 1920an dan terpaksa memboyong keluarganya pindah dari desa karena kebijakan reformasi tanah di zaman pemerintah Komunis.

Puluhan tahun berikutnya, giliran salah satu cucu Dieu Lan yang harus menceritakan kisah hidupnya. Dirinya harus menjadi dewasa sebelum waktunya setelah ayah dan pamannya dikirim ke Ho Chi Minh Trail War. 

3. The Sympathizer

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/bookinitwithjules

Novel ini adalah karya seorang akademisi bernama Viet Thanh Nguyen yang fokus pada konstelasi politik Asia. Di karya debutnya ini, ia mengambil latar Vietnam tahun 70an dengan karakter utama seorang jenderal yang bersama relasinya terbang melalui penerbangan terakhir menuju Los Angeles guna menghindari kekacauan di Saigon. 

Tanpa ia sadari, salah satu penumpang di pesawat tersebut adalah mata-mata dari Partai Komunis. Seorang pria keturunan Prancis-Vietnam yang diam-diam punya agenda khusus memerangi kesenjangan ekonomi dan sosial di negara asal ibunya itu. Cocok untuk calon pembaca yang penasaran dengan dinamika politik di Vietnam pada masa itu, sekaligus menikmati adegan-adegan aksi yang fantastik. 

4. Fifty Words for Rain

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/vicireads

Noriko adalah gadis Jepang yang hidup di tahun 1948 setelah Perang Dunia II usai. Nori punya latar belakang yang unik, tetapi dianggap aib oleh keluarganya. Ibunya merupakan keturunan bangsawan, sementara ayahnya adalah tentara Amerika keturunan kulit hitam.

Lahir di luar pernikahan, Nori pun dianggap aib dan diminta keluarga ibunya untuk hidup dalam persembunyian. Ia tak banyak berinteraksi dengan dunia luar, sampai saudara tirinya dari pernikahan sah sang ibu datang dan seakan memberinya harapan untuk bisa bersuara dan melihat dunia luar. 

Baca Juga: Gak Perlu Keluar Rumah, 7 Buku Traveling Ini Obati Kangen Liburan

5. How We Disappeared

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/beebottomsreads

Di masa Perang Dunia II, Jepang menguasai hampir semua wilayah Asia-Pasifik, tak terkecuali Singapura. Wang Di yang di tahun 1942 berusia 17 tahun menjadi korban perbudakan seksual oleh tentara Jepang. Trauma tersebut menghantuinya hingga bertahun-tahun kemudian. 

Menutupinya karena malu, di usia senjanya tanpa sadar Wang Di mengungkapkan pengalaman pedihnya itu pada salah satu cucunya. Menyayat hati, sebab, meski karya ini fiktif, comfort women adalah benar adanya dan telah merenggut kebahagiaan banyak perempuan di negara-negara bekas jajahan Jepang.

6. Interior China Town

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/readwithemilyg

Latarnya sebenarnya masa kini, tetapi banyak yang mengkategorikan novel ini dalam genre historical fiction. Mungkin karena beberapa referensi sejarah yang disertakan, ya.

Kisahnya sendiri tentang pria bernama Willis Wu yang berprofesi sebagai aktor figuran di sebuah rumah produksi. Selama ini ia mendapatkan peran-peran generik yang biasanya disesuaikan dengan etnisitas seseorang. Satu hal yang unik dari perjalanan Willis adalah kepercayaan bahwa kasta tertinggi yang bisa diraih orang Asia di industri hiburan Amerika adalah menjadi bintang Kung Fu. 

Ditulis dengan gaya penceritaan yang sarkas dan penuh humor, disertai beberapa analogi tentang isu rasialisme dan stereotyping, buku ini pun tuai banyak pujian. 

7. The Night Tiger

7 Novel Historical Fiction Terbaik asal Asia untuk Penikmat Pachinkoinstagram.com/bookytravels

Historical fiction yang dibalut surealisme, novel ini berkisah tentang penari dan seorang anak yatim yang bertemu dalam satu momen di hidup mereka. Ren sang bocah yatim bekerja sebagai asisten rumah tangga seorang pria kaya, yang saat sekarat memintanya berjanji untuk menemukan jarinya yang putus. Jika tidak, arwah sang majikan tidak akan bisa tenang. Ren hanya punya waktu 49 hari untuk menemukannya. 

Sementara, di latar yang berbeda, seorang gadis penari bernama Ji Lin mendapatkan satu bingkisan yang ternyata berupa jari manusia. Percaya bahwa itu pertanda buruk, ia berusaha mencari siapa pemilik jari itu untuk mengembalikannya. Selain isu kolonialisme dan kemiskinan, novel ini dibumbui untaian cerita heartwarming tentang cinta pertama. 

Silakan pilih mana yang mau kamu baca duluan? Tuh, keliling dunia bisa dimulai lewat beli buku seharga Rp100 ribuan, Guys. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Buku Biografi tentang Putri Diana yang Wajib Dibaca

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya