Ilustrasi memainkan bola (pexels.com/Roman Biernacki)
GOAT merupakan singkatan dari Greatest of All Time, yaitu sebutan bagi sosok yang dianggap terbaik sepanjang masa. Istilah ini semakin populer berkat perdebatan penggemar sepak bola tentang siapa pemain terbaik dunia. Namun, kini penggunaannya telah meluas ke berbagai bidang.
Contohnya:
"TikToker viral itu ternyata GOAT di bidang marketing."
GOAT tidak lagi hanya merujuk pada atlet, tetapi juga digunakan untuk musisi, kreator konten, tokoh publik, hingga profesional yang dianggap luar biasa dalam bidangnya.
Bahasa terus berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat. Popularitas sepak bola pun membuat sejumlah istilah dari lapangan hijau merambah ke ruang kelas, kantor, media sosial, bahkan percakapan santai sehari-hari.
Dari blunder hingga GOAT, istilah-istilah tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya memengaruhi cara orang bersenang-senang, tetapi juga memperkaya kosakata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kalau suatu hari ada teman yang bilang kamu sedang offside atau baru saja melakukan blunder, belum tentu mereka sedang mengajakmu bermain sepak bola. Bisa jadi mereka hanya sedang meminjam bahasa dari lapangan hijau untuk menjelaskan situasi di dunia nyata.