ilustrasi belajar (pexels.com/Mikhail Nilov)
Meski begitu, jalur PhD ke pekerjaan bergaji tinggi masih kuat, terutama di bidang AI. Data dari Massachusetts Institute of Technology menunjukkan bahwa pada 2023, sekitar 70 persen mahasiswa doktoral AI memilih bekerja di sektor swasta setelah lulus. Angka ini melonjak drastis dibanding dua dekade lalu yang hanya sekitar 20 persen.
Namun, tren ini juga memicu kekhawatiran soal brain drain di dunia akademik. Henry Hoffmann dari University of Chicago menjelaskan bahwa banyak mahasiswa PhD direkrut perusahaan teknologi dengan tawaran gaji tinggi bahkan sebelum lulus. Ia menceritakan ada mahasiswa tanpa pengalaman profesional yang keluar dari program doktoral demi menerima tawaran enam digit dari ByteDance.
Perdebatan soal relevansi kuliah panjang di era AI memang makin panas. Di satu sisi, gelar tinggi masih membuka pintu ke gaji besar dan peluang karier elit. Namun di sisi lain, perkembangan AI yang super cepat membuatmu perlu berpikir ulang sebelum menghabiskan bertahun-tahun hanya untuk mengejar titel.
Mungkin yang paling penting bukan sekadar gelar, tapi bagaimana kamu terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kualitas manusiawi yang tak tergantikan. Jadi, sebelum memutuskan lanjut kuliah panjang, pastikan kamu tahu alasan dan strateginya, bukan sekadar ikut arus, ya.