Comscore Tracker

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampus

Yuk, berkontribusi untuk kelompokmu!

Sebagian besar mahasiswa menganggap bahwa terkadang tugas kelompok justru memiliki beban yang jauh lebih berat dibandingkan tugas individu. Ini biasanya terjadi karena adanya social loafing atau kemalasan sosial.

Dilansir Simply Psychology, kemalasan sosial mengacu pada konsep bahwa orang akan cenderung mengerahkan lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif dibandingkan bekerja sendirian. Tentu hal ini akan sangat merugikan anggota kelompok lain jika social loafing ini terjadi.

Kamu pastinya ingin menghindari adanya social loafing dalam kelompokmu. Yuk, coba kenali 5 sebab terjadinya social loafing berikut ini.

1. Ekspektasi terhadap anggota kelompok

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampusilustrasi kerja kelompok (pexels.com/RF._.studio)

Penelitian oleh Jackson dan Harkins (1985) menemukan bahwa seseorang yang memiliki ekspektasi rendah terhadap anggota kelompoknya cenderung akan bekerja lebih keras. Dengan kata lain, social loafing akan lebih mungkin terjadi pada kelompok high-achiever

Penyebabnya adalah salah satu atau lebih dari anggota kelompok merasa bahwa anggota yang lebih kompeten akan dapat mengerjakan tugas tersebut tanpa memerlukan bantuan mereka. Dengan demikian, mereka yang merasa insecure atau rendah diri cenderung merasa bahwa lebih baik dirinya tidak perlu ambil andil dalam kelompok.

Padahal berada di dalam kelompok yang memiliki anggota dengan kemampuan lebih dapat membantu kita untuk mencoba belajar darinya. Jadi, usahakan untuk tetap ikut terlibat, ya.

2. Jumlah anggota dalam suatu kelompok

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampusilustrasi kerja kelompok (pexels.com/Athena)

Sering kali jumlah anggota kelompok merupakan penyebab dari timbulnya social loafing. Mungkin kamu pernah merasa bahwa semakin banyak orang di dalam suatu kelompok, akan semakin besar kemungkinan ada beberapa anggota yang "lari" dari tanggung jawab.

Jika memungkinkan, cobalah untuk berada dalam kelompok dengan jumlah anggota yang sedikit agar lebih memudahkan proses kerja kelompok tersebut. Jika memang tidak dapat dihindari, pastikan agar setiap anggota dalam kelompok mendapatkan bagiannya masing-masing dan telah dikomunikasikan dengan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

3. Persepsi terhadap tujuan

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampusilustrasi kerja kelompok (pexels.com/fauxels)

Tujuan bisa menjadi sumber motivasi seseorang dalam melakukan tindakannya. Dalam kelompok, kita diharuskan untuk dapat menyatukan beragam pola pikir berbeda untuk bisa memahami tujuan kelompok dan bersedia untuk mewujudkannya bersama.

Apabila terdapat anggota yang tidak sependapat dengan tujuan kelompok, bisa jadi social loafing tidak dapat dihindari. Jika seperti ini, komunikasi yang lebih intens harus dilakukan untuk mendapatkan pemahaman dari kedua belah pihak. Fleksibilitas untuk menyesuaikan bagian-bagian tertentu agar cocok dengan setiap anggota kelompok bisa menjadi salah satu solusi.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Semangat Jadi Padam, Masih malas?  

4. Kurangnya motivasi

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampusilustrasi kerja kelompok (pexels.com/cottonbro)

Motivasi setiap orang tentunya berbeda-beda untuk menjalankan sesuatu. Misalnya saja dalam kelompok kecil di kelas, ada yang memiliki motivasi untuk bisa mendapatkan pujian dari pengajar dan ada juga yang motivasinya hanya sebatas agar tugas selesai. Cara dari masing-masing individu untuk menghadapi permasalahan pun akan berbeda.

Memiliki anggota kelompok dengan motivasi diri yang rendah merupakan salah satu penyebab social loafing. Memberikan teguran bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki masalah ini. Pemantauan terhadap kinerjanya serta memberikan pengarahan sepertinya memang perlu dilakukan oleh anggota lainnya.

5. Tidak ada rasa tanggung jawab terhadap kelompok

5 Penyebab Adanya Social Loafing, Biasa Terjadi di Kehidupan Kampusilustrasi kerja kelompok (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jumlah anggota yang besar lebih memungkinkan adanya pihak yang "lari" dari tanggung jawab. Namun, tidak menutup kemungkinan social loafing terjadi juga pada kelompok kecil. Faktor insecure bisa menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang menganggap kontribusinya tidak diperlukan.

Jika sebagian anggota kelompok beranggapan seperti ini, bisa jadi beban kerja akan terlimpahkan pada satu orang saja. Ini tidak akan baik untuk ke depannya karena dapat menimbulkan perasaan negatif. Jika kamu tidak paham, bicarakan dengan anggota lain dan minta penjelasan maupun pendapat mereka. Jangan mengabaikan tanggung jawabmu, ya!

Tugas kelompok sedari dulu memang merupakan salah satu "drama" di berbagai jenjang kehidupan, termasuk masa kuliah. Kesadaran akan tanggung jawab sebagai anggota kelompok sangat penting yang muncul dari dalam diri sangat penting agar social loafing bisa dihindari.

Dwi Nantari Photo Verified Writer Dwi Nantari

Find me: IG (@dwinantarii) | LinkedIn (Sandyarani Dwi Nantari)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Chalimatus Sa'diyah

Berita Terkini Lainnya