Masjidi Haram, Makkah, mulai dibuka untuk salat bagi warga Arab Saudi sejak ditutup karena pandemik COVID-19, tujuh bulan lalu, Minggu (18/10/2020). (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS/pras.)
Masjidil Haram terletak di pusat kota Makkah. Masjid ini dibangun oleh Umar bin Khattab ra pada abad ke-7 M. Di dalamnya terdapat Kabah, kiblat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Gak hanya itu aja, luas Masjidil Haram lebih dari 750.000 meter per segi dan dapat menampung hingga 2 juta jemaah saat salat.
Masjidil Haram sangat istimewa bagi umat Muslim. Hal ini seperti hadis Rasulullah SAW yang dikutip dari Abu Zar ra, ia berkata:
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini?' Rasulullah menjawab, 'Masjidilharam.' Aku bertanya kembali, 'Kemudian masjid mana?' Beliau menjawab, 'Masjid al-Aqsha.' Aku bertanya kembali, 'Berapakah jarak antara waktu antara keduanya?' Beliau menjawab, 'Empat puluh tahun. Di mana saja datang waktu salat, maka salatlah, karena di situ juga masjid." (HR. Muslim).
Selain itu, banyak umat Muslim yang bercita-cita untuk bisa salat di Masjidil Haram. Gak hanya jadi masjid pertama yang ada di muka bumi ini, salat di Masjidil Haram lebih utama daripada salat di masjid lainnya. Hal ini seperti yang dikatakan Rasulullah,
"Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik dari pada 1.000 salat di tempat lain, kecuali di Masjid al-Haram." (HR. Muslim).
Nah, itulah beberapa versi doa masuk Masjidil Haram. Bagi kamu yang akan menginjakkan kaki di tanah suci, jangan lupa hafalkan doa-doa ini, ya!
Penulis: Fanny Haristianti
Bagaimana lafal doa yang paling utama dibaca oleh jemaah ketika masuk ke Masjidil Haram? | Jemaah dianjurkan membaca doa masuk masjid secara umum yang ditambah dengan doa khusus penghormatan kepada Ka'bah, dengan lafal: "Allahummaftah li abwaba rahmatik. Allahumma Antas-Salam, wa minkas-salam, fa hayyina Rabbana bis-salam, wa adkhilnal-jannata daras-salam..." yang artinya memohon agar Allah SWT membukakan pintu-pintu rahmat-Nya, serta memohon keselamatan dan kedamaian yang sempurna dunia hingga akhirat di rumah suci-Nya. |
Apa makna filosofis dan spiritual di balik anjuran membaca doa ini saat pertama kali melihat Ka'bah? | Membaca doa ini saat pertama kali memandang Baitullah melambangkan kepasrahan total dan rasa takzim yang mendalam dari seorang hamba yang akhirnya diundang ke rumah pencipta-Nya. Momen ini diyakini sebagai salah satu waktu paling mustajab di dunia, di mana pintu langit terbuka lebar, sehingga jemaah disunnahkan menghentikan langkah sejenak untuk menumpahkan segala hajat, tobat, dan air mata dalam doa. |
Adakah etika fisik (adab) yang wajib dipraktikkan jemaah bersamaan dengan membaca doa masuk masjid? | Ya, jemaah wajib mendahului langkah dengan kaki kanan saat melewati pintu gerbang (gate) masjid, membaca selawat atas Rasulullah SAW, dalam kondisi suci dari hadas (punya wudu), serta menjaga ketenangan diri dengan tidak tergesa-gesa atau saling mendorong jemaah lain. Sesampainya di dalam, jemaah disunnahkan melakukan Tawaf Qudum sebagai pengganti salat Tahiyyatul Masjid bagi yang langsung ingin beribadah di area mataf. |
Apa kekeliruan umum yang sering dilakukan jemaah karena terlalu bersemangat saat masuk Masjidil Haram? | Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah jemaah langsung sibuk berfoto, melakukan siaran langsung (live media sosial), atau merekam video sambil berjalan begitu melihat Ka'bah, sehingga mereka kehilangan kekhusyukan, lupa membaca doa-doa utama, dan tanpa sengaja menghambat arus pergerakan ribuan jemaah lain di belakangnya yang baru masuk. |