Istilah Umum di Dunia Konferensi Ilmiah, Apa Itu Travel Grant?

- Skandal dugaan pemalsuan identitas oleh peserta asal Indonesia di konferensi ISPPD 2026 mencuat, diduga untuk memperoleh travel grant agar bisa ke luar negeri secara gratis.
- Travel grant adalah bantuan dana dari penyelenggara konferensi atau organisasi untuk menutupi biaya perjalanan, akomodasi, dan pendaftaran bagi akademisi yang mempresentasikan risetnya.
- Penerima travel grant umumnya akademisi dari negara berkembang dengan syarat berbeda tiap lembaga, seperti pengiriman abstrak riset, CV, dan surat rekomendasi sesuai ketentuan penyelenggara.
Baru-baru ini, beredar skandal dugaan pemalsuan identitas dan fabrikasi riset oleh sejumlah peserta asal Indonesia di konferensi internasional International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark. Hal ini diungkapkan Ida Bagus Mandhara Brasika seorang aktivis lingkungan dan peneliti dalam akun Threads-nya.
Skandal ini diduga merupakan upaya untuk mendapatkan travel grant sehingga mereka bisa pergi ke luar negeri secara gratis. Lantas, apa yang dimaksud dengan travel grant?
1. Apa itu travel grant?

Travel grant merupakan bantuan pendanaan yang diberikan peyelenggara konferensi ilmiah, yayasan, atau organisasi kepada peneliti atau akademisi untuk membiayai perjalanan profesional mereka. Dilansir Weber State University, dana pendanaan ini umumnya berhubungan dengan biaya hotel, pendaftaran, dan transportasi kepada peserta yang akan melakukan presentasi di konferensi ilmiah terkait.
Pendanaan tersebut diberikan secara terbatas kepada penerima agar bisa menghadiri konferensi internasional atau melakukan riset. Syarat dan ketentuannya pun tergantung dari institusi, organisasi, atau penyelenggara konferensi tersebut. Contohnya The International Studies Association (ISA) memberikan travel grant yang hanya bisa digunakan untuk biaya perjalanan, akomodasi, biaya visa, dan asupan makanan.
2. Siapa yang bisa menerima travel grant?

Target penerima umumnya akademisi dari negara berkembang. Seperti halnya travel grant yang dikeluarkan oleh The International Studies Association (ISA), bahwa dana tersebut diberikan untuk mencukupi kebutuhan para akademisi dan peneliti dari negara-negara berpenghasilan rendah.
Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan travel grant. ISA menetapkan aturan bahwa hanya anggota ISA yang berhak mendapatkan hibah perjalanan atau travel grant tersebut.
3. Selalu ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan travel grant

Tiap penyelenggara punya skema yang berbeda-beda terkait alur pemberian dana hibah. Dilansir dari GSA (The Geological Society of America) Connects 2026 mencantumkan syarat bahwa peserta bisa mengajukan permohonan travel agent dengan mengirimkan cover letter lengkap dengan abstrak dari risetnya.
The IEEE Engineering Medicine and Biology Society (EMBS) punya skema yang berbeda. Peserta wajib memberikan beberapa data terkait CV, supporting letter, reference letter, riset yang sudah diterima, dan berbagai ketentuan lainnya. Maka dari itu, skema pemberikan travel grant ini tergantung pada penyelenggara acara masing-masing.
Itulah informasi singkat seputar travel grant. Selain travel grant, biasanya penyelenggara acara konferensi ilmiah juga ada yang memberikan research grant kepada peserta terpilih.


















